.

 

Surakarta (An-najah.net) – Forum Klarifikasi Isu Syiah dalam rangka tabayun mengungkap syubhat atas  kesyi’ahan Ust. Mudzakir itu Syiah atau bukan, gagal dilaksanakan. Hal ini disampaikan Ir. Yan Sugiarto, sebagai koordinator Forum Klarifikasi Isu Syiah saat Jumpa Pers di Masjid Al Huda, Ngruki, Surakarta. Sabtu (25/1).

Koordinator Forum Klarifikasi  Isu Syiah ini mengatakan acara ini rencananya akan diadakan di Masjid Al Huda, pada Sabtu (25/1) pukul 09.00 WIB.

Menurut ia acara ini sebenarnya akan menghadirkan dari kedua belah pihak. Pihak yang tertuduh sebagai syiah dan pihak yang menuduh serta tokoh-tokoh yang ahli dalam persoalan syiah.

“Forum tabayun ini untuk mempertemukan pihak-pihak yang selama ini menjadi kunci permasalahan. Adapun sebagian besar nama yang lain hanya bertindak sebagai saksi yang akan menyaksikan jalannya klarifikasi ini, dengan begini diharapkan semua permasalahan menjadi jelas” tuturnya.

Yan Sugiarto menjelaskan forum ini bermula dari sikap sebagian jama’ah masjid Al Huda yang menolak berdiri dibelakang Pak Imam dalam sholat wajib mereka. Mereka memiliki alasan sebab pak imam memiliki kedekatan dengan ust. Mudzakir yang sudah dipersepsikan sebagai tokoh syiah dan ia menurut Said Sungkar telah berbai’at dengan khomeini. Bahkan pak imam ini sudah mengaji ke tempat ust.Mudzakir di Gumuk selama 30 tahun.

Maka untuk menjembatani permasalahan ini, takmir masjid , seksi dakwah dan pak imam mengadakan forum kecil yang akhirnya mengadakan kesepakatan untuk membuat tim forum klarifikasi tentang ust. Mudzakir syiah atau bukan.

Yan Sugiarto menjelaskan dalam tim ini telah terjadi kesepakatan dengan ketentuan pertama, forum klarifikasi akan dilakukan secara tertutup. Kedua, berada ditempat yang netral. Ketiga, waktu fleksibel yang akhirnya disepakati tanggal 25 Januari 2014, jam 09.00 WIB.

“Saya bertugas untuk menjalin hubungan keluar sedangkan pak imam bertugas menjalin hubungan ke dalam dengan gumuk” paparnya.

Namun acara ini tidak bisa dijalankan karena adanya permintaan sepihak dari pihak Gumuk. Pihak Gumuk meminta acara diadakan di Gumuk tempat ust. Mudzakir tinggal. Hal ini tidak sesuai kesepakatan sebelumnya, dimana tempat yang akan ditempati haruslah netral. Yaitu, masjid al-Huda Ngruki, sebagai tempat kejadian awal.

Pengurus masjid bagian pendidikan ini menegaskan bahwa panitia forum ini telah menawarkan kepada pihak gumuk agar acara tabayun sebagai gantinya di Masjid MUI Surakarta saja. Namun sampai saat jumpa pers terjadi pihak Gumuk belum memberikan jawaban.

“Sebenarnya para tokoh Islam dari luar kota telah berkumpul di Solo, mereka punya antusias yang tinggi untuk mengungkap syubhat ini, agar mengangkat syubhat ini dan menenangkan Umat” tegasnya.

Ia memaparkan tokoh-tokoh yang direkomendasikan untuk dihadirkan beberapa pihak yang nantinya sebagai tokoh kunci dan saksi. Pihak yang di undang Prof. Dr. dr. Zaenal Arifin Adnan, sp. PD. KR. FINASIM dari MUI Surakarta, Dr. Mu’inuddinillah Basri, MA dari DSKS, Ust. Rosyid Ba’asyir LC, Ust. Badru Tamam, Lc, Ust. Teuku Azhar, Lc, Ust. Said Sungkar, Ust. Abdurrachim Ba’asyir, Ust. Farid Ahmad Okbah, Lc, MA, Ust. Anung Al Hamat, Lc. M.PDI, Dr. Kh. Atian Ali Muh. Da’I Lc. MA, Ust. Aris Munandar, Lc, Ust. Hartono Ahmad Jaiz.

Sebagai bukit keseriusan para tokoh dan panitia acara ini, sebagian tokoh yang ada di luar kota Solo sudah tiba di Solo sejak jum’at kemarin (24/10. “Padahal mengundang dan mempertemukan tokoh-tokoh ini, bukan perkara mudah.” Ungkap Yan Sugiarto dengan nada kecewa.* (Ihsan/annajah)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.173 kali, 1 untuk hari ini)