Fakta Kekejaman Mengerikan Terjadi di Negara Komunis Korea Utara, China dan Lainnya

Kepada negara komunis keras Korea Utara itu Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Korea UtaraKim Jong-un, terkait ulang tahun berdirinya Republik Demokratik Rakyat Korea yang ke-72.

Ucapan selamat Jokowidodo ke Pemimpin Korea UtaraKim Jong-un itu disampaikan September 2020, saat rakyat Indonesia ramai membicarakan kembali kekejaman PKI komunis yang membantai para Ulama, tokoh, Umat Islam dan tentara dalam pemberontakan PKI di Madiun September 1948 dan Pemberontakan PKI 30 September 1965, hingga akhirnya PKI Komunis dilarang dan dibubarkan di Indonesia dalam keputusan resmi MPRS XXV/ 1966.

Bermanis-manis dengan pemimpin negara Komunis seperti tersebut berbalikan dengan sikap yang ditunjukkan terhadap delegasi Muslim yang dianiaya dengan sangat kejamnya oleh pemerintahan komunis. Di antaranya diberitakan: Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

 

Di antara fakta kekejaman di negara komunis, silakan simak berikut ini.

***

 

5 Fakta Mengerikan Ini Terjadi pada Negara Komunis yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

 


Komunisme adalah pandangan yang diperkenalkan oleh Karl Marx ke seluruh penjuru dunia. Banyak negara-negara besar di masa lalu yang akhirnya memutuskan mengadopsi komunisme menjadi sistem pemerintahannya. Saat ini negara komunis yang masih bertahan adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan Laos. Sebelumnya komunisme juga dipakai oleh Rusia, Jerman, Yaman hingga Polandia.

Seiring berkembangnya waktu, paham ini dianggap tidak memberikan banyak kebaikan pada masyarakat. Akhirnya banyak negara memutuskan melepas paham ini dan berpindah ke paham lain yang dirasa lebih baik. Oh ya, inilah yang mungkin menjadi alasan kenapa negara komunis adalah negara yang mengerikan.

1. Agama atau Keyakinan Dianggap Sebagai Penghambat

Karl Marx pernah berkata jika agama atau kepercayaan adalah candu bagi manusia. Akhirnya ia menolak agama ada dalam sistem ini. Ia menganggap jika agama hanya memberikan sebuah aturan yang belum tentu benar dan banyak memberikan harapan palsu. Akhirnya di beberapa negara yang menganut paham ini, praktik-praktik agama kerap sekali dibatasi atau bahkan sampai dilarang dan dianggap sebagai kejahatan.

Muslim di Tiongkok yang selalu ditekan oleh pemerintah [image source]

Tiongkok adalah salah satu negara komunis yang masih bertahan sampai sekarang. Negeri ini memiliki 87% penduduk yang tidak beragama dan sisanya adalah Buddha, Kristen, serta Islam. Oh ya, simbol-simbol agama di Tiongkok sering dilarang hingga di negeri ini banyak orang akan susah beribadah. Ngeri sekali kan?

2. Pembunuhan Warga Tanpa Rasa Dosa Sama Sekali

Salah satu misi dari negeri komunis adalah membuat semua warga negaranya patuh. Mengikuti semua keinginan pemimpinnya meski nyawa taruhannya. Dulu sekali saat Rusia menjadi Uni Soviet dan dipimpin oleh Stalin, pembunuhan massal adalah hal biasa. Jika ada warga yang tak menurut maka mati adalah hal yang wajar dilakukan.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Joseph Stalin di Rusia [image source]

Hal yang sama juga dilakukan di Vietnam. Pasukan Khmer Merah yang terobsesi membuat negeri komunis tega menyiksa dan membantai penduduknya sendiri. Setidaknya 2 juta orang harus rela dibunuh tanpa sebab yang jelas. Kasus pembunuhan di Vietnam yang terjadi saat perang dingin itu menjadi sejarah paling kelam yang dialami oleh umat manusia di dunia.

