Soal: Orang-orang berkata ketika ada bencana dan kesulitan-kesulitan: Ya Rasulallah, dan (memanggil) yang lainnya dari para wali. Dan mereka pergi ke kubur-kubur orang-orang shalih ketika mereka sakit, seraya minta tolong kepada mereka (mayat dalam kubur), dan mereka berkata:Sesungguhnya Allah akan menolak bala’ karena mereka (mayat dalam kubur), kami minta tolong kepada mereka tetapi niat kami kepada Allah, karena yang membekasi adalah Allah. Apakah ini syirik (menyekutukan Allah dengan lain-Nya) atau tidak? Dan apakah mereka dikatakan musyrik? Padahal mereka shalat, membaca Al-Qur’an dan lainnya dari amal yang baik.

Jawab: apa yang mereka lakukan itu adalah syirik yang dulu ahli jahiliyah pertama ada di atasanya, karena mereka dulu menyembah (menyeru) Lata, Uza, dan Manat dan lainnya, mereka minta kepadanya dengan mengagungkannya dan mengharapkan agar mereka (berhala-berhala itu) mendekatkan diri mereka kepada Allah. Dan mereka berkata:

{ ما نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى }

Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya“. (QS Az-Zumar/ 39: 3)

Mereka juga berkata:

{ هؤلاء شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ }

mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada kami di sisi Allah“. (QS Yunus: 18).

Sungguh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa do’a itu adalah ibadah, dan sesungguhnya ibadah itu tidak ada kecuali milik Allah, dan Allah Ta’ala melarang berdoa kepada selain-Nya, maka Dia berfirman:

{ وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ }{ وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ }

106. Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”.

107. Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Yunus/ 10: 106, 107).

Wajib atas orang muslimin untuk mengatakan:

{ إياك نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }

5. Hanya Engkaulah yang kami sembahdan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. (QS Al-Fatihah: 5).

(Pengucapan ayat itu) dalam setiap raka’at dari shalat-shalat mereka, sebagai petunjuk bagi mereka bahwa ibadah itu tidak ada kecuali bagi-Nya, dan bahwa permintaan tolong itu tidak ada kecuali pada-Nya, bukan orang-orang mati dari para nabi dan seluruh orang yang shalih. Dan janganlah menjadikan kamu tertipu yang demikian itu dengan banyaknya shalat mereka, puasa mereka, bacaan-bacaan (Al-Qur’an) mereka, karena sesungguhnya mereka termasuk orang yang sesat usaha mereka dalam kehidupan di dunia sedang mereka mengira bahwa mereka berbuat baik. Dan yang demikian itu bahwasanya tidak terbangun di atas landasan tauhid yang murni, maka usaha mereka itu adalah bagai debu yang beterbangan. Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah atas kesyirikan mereka dan musnahnya amal mereka itu banyak, maka rujukkanlah hal itu kepada ayat-ayat Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih dan kitab-kitab Ahlus Sunnah. Kami memohon kepada Allah hidayah untuk kami dan kamu.

Al-Lajnah Ad-Daaimah lil-buhuts al-‘ilmiyyah wal ifta’, fatwa nomor 9027

Ketua : Abdul aziz bin Abdullah bin Baaz

Anggota: Abdul Razzaq ‘Afifi

Anggota; Abdullah bin Ghadyan

Anggota: Abdullah bin Qu’ud.

Teks Fatwa tentang Meminta kepada Isi Kubur:

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء – (ج 1 / ص 133)

السؤال الثاني والخامس من الفتوى رقم (9027):

س3: يقول الناس عند النوازل والشدائد: يا رسول الله، وغيره من الأولياء، ويذهبون إلى مقابر الصالحين في حالة المرض ويستغيثون بهم، ويقولون: إن الله يدفع البلاء بهم، نحن نستمدهم لكن نيتنا إلى الله، لأن المؤثر هو الله، هل هذا شرك أم لا، وهل يقال لهم: إنهم مشركون؟ والحال أنهم يصلون ويقرأون القرآن وغيره من العمل الصالح.

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء – (ج 1 / ص 134)

ج3: ما يفعله هؤلاء هو الشرك الذي كان عليه أهل الجاهلية الأولى، فإنهم كانوا يدعون اللات والعزى ومناة وغيرهم ويستغيثون بهم؛ تعظيمًا لهم، ورجاء أن يقربوهم إلى الله

ويقولون: { ما نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى } (1) ويقولون أيضًا: { هؤلاء شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ } (2) وقد بين النبي صلى الله عليه وسلم أن الدعاء عبادة، وأنها لا تكون إلا لله، ونهى الله تعالى عن دعاء غيره، فقال: { وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ }{ وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ } (3) وعلى المسلمين أن يقولوا: { إياك نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ } (4) في كل ركعة من صلواتهم؛ إرشادًا لهم إلى أن العبادة لا تكون إلا له، وأن الاستعانة لا تكون إلا به دون الأموات من الأنبياء وسائر الصالحين، ولا يغرنك مع ذلك كثرة صلاة هؤلاء وصيامهم وقراءتهم، فإنهم ممن ضل سعيهم في الحياة الدنيا وهم

_________

(1) سورة الزمر ، الآية 3 .

(2) سورة يونس ، الآية 18 .

(3) سورة يونس ، الآيتان 106، 107 .

(4) سورة الفاتحة ، الآية 5 .

فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء – (ج 1 / ص 135)

يحسبون أنهم يحسنون صنعًا؛ وذلك أنها لم تبن على أساس التوحيد الخالص، فكانت هباًء منثورًا، والأدلة من الكتاب والسنة على شركهم وإحباط عملهم كثيرة، فراجع في ذلك آيات القرآن والسنة الصحيحة وكتب أهل السنة، نسأل الله لنا ولك الهداية.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

عضو // عضو // نائب رئيس اللجنة // الرئيس //

عبد الله بن قعود // عبد الله بن غديان // عبد الرزاق عفيفي // عبد العزيز بن عبد الله بن باز //

(nahimunkar.com)

(Dibaca 680 kali, 1 untuk hari ini)