JAKARTA– Jelang perayaan natal umat kristiani di sejumlah perusahaan dan retail terlihat maraknya penggunaan atribut-atribut natal, seperti pohon cemara dan Sinterklas. Padahal pengguna atribut-atribut natal ini kebanyakan adalah karyawan-karyawan muslim yang diperintahkan oleh para pemilik perusahaan. Mereka terpaksa menuruti, sebab disinyalir jika menolak aturan perusahaan tersebut akan dipecat.

Menyikapi fenomena Natalan yang melibatkan umat Islam, Ketua Umum FPI (Front Pembela Islam) Habib Muhammad Rizieq bin Husain Syihab menyerukan kepada umat Islam bahwa haram hukumnya ikut merayakan segala bentuk Natalan.

“Kita sudah sampaikan kemarin kepada beberapa pejabat pemerintah termasuk kepolisian tentang sikap FPI terhadap perayaan natal yang pada 25 Desember besok. Bahwa umat Islam haram ikut merayakan natal dalam bentuk apa pun. Umat Islam juga harus menjaga kondusivitas, jangan mengganggu umat Kristiani dalam merayakan natal karena agama kita tidak mengajarkan untuk mengganggu mereka,” jelas Habib kepada voa-islam.com, Jumat (23/12/2011) usai beraudiensi dengan Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan di bilangan Tanah Abang Timur.

Terkait maraknya umat Islam yang dipaksa untuk berbusana Natal pada saat jam kerja, Habib Rizieq mengimbau kepada seluruh karyawan muslim di manapun menentang kemauan pengusaha Kristen yang mewajibkan penggunaan atribut natal. Jika karena penentangan itu karyawan di-PHK, maka FPI siap melakukan pembelaan dan advokasi. “Karena itu kita imbau kepada semua karyawan muslim untuk tidak mengikuti kemauan dari pengusaha Kristen, kalau mereka sampai dipecat gara-gara persoalan itu, laporkan kepada FPI kita akan perkarakan mereka,” imbau Habib yang juga Ketua Dewan Penasihat FUI (Forum Umat Islam) itu.

Demi kerukunan hidup antarumat beragama, Habib meminta kepada para pengusaha Kristen agar tidak memaksa karyawan Muslim untuk memakai atribut Natal. “Jangan ada pemaksaan terhadap karyawan muslim untuk memakai pakaian Sinterklas atau atribut-atribut natal lainnya, apalagi dengan ancaman kalau tidak mau pakai nanti dipecat,” tegas Habib.

Kepada para pengusaha yang memaksa karyawan untuk berbusana Natal, Habib mengancam akan memerkarakan para pengusaha Kristiani yang tidak menghormati agama lain itu. “Jadi catat baik-baik, FPI akan memerkarakan pengusaha Kristiani manapun yang memaksa karyawan muslim untuk memakai atribut natal termasuk pakaian Sinterklas, apalagi sampai mereka dipecat gara-gara itu,” tandasnya.

Untuk merealisasikan imbauannya itu, FPI telah mengambil langkah-langkah nyata guna melindungi ‘aqidah umat Islam, dengan mengirimkan surat ke berbagai perusahaan yang berisi imbauan untuk tidak memaksakan karyawan muslim mengenakan atribut natal.  [ahmed widad] Sabtu, 24 Dec 2011 (voa-islam.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 425 kali, 1 untuk hari ini)