Oh ya, di dunia yang lebih modern, pembunuhan sepertinya terus terjadi di negeri komunis itu. Tiongkok tiap tahun banyak sekali mengeksekusi tahanan dan melakukan kekerasan terhadap penduduk di Tibet dan provinsi Xinjiang yang mayoritas berisi umat Islam.

3. Propaganda yang Hadir Tanpa Bisa Dihentikan

Propaganda adalah hal yang wajib ada pada sebuah negara komunis. Kita ambil contoh saja Korea Utara yang saat ini dipimpin oleh Kim Jong-un. Negeri ini dipenuhi dengan poster dan baliho yang isinya propaganda kebencian kepada negara lain seperti Amerika dan Korea Selatan. Kim Jong-un selalu memupuk kebencian kepada para warganya agar ia jadi satu-satunya orang yang hebat dan patut dihormati, bahkan disembah.

Salah satu poster porpanda yang ada di Tiongkok [image source]

Propaganda serupa juga terjadi di Tiongkok yang merupakan raksasa perdagangan dunia. Propaganda dilakukan dengan memajang poster besar, membuat patung pemimpin, hingga memasukkan propaganda ke dalam buku sekolah bahkan menyusup ke dalam sastra. Pemerintah Tiongkok melakukan ini untuk menanamkan kepada warganya bahwa mereka yang terhebat dan bangsa lain tidak ada apa-apanya.

4. Sensor Ketat dan Tidak Ada Hak Untuk Berpendapat

Satu hal penting yang wajib dilakukan oleh negara komunis: melakukan sensor ketat kepada warganya. Hal seperti ini telah diterapkan di Korea Utara yang saat ini hampir semua warganya tidak mengetahui internet. Semua warga tidak diperkenankan mendapatkan informasi dari luar Korea Utara agar tidak mengetahui seperti apa dunia luar sebenarnya. Kim Jong-un hanya mencekoki mereka tentang kebencian yang tiada batasnya.

Susah sekali mendapatkan akses internet di Korea Utara, bahkan listrik pun dibatasi [image source]

Tiongkok juga melakukan sensor ketat pada warganya. Negeri ini memblokir akses Google di negerinya, karena dianggap telah banyak melakukan kebohongan kepada warganya. Padahal justru mesin pencari ini memberikan banyak informasi yang penting. Pemerintah Tiongkok tidak ingin warganya mengetahui kejelekan yang dilakukan negaranya sekecil apa pun. Akhirnya mereka melakukan sensor ketat hingga akan susah mengetahui mana informasi yang benar dan salah.

5. Pelanggaran HAM dan Kesejahteraan Warga

Pelanggaran adalah hal yang biasa di negeri komunis. Terlebih jika dilakukan oleh pemerintah. Mereka pasti akan memberikan pernyataan jika hal itu dilakukan untuk kepentingan bersama. Negara-negara dengan paham ini menganggap manusia di negerinya sebagai bidak catur yang bisa diperlakukan dengan semena-mena tanpa perlu takut akan mendapatkan protes dari penduduk lain. Korea Utara kerap melakukan pembunuhan kepada warganya. Negeri ini menerapkan aturan bos selalu benar. Jadi jika Kim Jong-un mengatakan salah, maka wajib dieksekusi meski caranya sangat kejam.

Kelaparan yang terjadi di Korea Utara [image source]

Terakhir masalah kesejahteraan warga, banyak negeri komunis membuat warganya jadi menderita. Semisal Korea Utara yang membuat jutaan warga kelaparan dan banyak orang meninggal akibat itu. Selain Korea Utara, kehidupan warga di Laos dan Vietnam juga tidak berjalan dengan baik. Kesejahteraan warganya bahkan berada di zona yang mengkhawatirkan.

Nah, itulah sekelumit kisah dan fakta mengerikan yang terjadi pada negara komunis yang masih bertahan sampai sekarang. Bagaimana menurut anda? Hidup di negeri komunis sangat mengerikan sekali bukan? Kita masih beruntung hidup di Indonesia meski apa-apa masih susah.

