Kamis, 20 Safar 1434 H / 3 Januari 2013

reza-nangin_854273842398

Salah seorang pemeran film ‘Cinta Tapi Beda

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Film besutan Hanung Bramantyo, ‘Cinta Tapi Beda’, telah memutarbalikkan fakta dan memojokkan masyarakat Minang yang kental dengan tradisi Islam.

Karenanya, film yang menceritakan hubungan percintaan beda keyakinan itu harus ditarik dari peredaran.

Pernyataan sikap itu disampaikan Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Minang Jaya (KMM Jaya), melalui rilis kepada itoday (3/1/2013).

Dalam rilis yang ditandatangani Muhammad Rozi itu, KMM Jaya menegaskan bahwa film ‘Cinta Tapi Beda’  menyimpang dari falsafah ‘Adat Basyandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK).

Muhammad Rozi menegaskan, KMM Jaya sangat terusik dan terhina dengan film Cinta Tapi Beda. Film itu berpotensi merusak sendi-sendi adat dan budaya masyarakat Minang dalam kehidupan sehari-hari, yang sangat menjaga hubungan antar sesama.

“Untuk itu kami meminta Hanung Bramantyo yang menyutradarai film ini meminta maaf kepada mahasiswa dan masyarakat Minang dan menghentikan penayangan film ini di bioskop, karena selain  menghina Islam juga merusak sendi-sendi adat dan budaya masyarakat Minang,” tegas Muhammad Rozi.

Tak hanya itu, Rozi mensinyalir, film Cinta Tapi Beda menjadi bagian dari agenda terselubung dari pihak-pihak yang mendukung film itu,  untuk menghancurkan adat dan  budaya masyarakat  di Indonesia.

Di dalam film kontroversial itu, diceritakan kisah percintaan Diana, seorang gadis Minang Katolik yang taat, dengan Cahyo, laki-laki Jawa Muslim yang  juga taat beribadah. Percintaan itu tidak disetujui kerabat dan orang tua masing-masing, hingga akhirnya Diana dijodohkan dengan laki-laki Minang, Dokter Oka yang beragama Katolik.

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) menyatakan, film ‘Cinta tapi Beda’ haram hukumnya ditonton umat Islam. Film itu telah menyebarkan ide-ide pluralisme dan dapat membahayakan akidah umat Islam.

“Hanung dapat dikenai Pasal 4 UU No. 1/PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Kita akan bawa Hanung ke ranah hukum,” tegas Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas kepada itoday, Jumat (28/12/2012).

Habib Muhsin juga mengatakan, FPI, ormas Islam dan MUI akan melayangkan protes keras terhadap film ‘Cinta Tapi Beda’ itu. “Ini bukan persoalan FPI saja, tetapi ormas Islam, MUI. Kita akan melakukan protes keras terhadap film itu,” tegas Habib Muhsin.

Hanung Bramantyo sempat mengungkapkan bahwa dalam film itu ia mencoba memotret fenomena kisah cinta beda agama yang selama ini tak pernah menghasilkan jalan keluar. Hanung menyatakan bahwa ide pembuatan film datang dari rekan sutradaranya, Hestu Saputra.

Kepada wartawan, Hanung juga mengungkapkan, dalam film Cinta Tapi Beda kali ini ia ingin menunjukkan apa saja dampak positif dan negatif dari hubungan cinta yang dilatarbelakangi perbedaan keyakinan. Parah! Apa pentingnya, selain karena memang ada kepentingan? (salam-online). Sumber: itoday

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.676 kali, 1 untuk hari ini)