anti ahmadiyah 2

Ilustrasi: Ayo Bubarkan Ahmadiyyah! What You Wait, Sir?/ abisyakir

FORUM Masyarakat Anti Maksiat dan Aliran Sesat (Formasat) Tasikmalaya telah mengeluarkan pernyataan sikapnya terkait bentrokan umat Islam dengan kelompok Ahmadiyah  di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepada Islampos.com, Selasa (7/5/2013), Formasat mendesak kepada pemerintah Tasikmalaya untuk membersihkan Ahmadiyah di Tasikmalaya. Mereka juga mendukung langkah Ormas Islam membubarkan Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya.

Kepada pihak kepolisian, Formasat menghargai dan menghormati usaha Polres Tasikmalaya untuk menghentikan acara Jalsah Ahmadiyah se-Jawa Barat di Salawu. Mereka juga mengecam keras panitia Ahmadiyah yang melecehkan dan menghina aparat.

“Saatnya polisi dan umat Islam Tasikmalaya bersatu untuk membina dan mengusir Ahmadiyah,” tegas Formasat. (Pz/Islampos) By Pizaro on May 8, 2013

***

‘Pemerintah Keras Kepada Umat Islam, Tapi Lunak Kepada Ahmadiyah’

By Pizaro on May 7, 2013

KASUS bentrokan umat Islam Tasikmalaya dengan Ahmadiyah, Ahad (5/5/2013) di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya dinilai terjadi karena ketidaktegasan pemerintah terhadap ajaran Ahmadiyah. Meski dinyatakan sebagai aliran sesat dan dilarang melakukan kegiatan di Jawa Barat, tapi Ahmadiyah masih bebas berkeliaran menjalankan misinya.

Forum Masyarakat Anti Maksiat dan Aliran Sesat (Formasat) Tasikmalaya menuding pemerintah hanya tegas kepada masyarakat yang melakukan penyerengan kepada kelompok Ahmadiyah, tapi kepada Ahmadiyah yang sudah menghina Nabi, pemerintah tumpul tidak berdaya.

“Akhirnya terjadi hukum adat untuk penanganan kasus Ahmadiyah ini,” kata Wawan perwakilan Formasat Formasat dalam rilisnya kepada Islampos.com, Selasa (7/5/2013).

Warga Tasikmalaya sangat resah dengan kehadiran Ahmadiyah. Bahkan warga menuntut agar Ketua Panitia Jalsah Hasanah Ahmadiyah se-Jawa Barat di Salawu diseret ke penjara. Sayangnya, pemerintah dinilai tidak mempan untuk membubarkan dan menangkap mereka..

“Padahal tidak ada satu hukum pun yang membolehkan Ahmadiyah menyebarluaskan ajaran sesat dan melakukan kegiatan pendoktrinan kesesatan,” katanya. (Pz/Islampos)

***

Inilah Kronologi Bentrokan Ahmadiyah Dengan Umat Islam Di Tasikmalaya

By Pizaro on May 7, 2013

 ADA fakta yang tidak diungkap media massa terkait bentrokan antara masyarakat dan kelompok Ahmadiyah pada Ahad (5/5/2013) di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Pemberitaan media massa bahwa telah terjadi penyerangan dan perusakan massa terhadap tempat ibadah milik Ahmadiyah ternyata memunculkan sebuah kronologi sebelum terjadi penyerangan.

Menurut Wawan dari Forum Masyarakat Anti Maksiat dan Aliran Sesat (Formasat) Tasikmalaya, bentrokan bermula saat pihak Ahmadiyah menggelar acara Jalsah Hasanah Ahmadiyah se-Jawa Barat.

Dalam rilisnya kepada Islampos.com Selasa (7/5/2013), Wawan menjelaskan sebelumnya warga telah mengeluhkan kegiatan Ahmadiyah berlangsung di Tasikmalaya.

Pihak Polres Tasikmalaya pun melakukan negosiasi dan memberikan peringatan sejak Jum’at (3/5/3013) kepada panitia acara Ahmadiyah. Kepada panitia, polisi meminta kegiatan tersebut dihentikan pada Sabtu (4/5/2013).

Ahmadiyah sendiri sudah dilarang melakukan kegiatan di Jawa Barat. Larangan tersebut tertuang dalam peraturan Gubernur Jawa Barat No 12 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaat Ahmadiyah di Jawa Barat yang diteken Gubernur Ahmad Heryawan.

Namun apa daya, pihak Ahmadiyah tetap tidak menggubrik himbauan Polres Tasikmalaya. Bahkan Ahmadiyah menantang Ormas dan Umat Islam. “Mereka tidak mau bubar karena mempertahankan akidah mereka,” katanya. (Pz/Islampos)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 334 kali, 1 untuk hari ini)