Pangkep (SI Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangkep resmi mengeluarkan fatwa sesat untuk thariqat Naqsyabandiyah Kholidiyah versi Der Moga Muhammad Syukur.

Aliran tareqat yang berkembang di Pulau Pammantauang, Desa Pammas, Kecamatan Liukang Kalmas, Sulawesi Selatan, itu diduga telah menyimpang dari ajaran Islam dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

Ketua MUI Pangkep, KH Waqi Murtala, menjelaskan, salah satu ajaran aliran ini adalah pengultusan berlebihan pada gurunya bahkan para pengikut diajarkan untuk mengingat wajah guru setiap kali salat, dengan meletakkan foto sang guru di atas sajadah.

“Yang menyimpang bukan syariatnya tapi zikirnya versi Der Moga. Ketika mau salat, harus ingat gurunya bukan ingat Allah. Mereka percaya gurunya yang menyampaikan doa mereka pada Allah. Foto gurunya diletakkan di depan (sajadah), ini yang merusak akidah,” kata Waqi, seperti dikutip Okezone.com, Senin (03/11).

Waqi mengatakan, para pengikut didoktrin bahwa sang guru adalah penentu segalanya. Padahal dalam Islam, yang punya kuasa untuk semua hal adalah Allah.

Aliran ini telah masuk dan berkembang di Pulau Pammantauang sejak beberapa tahun terakhir. Tuntutan untuk pembubaran aliran ini telah berkali-kali disampaikan sejumlah pihak.

Terakhir, beberapa waktu lalu, sejumlah organisasi massa mendatangi DPRD Pangkep mengadukan hal ini. Mereka menuntut agar pemerintah tegas.

Red: abu faza/ si online, Senin, 03/11/2014 11:54:13

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.198 kali, 1 untuk hari ini)