Aksi Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya memprotes patung ‘porno’ di Surabaya, Jatim, Selasa (05/12/2017). Patung telah ditutup kain.


Patung ‘porno’ di Surabaya telah ditutup kain. Pihak manejemen CitraLand berjanji akan mengganti patung ‘porno’ itu.

Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya menggelar aksi penolakan atas berdirinya patung ‘porno’ di sekitar kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus Lidah Wetan, Surabaya.

“Kami menolak keberadaan patung tersebut yang tanpa kami sadari menurut pengakuan manajemen patung itu sudah berdiri 15 tahun,” ujar Imam Budi Utomo, Penanggung Jawab Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya, kepada hidayatullah.com, Selasa (05/12/2017) malam.

Sebagai bentuk penolakan tersebut, Selasa siang tadi, Forum Anak Muda itu melakukan aksi penutupan patung. “Kami aksi menutupi aurat patung tersebut dengan kain putih,” jelasnya.

Informasi dihimpun media ini, aksi gelar mulai pukul 14.00 WIB bertempat di pintu depan CitraLand samping Kampus UNESA. Puluhan anak muda melakukan aksi protes atas keberadaan patung tersebut.

Pada pukul 14.10 WIB, massa menutup patung dengan menggunakan kain warna putih. Lalu pada pukul 14.15 WIB, Imam Budi Utomo menyampaikan sejumlah hal.

Antara lain, pertama, “Bahwa patung pornografi (Balerina) ini tidak layak diberdirikan di CitraLand apalagi di dekat kampus yang ternama (UNESA).

Seharusnya, menurutnya, patung tersebut dipasang di tempat museum dan tempat yang pantas, jangan dibangun di pinggiran jalan besar. “Secara tidak sengaja menimbulkan persepsi orang banyak.”

Kalau memang cinta terhadap Kota Pahlawan, lanjutnya, seharusnya membangun patung yang bernuansa pahlawan perjuangan. “Kemudian apabila patung ini tidak diganti kami akan merobohkannya,” sebutnya.

Dalam aksi tersebut, menurutnya, pihak manajemen pendirian patung itu, CitraLand, cukup komunikatif.

“Kami meminta agar patung tersebut untuk dipinggirkan diganti dengan patung yang mencerminkan Kota pahlawan dengan waktu seminggu,” ujar Imam.

Disebutkan, pihak manejemen CitraLand diwakili Dariono mengaku akan menutup patung ‘porno’ itu. “Akan kami tutup dengan kain hitam dan selanjutnya tidak lama akan diganti dengan patung lain,” sebutnya sebagaimana informasi diterima media ini.

Pada pukul 14.30 WIB massa meninggalkan patung patung ‘porno’ itu. “Pukul 14.43 WIB pihak dari CitraLand menutup patung Balerina dengan kain hitam.”

Forum Anak Muda Peduli Kota Pahlawan Surabaya, jelas Imam, terdiri dari sejumlah elemen, seperti Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Karang Taruna, Kwarda HW, dan Forum Relawan Saya Surabaya.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, sebuah patung yang memperagakan adegan ‘porno’ di Surabaya membuat heboh sebagian masyarakat.

Patung itu terdiri dari beberapa unsur, dimana unsur utamanya adalah dua sosok yang tampak menyerupai seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Keduanya tampak berpenampilan seronok bahkan cenderung (maaf) bugil. Patung “pria” merangkul patung “wanita” yang bagian dadanya tampak terbuka alias tak tertutupi.

Menyikapi patung ‘porno’ tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim berjanji akan mengirimkan surat kepada pihak Pemerintah Kota Surabaya.

Persoalan itu akan dibahas dalam rapat pimpinan (rapim) MUI Jatim, besok. “In sya Allahkamis besok rapim,” ujar Sekretaris MUI Jatim Mochammad Yunus kepada hidayatullah.com, Selasa (05/12/2017) sore melalui pesan singkat saat dikonfirmasi.*

Rep: SKR

Editor: Muhammad Abdus Syakur / hidayatullah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.220 kali, 1 untuk hari ini)