JAKARTA– Setelah kegegeran beberapa hari lalu dicetuskan Emilia Renita AZ gegara status “tuhan syiah bukan Tuhannya Nabi Muhammad”, kini publikasi seorang blogger yang membocorkan foto-foto pusat kaderiasi militan syiah Hauzah di Bangil kembali ramai dibicarakan di dunia maya, sebagaiamana disebarkan pengguna Facebook pada Sabtu (11/10/2014).
Blogger tersebut menguak beberapa foto yang menggambarkan betapa syiah Indonesia begitu serius mempersiapkan kadernya guna melawan Ahlu Sunnah. Dinyatakan pula bahwa hal tersebut tidak dapat dianggap main-main, sebab itu Ummat Islam Indonesia harus siaga. Jangan sampai Indonesia hancur dicaplok syiah layaknya Yaman diberontak Syi’ah Houtsi.
Berikut foto-foto terbocor yang Tim Arrahmah kutip dari Blog Fakta Syiah Indonesia.

gedung-asrama-syiah arrahmahdotcom

gedung-asrama-syiah arrahmahdotcom

Gedung asrama pusat kaderisasi militan syiah Indonesia

kegiatan-hauzah arrahmahdotcom

kegiatan-hauzah arrahmahdotcom

Musabaqoh Tilawah Qur’an yang diselenggarakan Hauzah di Bangil pada tahun 2013

Kader Militan Syiah Berfoto di Makam Tokoh Syiah Arrahmahdotcom

Kader Militan Syiah Berfoto di Makam Tokoh Syiah Arrahmahdotcom

Para pemuda kader militant syiah berfoto di kuburan tokoh syiah di Indonesia
Menurut blogger yang bersangkutan, foto tersebut diperoleh secara resmi dari sumber mereka yang memang disebar di dunia maya. Dari salah satu foto yang diunggah, dapat diketahui bahwa lokasi Hauzah berada di Bangil dan sekitarnya. Wallahua’lam.
Sementara itu, blogger Fakta Syiah Indonesia berharap bahwa apa yang mereka bocorkan kepada publik dapat menggugah para pejuang Sunni untuk membendung ajaran syiah yang sesat dan menyesatkan. Kegiatan pengkaderan tersebut tentu tergolong gerakan ideologis yang bisa saja meracuni pemahaman Ummat Islam Indonesia di masa depan kelak.
Jangan sampai para alumninya yang pasti diproyeksikan sebagai da’i syiah tersebar ke seluruh Indonesia. Jika mereka dibiarkan, maka doktrin syiah dengan mudah menyusup ke segala lini, termasuk di dunia pendidikan. Allahu Musta’an.(adibahasan/arrahmah.com) Adiba Hasan Selasa, 21 Zulhijjah 1435 H / 14 Oktober 2014 19:20
***

Gara-gara Ini, Syiah Masuk ke Sampang

By nahimunkar.com on 2 January 2012

• Kiai Achmat mendapat kiriman koran dari negara Iran yang dikirim sahabatnya. Dari situlah, Kiai Achmat kagum pada sosok imam besar Syiah Iran, Ayatullah Imam Khumaini.
• Dikirimlah tiga anak Kiai Achmat, yakni Tajul Muluk, Roisul Hukama’, dan seorang putrinya untuk nyantri ke Pesantren Yayasan Pesantren Islam (Yapi) Bangil Pasuruan antara 1991 hingga 1992. Pesantren ini disebut-sebut mengajarkan Syiah.
• Berbagai desakan dan protes mengakibatkan Tajul Muluk berhenti dari Yapi Tahun 1998, untuk kemudian menjadi tenaga kerja ke Arab Saudi.
• Meski tak tamat Yapi, rupanya Syiah di hati Tajul sangat membekas.
• Berbekal uang dari hasil menjadi tenaga kerja di Arab, Tajul Muluk pulang ke Nangkernang dan mendirikan pesantren kecil IJABI tahun 2004 dibantu kakaknya, Iklil Almilal, dan adiknya, Roisul Hukama’.
• Belakangan karena ada perbedaan, Roisul Hukama’ kembali menjadi ahlus sunnah.
Inilah beritanya.
***

Begini Proses Syiah Masuk Sampang

Sampang – Masuknya Syiah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, bermula dari keresahan Kiai Achmat Nawewi, ulama dari Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam. Kiai Achmat merupakan ayahanda Ustad Tajul Muluk, pemimpin Syiah Sampang saat ini.
Putra tertua Kiai Achmat, Ustad Iklil Almilal, menuturkan sebagai seorang ahlus sunnah wal jamaah (NU) ayahnya belum mantap dengan berbagai ajaran dan kitab kuning yang dipelajarinya. Karena itu Kiai Achmat terus mempelajari dan memperdalam banyak referensi tentang Islam untuk memantapkan hatinya.
Sampai suatu saat, kata Iklil, Kiai Achmat mendapat kiriman koran dari negara Iran yang dikirim sahabatnya. Dari situlah, Kiai Achmat kagum pada sosok imam besar Syiah Iran, Ayatullah Imam Khumaini.
Lantas, lanjut Iklil, dikirimlah tiga anak Kiai Achmat, yakni Tajul Muluk, Roisul Hukama’, dan seorang putrinya untuk nyantri ke Pesantren Yayasan Pesantren Islam (Yapi) Bangil Pasuruan antara 1991 hingga 1992. Pesantren ini disebut-sebut mengajarkan Syiah. Namun pengurus Pesantren Yapi menyangkal disebut beraliran Syiah. Keputusan Kiai Achmat memondokkan putranya ke Yapi ditentang sepupunya, KH Ali Karrar, pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid di Kabupaten Pamekasan.Berbagai desakan dan protes itu membuahkan hasil. Tahun 1998, Tajul Muluk berhenti dari Yapi untuk kemudian menjadi tenaga kerja ke Arab Saudi. Meski tak tamat Yapi, rupanya Syiah di hati Tajul sangat membekas.
Berbekal uang dari hasil menjadi tenaga kerja di Arab, Tajul Muluk pulang ke Nangkernang dan mendirikan pesantren kecil IJABI tahun 2004 dibantu kakaknya, Iklil Almilal, dan adiknya, Roisul Hukama’. Santri dan pengikut Tajul berkembang pesat. Saat ini tercatat jumlahnya mencapai 138 keluarga atau 548 jiwa. Tapi belakangan karena ada perbedaan, Roisul Hukama’ kembali menjadi ahlus sunnah.
MUSTHOFA BISRI JUM’AT, 30 DESEMBER 2011 | 13:58 WIB TEMPO.CO,
http://www.tempo.co/read/news/2011/12/30/058374470/Begini-Proses-Syiah-Masuk-Sampang

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.686 kali, 1 untuk hari ini)