Kamis, 01/10/2015 14:15:48

Presiden Jokowi mengunjungi rumah penyiksaan para jenderal di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis (01/10). (foto: liputan6.com)

Jakarta (SI Online) – Ketua Forum Komunikasi Persatuan Purnawirawan TNI-Polri Letjen (Purn) Syaiful Sulun meminta generasi penerus mewaspadai keberadaan penganut ideologi PKI gaya baru yang bergerak di sejumlah sendi kehidupan bangsa.

“Musuh kita PKI dengan gaya barunya sudah masuk ke mana-mana, termasuk ke MPR dan DPR. Dia bergerak di bawah permukaan tidak terlihat, hanya orang yang tahu yang dapat merasakan,” kata Syaiful Sulun dalam acara peringatan Kesaktian Pancasila di Jakarta, Kamis (01/10) seperti dikutip ANTARA.

Pangdam V Brawijaya pada 1985-1987 itu mengatakan saat ini ada pihak yang berteriak kepada presiden agar meminta maaf kepada PKI. Pihak-pihak itu menurut dia, mencoba memutarbalikkan sejarah dengan menyebut PKI adalah korban.

“Mereka berteriak agar presiden minta maaf. Yang jadi korban itu siapa, mereka memulai kudeta dengan membunuh jenderal kita, makanya rakyat waktu itu marah,” tukasnya.

Dia menegaskan pihak-pihak semacam itu berupaya merusak pola pikir generasi muda. Padahal, kata dia, rakyat saat ini jelas tidak menghendaki ideologi komunis termasuk liberalis. “Yang rakyat kehendaki hanya ideologi Pancasila,” ujar jenderal yang pernah menjabat sebagai Kasospol ABRI itu.

Pada kesempatan yang sama, Syaiful juga mendukung pernyataan Istana bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan meminta maaf kepada PKI. “Tidak perlu minta maaf. Dia (PKI) yang minta maaf sama kita,” tegasnya Syaiful.

red: shodiq ramadhan

sumber: ANTARA

Sumber: suara-islam.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.002 kali, 1 untuk hari ini)