www.postmetro.co – Mantan relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ferdinand Hutahaean menyesalkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal dugaan makar.

“Pernyataan Kapolri tersebut menurut saya adalah pernyataan yang kurang bijak, pernyataan yang tidak sepatutnya dikeluarkan oleh seorang Kapolri karena hal tersebut bukannya mendinginkan suasana tapi akan lebih memprovokasi situasi dilapangan,” kata Ferdinand kepada TeropongSenayan di Jakarta, Senin (21/11/2016).

Menurutnya, Kapolri tidak bisa menghalangi dan menghambat aksi penyampaian pendapat di depan publik.

“Kapolri masih menganut pemaksaan kekuasaan daripada mengedepankan penegakan hukum yang memenuhi rasa keadilan masyarakat,” ungkap dia.

Selain itu, lanjut dia, Kapolri juga harus menjelaskan kepada publik tentang indikator makar yang dimaksud orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut.

“Tidak bisa Kapolri hanya menuding begitu saja tanpa bukti. Justru Kapolri bisa dituduh menebarkan keresahan publik dengan pernyataannya jika tidak menyampaikan bukti-bukti indikasi makar tersebut,” tandas dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku sempat mendapat informasi mengenai adanya unjuk rasa yang bertujuan untuk makar dan menduduki gedung DPR pada tanggal 25 November 2016.

Selain itu, Kapolri juga tidak akan mengizinkan bagi massa yang akan demo pada 2 Desember 2016 jika bertempat di bundaran Hotel Indonesia (HI). Tito menyarankan agar tempatnya dipindahkan ke lokasi yang tidak mengganggu ketertiban umum. [tsc]

Sumber : postmetro.co

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.240 kali, 1 untuk hari ini)