(Cerita Pribadi, Agar Tidak Membenci)

Mereka Masih Keturunan Utsman Bin Affan.

Syaikh Fahd hafidzohullah adalah seorang polisi biasa yang gajinya tak seberapa. Tapi beliau selalu mengirimkan 1000 real (Rp. 3.600.000) untuk dibelikan buku-buku agama di daerah kita. UNTUK INDONESIA…TAPI TIDAK BANYAK YANG TAHU.

Syaikh Sulaiman hafidzohullah seorang pedagang yang setiap bulan mengirim uang 8000 real (Rp. 29.600.000) untuk biaya pendidikan generasi muda kita. UNTUK INDONESIA… TAPI TIDAK BANYAK YANG TAHU.

Abu Luva (tetangga saya di Madinah), rakyat biasa, bajunya tiga kali lebih jelek dari baju saya, mobilnya pun seperti barang ronsokan, tetapi hatinya sungguh sangat mulia.

Beliau menabung dan memberikan uang hasil tabungannya sekitar 120.000 real (Rp 444.000.000) untuk pembangunan masjid. UNTUK INDONESIA… TAPI TIDAK BANYAK YANG TAHU.

Syeikh Uthair hafidzohullah, seorang pengusaha yang infaqnya dinikmati diseluruh dunia, terkhusus kami yang berstatus mahasiswa. Tidak kurang 6.000.000 real (Rp 22.200.000.000) beliau sedekahkan hartanya disetiap bulannya.

SEBAGIAN UNTUK INDONESIA…TAPI TIDAK BANYAK YANG TAHU.

INI BARU RAKYATNYA… BAGAIMANA DENGAN RAJANYA???

Ini hanyalah sebagian kecil yang terungkap dari salah satu mahasiswa yang sedang study di Madinah. Pastinya masih banyak lagi cerita-cerita yang tersembunyi.

“KALAU KITA TIDAK BISA MEMBALAS, MAKA DO’AKANLAH MEREKA,” inilah titah nabi kita -shallallahu ‘alaihi wasallam-.

Ust. Ariful Bahri BA, MA.

(Mahasiswa doktoral jurusan Akidah di Universitas Islam Madinah)

Via FB PPMI Madinah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.117 kali, 1 untuk hari ini)