eyang-subur-mui

Inilah beritanya.

***

Ajaran Sesat dan Zina Terbuka ala Eyang Subur

 Kontroversi Eyang Subur selama ini mulai terjawab satu persatu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan kalau Eyang Subur yang memiliki delapan istri itu telah mengajarkan kesesatan. Bahkan melakukan praktik perzinaan secara terbuka. Selain itu Eyang Subur harus menceraikan empat istri lainnya, karena tidak dibenarkan menikah lebih dari empat wanita pada waktu bersamaan.

Istri Eyang Subur yang kelima dan seterusnya tidaklah sah dan masuk tindakan perzinaan yang diharamkan agama. Ditambahkan pula kalau praktik perdukunan dan peramalan sudah dipastikan merupakan ajaran sesat. Mempublikasikan praktik perdukunan dan peramalan (iraafah) juga termasuk tindakan haram.

Eyang Subur yang diminta segera bertaubat dan segera menghentikan segala tindak kesesatan tersebut. Sekaligus meluruskan pemahaman syariah dan akidahnya terhadap agama Islam. Eyang Subur pun diminta menghentikan praktik perdukunan yang dilakukan selama ini.

Karena dari informasi masyarakat sekitar lingkungan Eyang Subur, diketahui kalau setiap malam Rabu dan malam Jumat selalu ada ritual. Pengikutnya juga diharapkan dapat kembali pada pemahaman Islam yang sebaiknya. Tidak lagi mengikuti dan menerapkan kesesatan yang disampaikan Eyang Subur.

Dalam fatwa MUI, ada dua hal penting dalam fatwa itu:

Pertama, ditemukan praktek keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariah oleh saudara Subur, dengan menikahi wanita lebih dari empat dalam waktu bersamaan, yang dibuktikan dengan pengakuan yang bersangkutan (iqrar) dan persaksian dari sejumlah orang yang terpercaya (syahadah). Penyimpangan tersebut didasarkan pada fatwa MUI tentang beristri lebih dari empat dalam waktu bersamaan.

Kedua, ditemukan adanya praktek perdukunan dan peramalan oleh saudara Subur yang dibuktikan olehh kesaksian (syahadah) sejumlah orang yang jumlahnya sangat sulit untuk terjadinya kebohongan serta indikasi kuat dalam proses klarifikasi yang menunjukan adanya praktek dimaksud.

Nah, apakah Eyang Subur masih mau ngeyel?

Diposting Tanggal 23 April 2013 10:58 Oleh : Rodokentir , SURABAYA/ ceritamu

***

FATWA MUI: Akidah Eyang Subur Menyimpang dari Islam

JAKARTA– Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur menyimpang dari akidah dan syariah Islam karena melakukan praktik perdukunan dan ramalan.

“Atas dasar itu, MUI meminta Saudara Subur untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Senin (23/4).

Fatwa MUI tersebut dikeluarkan setelah Tim MUI melakukan investigasi, pengkajian dan klarifikasi terhadap paham dan pengamalam keagamaan Eyang Subur secara cermat, teliti dan hati-hati sejak 8-20 april 2013.

Tim MUI menemukan bahwa praktik keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariah oleh Eyang Subur dengan menikahi wanita lebih dari empat orang dalam waktu bersamaan.

Juga ditemukan adanya praktik perdukunan dan peramalan oleh Eyang Subur yang dibuktikan oleh kesaksian sejumlah orang yang jumlahnya sangat sulit untuk terjadinya kebohonggan serta indikasi kuat dalam proses klarifikasi yang menunjukkan adanya praktik dimaksud.

Untuk itu, MUI meminta Eyang Subur melepaskan wanita yang selama ini berkedudukan sebagai istri kelima dan seterusnya serta menghentikan praktik perdukunan dan peramalan.

Ma’ruf Amin menambahkan  Eyang Subur dinilai telah melakukan penyimpangan, tapi belum sampai pada penodaan agama.

“Apabila dia tidak bertobat maka MUI akan menyampaikan ini ke pihak kepolisian untuk diproses, sebab MUI tidak punya wewenang untuk mengeksekusi. Tapi kalau Subur mau bertobat kita bina supaya dia menjadi orang yang lurus,” tambah Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut MUI meminta Eyang Subur membuat pernyataan bertaubat, dan lebih lanjut MUI akan memantau apakah dia akan berubah atau tidak.

