Badung detikNews – Tim Polda Bali menangkap 103 warga Tiongkok pelaku kejahatan siber. Ratusan WN Tiongkok ini ditangkap di tiga lokasi yang berbeda di wilayah Polda Bali.

Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali dan Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) Polda Bali.

49 orang diamankan di sebuah rumah di Jalan Perumahan Mutiara nomor 1 Abianbase, Mengwi, Kabupaten Badung. Mereka terdiri dari 44 WNA, 7 perempuan dan 37 laki-laki serta 5 WNI, 2 perempuan dan 3 laki-laki.

Lokasi penangkapan kedua berada di Jalan Bedahulu XI Nomor 39 Denpasar. Di tempat ini petugas mengamankan 32 orang yakni, 28 warga Tiongkok, 25 laki-laki dan 3 perempuan serta 4 orang WNI. Selanjutnya TKP ketiga di Jalan Gatsu I Nomor 9 Denpasar. Dengan jumlah pelaku 33 orang. WNA sejumlah 31 orang yang terdiri dari 30 laki-laki dan seorang perempuan. Termasuk dua orang Warga Negara Indonesia.

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Anom Wibowo mengatakan para pelaku ini mengetahui skandal atau kasus hukum para korban karena membeli data di pasar gelap.

Anom menjelaskan dengan data tersebut para pelaku mengetahui identitas para korban dan kasus hukum maupun skandal para korbannya. Tak tanggung-tanggung mereka menipu korban dengan mengaku sebagai petugas berwajib atau aparatur dari instansi pemerintah.

Kelebihan pelaku ini bisa mengubah nomor telepon yang mereka gunakan menghubungi korban. Nomor-nomor tersebut diubah menjadi nomor telepon kantor ataupun petugas keamanan di negaranya.

Barang bukti telepon yang disita dari lokasi penangkapan WN Tiongkok pelaku penipuan siber. Kini ke-103 WN Tiongkok itu bersama 11 WNI diperiksa di Mapolda Bali.

Sumber: news.detik.com / Nandhang Astika

***

Polisi Tangkap 103 Penjahat Siber Asal China di Bali

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali dan Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) Polda Bali menangkap 103 warga Tiongkok dari tiga lokasi berbeda di Badung dan Denpasar, Bali. WNA ini diamankan karena terlibat kasus cyber frauds atau tindak pidana kejahatan internet.

Dari penangkapan ini, 49 orang diamankan di sebuah rumah di Jalan Perumahan Mutiara nomor 1 Abianbase, Mengwi, Kabupaten Badung. Mereka terdiri dari 44 WNA, 7 perempuan dan 37 laki-laki serta 5 WNI, 2 perempuan dan 3 laki-laki.

“Pengungkapan ini merupakan yang kedelapan sejak pertengahan 2017. Kita dapat mengungkap 114 orang, 103 (WN) China dan 11 lainnya orang Indonesia,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bali Kombes Anom Wibowo di lokasi penggrebekan, Selasa (1/5/2018).

Dari delapan kasus, pengungkapan ini merupakan pengungkapan dengan jumlah pelaku terbesar. Setelah Mengwi, tim Polda Bali kemudian menuju ke lokasi kedua yang berada di Jalan Bedahulu XI Nomor 39 Denpasar. Di tempat ini petugas mengamankan 32 orang yakni, 28 warga Tiongkok, 25 laki-laki dan 3 perempuan serta 4 orang WNI.

Selanjutnya TKP ketiga di Jalan Gatsu I Nomor 9 Denpasar. Dengan jumlah pelaku 33 orang. WNA sejumlah 31 orang yang terdiri dari 30 laki-laki dan seorang perempuan. Termasuk dua orang Warga Negara Indonesia.

“Kami akan mendalami kasus ini. Ini baru pengungkapan awal. Diharapkan bisa berkembang karena kejahatan ini merupakan fenomena yang terulang dan terulang lagi,” tegas Anom yang baru menjabat Dirkrimsus Polda Bali selama 2 hari.

Sebanyak 114 WNA dan WNI ini selanjutnya diamankan di mapolda Bali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.***

By PlatMerah / beritaplatmerah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 452 kali, 1 untuk hari ini)