 Adi Nugroho 242w | Trending

https://www.boombastis.com/negara-komunis/57811

***

Kepada negara komunis keras Korea Utara itu Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Korea UtaraKim Jong-un, terkait ulang tahun berdirinya Republik Demokratik Rakyat Korea yang ke-72.

Melansir kantor berita Korea Utara, KCNA, Rabu (23/9), pesan Jokowi diterima langsung oleh Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un.

“Izinkan saya untuk menyampaikan kepada Yang Mulia dan rakyat Republik Demokratik Rakyat Korea, ucapan selamat yang tulus atas kesempatan peringatan ke-72 hari berdirinya DPRK pada 9 September 2020,” demikian tulis Jokowi.

Hal itu beda jauh dengan sikap Presiden Soeharto masa lalu.

Soeharto Tidak Ingin Dianggap Dekat dengan Negara Komunis, Kini Jokowi Ucapkan Selamat HUT Korut (Negara Komunis) ke Kim Jong-un

  • … hubungan Indonesia-Korut surut di masa Orde Baru. Saat itu Soeharto sebagai presiden melakukan hal tersebut sebab tidak ingin dianggap dekat dengan negara-negara sosialis.

  • Soeharto juga seorang yang alergi terhadap komunisme.

  • Kini Presiden RI, Joko Widodo, menyampaikan ucapan selamat kepada Pemimpin Korea UtaraKim Jong-un, terkait ulang tahun berdirinya Republik Demokratik Rakyat Korea yang ke-72.

(Perlu diingat: Propaganda adalah hal yang wajib ada pada sebuah negara komunis. Kita ambil contoh saja Korea Utara yang saat ini dipimpin oleh Kim Jong-un. Negeri ini dipenuhi dengan poster dan baliho yang isinya propaganda kebencian kepada negara lain seperti Amerika dan Korea Selatan. Kim Jong-un selalu memupuk kebencian kepada para warganya agar ia [Kim Jong-un] jadi satu-satunya orang yang hebat dan patut dihormati, bahkan disembah./ Lihat: 5 Fakta Mengerikan ini Terjadi Pada Negara Komunis yang Masih Bertahan Sampai Sekarang https://www.boombastis.com/negara-komunis/57811 )

Bermanis-manis dengan pemimpin negara Komunis seperti tersebut berbalikan dengan sikap yang ditunjukkan terhadap delegasi Muslim yang dianiaya dengan sangat kejamnya oleh pemerintahan komunis. Di antaranya diberitakan: Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

***

 

Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

Posted on 3 April 2019

by Nahimunkar.com


Video

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan pic.twitter.com/5baUWkiiB1

— DEWO.PB (@putrabanten80) April 2, 2019

Inilah beritanya.

***

Ungkap Delegasi Uighur Ditolak Jokowi, Salim Said: Indonesia Merdeka Apa Dijajah China?

Eramuslim.com – Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib muslim Uighur di Xinjiang China, diragukan oleh Pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said.

Dalam sebuah video wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Salim mengungkap fakta bahwa Presiden Joko Widodo pernah menolak kedatangan delegasi Uighur di Istana Kepresidenan.

“Delegasi muslim Uighur datang diantar oleh Din Syamsudin, sudah datang di depan Istana mau ketemu presiden, (tapi) ditolak presiden,” kata Salim Said dalam cuplikan video yang diunggah akun twitter @putrabanten80, Selasa (2/4).

Padahal, kata Salim, Jokowi bisa saja mendapat citra yang positif jika sudi menerima delegasi Uighur yang beberapa waktu belakangan menjadi sorotan dunia, termasuk perhatian dari Indonesia.

Namun yang cukup mencengangkan, Presiden Jokowi justru menolak delegasi dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.

“Orang ini (Uighur) datang bawa AlQuran tulisan tangan sebagai hadiah kepada presiden RI, presiden sebuah negara dengan penduduk Islam yang besar, itu kan bagus kalau diterima, tapi katanya ditolak,” jelasnya.

“Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah China,” imbuhnya.

Mendengar alasan tersebut, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini menganggap bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

“Ini kan aneh. Apa kita ini bangsa merdeka apa bangsa terjajah oleh Tiongkok?” tandasnya.

 

DEWO.PB@putrabanten80

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan

[rm]/eramuslim.com – Redaksi – Rabu, 26 Rajab 1440 H / 3 April 2019

***

Sebaliknya, para teroris pembakar Masjid Tolikara di Papua justru dijamu Jokowi di Istana Jakarta.

***

Teroris GIDI Pembakar Masjid Dijamu di Istana, Akankah Jokowi Juga Jamu Pembakar Gereja?

Posted on 17 Oktober 2015 – by Nahimunkar.com


Teroris gidi pembakar mesjid dijamu jokowi di istana/ foto posmetro

Aceh Singkil  di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam  rusuh, Selasa siang (13/10). Tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah. Kerusuhan bernuansa agama itu memakan korban nyawa dan gereja dibakar.

Terkait peristiwa ini, pemilik akun @JudasSaveYou di Twitter melontarkan pertanyaan yang menggelitik. “Gak diundang ke Istana sama Jokowi?” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang diduga berada di balik pembakaran masjid di Tolikara, Papua, ketika jamaahnya sedang melaksanakan solat Idul Fitri—malah diundang ke istana oleh Joko setelah peristiwa pembakaran tersebut. [pn]

Demikian berita yang diringkas dari posmetro.info, 14 Oktober 2015

***

Ancaman Allah Ta’ala terhadap yang setia kepada orang kafir

Setiap muslim diancam oleh Allah Ta’ala, bila setia alias loyal kepada orang kafir maka dinilai sebagai bagian dari mereka. Dan itu disebut oleh Allah Ta’ala sebagai

tingkah yang “Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka”.

Firman Allah Ta’ala yang menegaskan masalah itu cukup banyak. Di antaranya:

 تَرَى
كَثِيرًا
مِنْهُمْ
يَتَوَلَّوْنَ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
لَبِئْسَ
مَا
قَدَّمَتْ
لَهُمْ
أَنْفُسُهُمْ
أَنْ
سَخِطَ
اللَّهُ
عَلَيْهِمْ
وَفِي
الْعَذَابِ
هُمْ
خَالِدُونَ (80) وَلَوْ
كَانُوا
يُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِ
وَالنَّبِيِّ
وَمَا
أُنْزِلَ
إِلَيْهِ
مَا
اتَّخَذُوهُمْ
أَوْلِيَاءَ
وَلَكِنَّ
كَثِيرًا
مِنْهُمْ
فَاسِقُونَ [المائدة/80،
81]

(80) Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (81) Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.  (QS Al-Maaidah: 80, 81)

 ] يَاأَيُّهَا
الَّذِينَ
ءَامَنُوا
لاَ
تَتَّخِذُوا
الْيَهُودَ
وَالنَّصَارَى
أَوْلِيَاءَ
بَعْضُهُمْ
أَوْلِيَاءُ
بَعْضٍ
وَمَنْ
يَتَوَلَّهُمْ
مِنْكُمْ
فَإِنَّهُ
مِنْهُمْ
إِنَّ
اللَّهَ
لاَ
يَهْدِي
الْقَوْمَ
الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

وَمَنْ
يَتَوَلَّهُمْ
مِنْكُمْ
فَإِنَّهُ
مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

{ ومن
يتولهم
منكم } أي
أيها
المؤمنين { فإنه
منهم } ،
لأنه
بحكم
موالاتهم
سيكون
حرباً
على
الله
ورسوله
والمؤمنين
وبذلك
يصبح
منهم
قطعاً) أيسر
التفاسير
للجزائري – (ج 1 / ص 356)(

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani)  itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut tafaasiir juz 1 halaman 356).

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 417 kali, 1 untuk hari ini)