Terhadap pengikut Eyang Subur karena keputusan MUI menyatakan ia menyimpang dengan demikian pengikutnya juga diminta berhenti untuk mengikuti Eyang Subur.

MUI juga meminta agar masyarakat terutama umat Islam tidak terprovokasi dan jangan sampai fatwa MUI jadikan dalih untuk digunakan melakukan tindak kekerasan. (Antara/if)

Source : Newswire

Editor : Ismail Fahmi –   Senin, 22 April 2013, 19:23 WIB BISNIS.COM.

 ***

Eyang Subur Dinilai MUI Zina Terbuka

 

JAKARTA–Kontroversi Eyang Subur yang diperdebatkan selama ini terjawab. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan pria tua yang memiliki delapan istri itu telah mengajarkan kesesatan. Bahkan melakukan praktik perzinaan secara terbuka.

Ketua Fatwa MUI Ma”ruf Amin menyatakan Eyang Subur harus menceraikan empat istri lainnya. Sebab, dalam ajaran Islam tidak dibenarkan menikah lebih dari empat wanita. ’’Maka pernikahan kelima dan seterusnya itu tidaklah sah,’’ kata Ma”ruf Amin saat menyampaikan putusan MUI tentang beristri lebih dari empat dalam waktu bersamaan di kantor MUI, Jakarta, Senin (22/4).

Menurutnya ajaran Islam mengakui pernikahan kepada empat perempuan. Itu pun dengan sejumlah kriteria yang dijelaskan dalam Alquran. Tidak bisa menikah empat dalam pemahaman di luar Alquran.

Sedangkan istri kelima dan seterusnya tidak diajarkan dalam agama Islam. Terhadap istri kelima dan seterusnya dengan menggaulinya tidaklah sah. Dapat masuk tindakan perzinaan yang diharamkan agama.

’’Wanita kelima dan seterusnya itu wajib dipisahkan karena tidak sesuai ketentuan syariah,” imbuh ulama berkacamata itu.

Ditanya soal praktik perdukunan, Ma”aruf menegaskan sangat tidak dibenarkan. Termasuk melakukan praktik perdukunan yang sudah jelas haram. Dia menyebutkan praktik perdukunan dan peramalan sudah dipastikan merupakan ajaran sesat. MUI pun telah menerbitkan fatwa terkait persoalan itu sejak lama. ’’Soal perdukunan dan peramalan itu sudah tertuang dalam Fatwa MUI No.2/MunasVII/6/2005,’’ pungkasnya.

Bukan hanya praktiknya yang haram. Mempublikasikan praktik perdukunan (Kahanah) dan peramalan (iraafah) juga termasuk tindakan haram. Dalam bentuk apapun mempublikasikannya menjadi sesat.

Tak itu saja. Dia menyebutkan memanfaatkan, menggunakan dan atau mempercayai segala praktik perdukunan dan peramalan hukumnya juga haram. ’’Maka pengikutnya yang dari kalangan manapun sudah pasti termasuk kelompok haram itu,’’ terangnya.

Lebih lanjut Ma”ruf Amin menjelaskan terhadap Eyang Subur diminta segera bertaubat. Menghentikan segala tindak kesesatan tersebut. Sekaligus meluruskan pemahaman syariah dan akidahnya terhadap agama Islam.

Eyang Subur pun diminta menghentikan praktik perdukunan yang dilakukan selama ini. Pengikutnya juga diharapkan dapat kembali pada pemahaman Islam yang sebaiknya. Tidak lagi mengikuti dan menerapkan kesesatan yang disampaikan Eyang Subur.

Wakil ketua Fatwa MUI, Asrorun Ni”am Sholeh menambahkan tindakan kesesatan yang dilakukan Eyang Subur tak bisa ditoleransi lagi. Segala tindakan yang menyesatkan itu sangat merugikan orang lain. Sudah waktunya dihentikan secepatnya.

Terhadap istri kelima beserta anak-anaknya, dia meminta tetap menjadi tangung jawab Eyang Subur. Untuk memberikan segela kebutuhan hidupnya sebagai bukti tanggung jawab sosial. (rko) jpnn.com Selasa, 23 April 2013 , 06:08:00

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.644 kali, 1 untuk hari ini)