.

JAKARTA (voa-islam.com)  Lama-lama rakyat “nek” alias sebel melihat kelakuan Ahok yang setahun menjadi wakil gubernur DKI. Berbagai kebijakan, tindakan, dan ucapannya, Ahok menampakkan sosok yang arogan. Sehingga, menimbulkan anti-pati dikalangan rakyat dan warga ibukota.

Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso, mengatakan, pihaknya akan mencari dan menangkap pemasang spanduk bertuliskan “Usir Ahok dari Jakarta Sekarang Juga Karena Mau Cabut Subsidi BBM dan di DKI Jakarta” yang dipasang di pagar gedung DPRD DKI Jakarta.

“Kita akan cari tahu siapa yang masang spanduk itu. Akan kita kejar,” katanya ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Senin (23/12/2013).

Kukuh mengakui pemasangan spanduk “Usir Ahok” itu memang lepas dari pantauan petugas pengamanan dalam (Pamdal) Balaikota DKI. Ia menduga pelaku sengaja memasang spanduk tersebut pada tengah malam atau saat situasi sunyi.

Kukuh memastikan, spanduk itu tak mempunyai izin. Oleh sebab itu, jika telah mengetahui pihak yang memasang, pihaknya akan memberikan sanksi berupa denda, yakni denda spanduk tak izin. Soal konten (isi) spanduk yang bernada provokasi, dirinya menegaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi internal terlebih dahulu. Apakah akan menindaklanjutkannya ke kepolisian atau tidak.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah spanduk berukuran sekitar 2 x 0,5 meter bertuliskan “Usir Ahok Dari Jakarta Sekarang Juga, Karena Mau Cabut Subsidi BBM di DKI Jakarta” terpasang di pagar Gedung DPRD DKI Jakarta, pada hari Minggu (22/12/2013) kemarin.

Dalam spanduk itu tercantum nama sebuah Ormas yakni Forum Betawi Bersatu Se-Jabodetabek (FBB), yang menyerukan pengusiran terhadap Ahok. Bahkan dalam spanduk yang didominasi warna hijau itu, terpasang wajah Ketua Umum FBB KH Endang.

Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengusulkan ke pemerintah pusat untuk menghentikan BBM bersubsidi ke DKI Jakarta. Salah satu alasah Ahok meminta penghentian BBM bersubsidi adalah untuk mencegah kemacetan di Jakarta.

Jokowi dan Ahok sudah punyeng sesudah berkuasa di DKI Jakarta selama setahun. Tak ada progres (kemajuan) yang selama tahun pemerintahannya. Menghadapi kemacetan yang semakin menggila, Jokowi dan Ahok dengan obat “cespleng” melukan tindakan sterilisasi jalur bus way, dan sekarang akan melakukan pencabutan subsidi BBM. Tanpa memikirkann dampaknya. Af/hh

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.889 kali, 1 untuk hari ini)