.

 

FB abal-abal alias akun palsu di Facebook memang bukan hal yang aneh lagi, beragam tujuan menjadi alasan menjamurnya FB abal-abal. Bahkan jumlahnya tidak sedikit, diperkirakan dari total 1,2 miliar total pengguna FB saat ini, ada sekitar 5,5% hingga 11,2% porsi FB abal-abal. Artinya, ada sekitar  137,76 juta akun.

Sebuah laporan yang dilirlis Facebook pada kuartal IV 2013 pekan lalu menyebutkan beberapa fakta menarik seputar jumlah pengguna jejaring sosial paling fenomenal tersebut. Jumlah akun abal-abal hingga Desember 2013 lalu ditaksir pada kisara 67,75 juta.

Facebook kemudian mengelompokan akun abal-abal tersebut sesuai dengan tujuannya, berikut daftarnya

Akun duplikat, misalnya duplikat akun artis atau public figure lainnya yang ditaksir mencapai 4,3% hingga 7,9%, atau sekitar 52,89 juta hingga 97,17 juta akun.

Akun misclassified atau akun yang dibuat untuk tujuan tertentu, akun jenis ini ditaksir mencapai 0,8% hingga 2,1%, atau sekitar 9,84 juta hingga 25,83 juta akun.

Akun undesireable atau akun yang dibuat untuk melanggar ketentuan (TOS), akun jenis ini ditaksir mencapai 0,4% hingga 1,2%, atau sekitar 4,92 juta hingga 14,76 juta akun.

Tahun sebelumya, FB juga merilis data serupa namun jumlahnya masih berkisar dibawah puluhan juta. Sulit memang memastikan berapa jumlah FB abal-abal alias akun palsu yang menjamur entah dengan tujuan apa dibuat. Namun jika mengambil presentase tertinggi, maka jumlahnya berkisar pada angka 137,76 juta.

Posted on Feb 9 2014 – 7:05am by suroso / iBerita.com –

***

Abal-abal

(Bahasa gaul, mungkin perlu Anda ketahui juga)

Ngomongin perkembangan bahasa, emang nggak ada habisnya. Apalagi bahasanya anak muda yang terinspirasi dari banyak hal. Anak muda yang suka memakai bahasa gaul terkesan suka comot sana-sini untuk menciptakan istilah baru.

Beberapa bahasa gaul, ada yang sejarahnya dari bahasa prokem. Dulunya bahasa prokem digunakan oleh sesama anggota suatu kelompok agar komunikasi mereka nggak ketahuan sama pihak lain, polisi misalnya.

Tapi ada juga bahasa gaul yang datang dari bahasa daerah, lho. Nggak cuma berasal dari bahasa Jawa atau Betawi, ada juga kosa kata gaul yang datang dari bahasa Melayu.

Pernah dengar kata ”abal”? Biasanya kata itu digandakan penggunaannya menjadi ”abal-abal”.  Kata itu juga sering kita dengar dalam percakapan anak muda, orang dewasa, bahkan sampai pada bahasa koran (bahasa jurnalistik).

Coba deh cermati dan rasakan makna kalimat yang diucapkan seorang mahasiswa kepada kawannya berikut ini: ”Wah Bro, emang bener nih. Pantesan buat ngeprint selalu ngadat, komputer dan printermu abal-abal sih.”

Ini kalimat sindiran seseorang karena komputer dan printer yang digunakan nggak bisa bekerja dengan baik. Abal-abal dalam kalimat itu bisa berarti kualitas rendahan, bukan kualitas nomor satu.

Atau pengertian yang lebih ektrem lagi, ”abal-abal” bisa dimaknai barang palsu. Pernah kan dengar kalimat iklan, ”Kalau beli aki yang asli, jangan yang abal-abal”?

Terkadang kata itu juga nggak berdiri sendirian lho. Dalam kalimat ini misalnya, “Ah, baju kamu abal disko banget sih!” Nah, apalagi itu ”abal disko”?

Kalau frase yang satu itu bisa dimaknai sesuatu yang usang, lama dan hampir nggak ada gunanya. Kalau kata anak muda sekarang itu zaman dulu (zadul) banget. Cocok banget untuk mengatakan sesuatu yang memang sudah ketinggalan zaman.

Yup, bisa jadi ada yang telinganya belum akrab dengan kata ”abal-abal” atau ”abal disko”. Pasalnya dari awal kata ini emang lebih sering digunakan oleh warga Jakarta. Kelamaan baru sering muncul di iklan dan di koran-koran.

Masih ada yang memaknai kata ”abal-abal” lagi, lho. Dalam kamus slang misalnya, ”abal-abal” digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang jelek, culun punya (cupu) atau di bawah standar. ”Ah, abal banget sih acaramu!”. “Abal” dalam kalimat itu berarti jelek.

Meski artinya rada beda, tapi kata ”abal” pada dasarnya mengacu pada satu maksud, yaitu palsu atau jelek. Biasanya dipakai untuk meledek atau memang untuk mengatai sesuatu yang nggak bagus.

Lalu, dari mana sih datangnya kata ”abal”? Dalam bahasa Batak Toba emang dikenal kata ”abal-abal”, tapi artinya ”peti mati”. Nggak nyambung banget ya? Usut punya usut, kata ”abal” yang kita bicarakan ini dulunya kepunyaan bahasa Melayu Ambon, lho. ”Abal” dalam bahasa Melayu Ambon punya arti ”palsu”.

Nah, cocok kan dengan penggunaannya sekarang. Hm, kata ”abal” bisa dijadikan salah satu bukti kalau bahasa anak muda zaman sekarang juga terinspirasi dari bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Tapi tampaknya bahasa gaul yang satu ini belum masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (62)

Siti Khatijah/ SM Cetak – Ekspresi Suara Remaja

25 Maret 2012/ http://m.suaramerdeka.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.393 kali, 1 untuk hari ini)