Jaksa Agung: Fatwa MUI Jadi Dasar Pelarangan Gafatar

Inilah beritanya.

***

Fatwa MUI: Gafatar sesat pengikutnya murtad

KH Ma'ruf Amin

KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) – Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) akhirnya keluar. MUI menyebut Gafatar sesat dan pengikutnya telah keluar dari Islam alias murtad. Fatwa tersebut diumumkan Ketua Umum MUI, K. H. Ma’ruf Amir setelah pengkajian dan sidang Komisi Fatwa MUI pada Rabu (3/2/2016) di Gedung MUI, Jakarta Pusat.

“Yang meyakini paham dan ajaran keagamaan Gafatar adalah murtad, wajib bertaubat dan segera kembali kepada ajaran Islam,” kata Ketua Umum MUI Pusat Ma’ruf Amin dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.

Namun Ma’ruf mengatakan bahwa eks anggota Gafatar yang tidak sepenuhnya mengikuti ajaran dan paham Gafatar tidak keluar dari agama Islam dan mengimbau mereka meninggalkan ajaran organisasi itu.

“Kepada para pengikut yang sekedar ikut-ikutan, terbawa saja, agar mereka tidak bercampur lagi dengan komunitas Gafatar. Mereka tidak murtad tapi harus menjauh dari Gafatar itu,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa Gafatar terbukti telah mencampur ajaran tiga agama yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

MUI Pusat mengeluarkan fatwa bahwa Gafatar sesat setelah melakukan kajian menyeluruh.

MUI melihat Gafatar sebagai metamorfosis dari aliran agama bentukan Ahmad Mussadeq yaitu dari al-Qiyadah al-Islamiyah menjadi Komunitas Millah Abraham (Komar).

Ahmad Mussadeq, menurut Kiai Ma’ruf, merupakan figur guru spiritual anggota organisasi itu.

Mussadeq pada 2007 juga telah dianggap sesat lantaran mengaku sebagai nabi setelah Muhammad SAW lewat ajarannya al-Qiyadah al-Islamiyah.

By: arrahmah.com/A. Z. Muttaqin/Rabu, 23 Rabiul Akhir 1437 H / 3 Februari 2016

***

Jaksa Agung Sebut Fatwa MUI Jadi Dasar Pelarangan Gafatar

Jaksa Agung HM Prasetyo

Jaksa Agung HM Prasetyo. (SINDOphoto)

JAKARTA – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Pusat mendorong diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara jaksa agung, menteri dalam negeri dan menteri agama terkait pelarangan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Jaksa Agung HM Prasetyo menuturkan, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait organisasi Gafatar adalah organisasi sesat dan menyesatkan jadi salah satu dasar dari penerbitan SKB tersebut.

“Fatwa MUI akan dijadikan salah satu acuan ketika nanti Tim Pakem memgambil sikap dan keputusan tentang Gafatar,” ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2016).

Pelarangan terhadap Gafatar bukan tanpa alasan. Prasetyo menerangkan, Gafatar adalah metaforfosis dari suatu aliran yang sebelumnya pernah dilarang oleh Kejagung pada kurun 2007.

Kala itu, organisasi itu bernama Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Kini, lanjut Prasetyo, organisasi itu bermetaforfosis menjadi Gafatar dengan berbalut kegiatan sosial, kerja sosial, pendidikan dan pemberdayaan koperasi.

“Tapi faktanya ada ajaran Gafatar yang oleh MUI sudah dinyatakan menyimpang dan menyesatkan,” tegas Prasetyo.

By: nasional.sindonews.com/Saiful MunirJum’at,  5 Februari 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 591 kali, 2 untuk hari ini)