Sepakat dengan MUI, Muhammadiyah: Lama-lama Orang Hidup di Kuburan

.

 

Jakarta – MUI mengeluarkan fatwa haram untuk bisnis jual beli lahan kuburan mewah. Muhammadiyah menyepakati fatwa ini karena pada prinsipnya, Islam melarang segala hal yang berlebih-lebihan.

“Orang boleh mempersiapkan, yang tidak diperbolehkan adalah bermewah-mewah. Seharusnya hanya butuh 2 x 1 meter, jadi 10 meter,” ujar Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah Yunahar Ilyas di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2014).

Ilyas menjelaskan bahwa dengan pemakaman yang bermewah-mewah, nantinya malah akan ‘menggusur’ lahan manusia yang masih hidup. Di mana Islam lebih mementingkan kebutuhan orang yang masih hidup dibanding orang yang sudah meninggal.

“Seperti di Mesir. Kuburan dibuat begitu bagusnya. Lalu lama-lama orang hidup di kuburan. Karena (kuburan) lantainya berkeramik dan beratap,” katanya.

Dia mengatakan bahwa tidak dilarang jika tanah diperjualbelikan asal sesuai dengan syariah Islam. Tidak mubazir dan bermewah-mewahan.

Bahkan dia menjelaskan bahwa makam-makam diperbolehkan untuk ditumpuk satu jenazah dengan jenazah lainnya.

“Karena jumlah penduduk semakin banyak, yang meninggal juga lebih banyak lagi,” imbuhnya.

MUI mengharamkan jual beli lahan kuburan di kalangan muslim yang terdapat unsur berlebih-lebihan dan sia-sia. Baik dari segi luas, harga, fasilitas, maupun nilai bangunan.

(sip/mpr) Sukma Indah Permana – detikNews

Rabu, 26/02/2014 16:57 WIB

***

Haram Bisnis Kuburan Mewah

MUI: Fatwa Dibuat Karena Mulai Marak Jual Beli Lahan Kuburan Mahal

Jakarta – MUI mengeluarkan fatwa haram untuk bisnis jual beli lahan kuburan yang tak sesuai syariat Islam. Fatwa dikeluarkan lantaran mulai maraknya bisnis pemakaman di Indonesia tapi menawarkan kemewahan.

“Fatwa ini fokusnya pada bisnis jual beli pemakaman yang sudah mulai marak di Indonesia,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Asrorun Niam Sholeh saat dihubungi, Selasa (25/2/2014).

Ia mengatakan MUI, kerap mendapatkan keluhan umat muslim tentang mahalnya biaya pemakaman khususnya di Jakarta. Ia menyinggung salah satu kompleks pemakaman umum yang bisa dikatakan mewah di wilayah Karawang, Jawa Barat. Dia juga menyinggung kompleks pemakaman muslim di kawasan yang bersebelahan dengan Tol Jakarta-Cikampek. Kedua kompleks pemakaman ini menawarkan berbagai fasilitas pendukung yang dinilai tabdzir dan israf.

Definisi tabdzir adalah menggunakan harta untuk sesuatu yang sia-sia dan tidak bermanfaat menurut ketentuan syar’i ataupun kebiasan umum di masyarakat. Sementara israf adalah tindakan yang berlebih-lebihan, yaitu penggunaan lahan melebihi kebutuhan pemakaman.

“Kalau dibangun cafe, lounge apa itu ada nilai manfaat? Saya pikir tidak kecuali berbangga dan berlebih-lebihan,” ungkapnya./ Mulya Nurbilkis – detikNews, Rabu, 26/02/2014 10:04 WIB

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 955 kali, 1 untuk hari ini)