FPI Jatim Akan Dampingi Gus Nur Hadapi Kasus Dugaan Hina NU

  • Seharusnya NU bisa merenungkan kenapa banyak umat yang menyerang mereka. Berbeda dengan Muhammadiyah yang justru mendapatkan sambutan manis.
  • Semoga pengurus NU bisa mengambil sikap teduh menyikapi masalah Gus Nur. Sesuai slogan mereka: “Islam itu merangkul, bukan memukul. Islam itu mengajak, bukan menjambak”, (tapi seakan) justru tidak mempraktekkan apa yang dijadikan slogan kebanggaan.
  • Terlalu bengis pada saudara sendiri, bermuka manis pada pihak luar, menurut Iwan Balaoe dalam catatannya berjudul: GUS NUR dan NU.

Silakan simak ini.

***

FPI Jatim Akan Dampingi Gus Nur Hadapi Kasus Dugaan Hina NU


Sugi Nur Raharja (Gus Nur).

 

Jakarta,- Sugik Nur Raharja alias Gus Nur dan tim penasihat hukum menyatakan siap menjalani proses hukum, atas pelaporan dirinya terkait pernyataan pada video YouTube Refly Harun berjudul ‘Setengah Jam Bersama Gus Nur, Isinya Kritik Pedas Semua!’.

FPI Jatim disebut akan mendampingi Gus Nur menghadapi laporan dugaan penghinaan itu.

“Gus Nur sudah menghubungi saya untuk laporan dari rekan-rekan Banser NU di sana [Jember],” kata Kuasa hukum Gus Nur, Andry Ermawan, Selasa (20/10).

Andry mengatakan bahwa pihaknya bersama tim advokasi dan bantuan hukum Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur (Jatim) siap mengawal kasus tersebut.

“Tim advokasi Gus Nur dan bantuan hukum FPI Jatim siap mendampingi Gus Nur,” ucapnya.

Menurut dia, dalam video itu, kliennya hanya mengutarakan jawaban usai mendapat pertanyaan dari pemilik channel YouTube tersebut.

Aliansi Santri Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur ke kepolisian atas dugaan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).
Pasal yang disangka adalah Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan nomor surat pengaduan: LM/460/X/2020/POLRESJEMBER/RESKRIM.

Kepada CNNIndonesia.com, Ayub Junaidi sebagai pelapor bercerita bahwa Gus Nur sebagai seorang tokoh dinilai tidak pantas menyampaikan kalimat kontroversi menyinggung dan mengaitkan NU dengan PKI dalam talk show bersama pakar hukum Refly Harun di sebuah kanal YouTube.

Pernyataan Gus Nur yang dianggap menghina warga NU antara lain mengibaratkan NU seperti bus umum, sopirnya dan kernet-nya sedang mabuk dan ugal-ugalan.

Ia menyebut isi bus yang diibaratkan sebagai NU itu banyak berisi liberal dan komunis.

(cnn)

JurnalPatroliNews – Ariyo Tjo

***

 

GUS NUR dan NU

 

Kaget dan prihatin baca berita penangkapan Gus Nur. Didatangi saat lagi bekam, puluhan aparat menunggunya didepan rumah. Seolah Gus Nur adalah orang yang berbahaya dan bisa berbuat brutal.

 

Berbekal surat penjemputan, aparat menangkap Gus Nur. Tidak bisa menyalahkan aparat juga dalam hal ini. Jika melihat tanggal pelaporan pada dirinya, kasus Gus Nur sangat cepat disikapi oleh aparat.

 

Tanggal 19 Oktober 2020, Gus Nur tampil bersama Refly Harun dan disana ia berkata,

 

“Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat berubah. Saya ibarat NU sekarang seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. Perokok juga, nyanyi juga, buka aurat juga, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu enggak ada sekarang ini,” kata Gus Nur dalam tayangan di Channel Youtube Refly Harun pada Senin, 19 Oktober 2020.

 

Atas perkataan Gus Nur tersebut, ada pihak yang melaporkannya.

 

Gus Nur Dilaporkan karena Ujaran Kebencian, NU Diibaratkan Bus yang Sopir dan Kernetnya Tidak Beres

https://lingkarkediri.pikiran-rakyat.com/nasional/amp/pr-67867568/gus-nur-dilaporkan-karena-ujaran-kebencian-nu-diibaratkan-bus-yang-sopir-dan-kernetnya-tidak-beres

 

Coba liat tanggal videonya dan pelaporan hingga penangkapannya.

 

– Tanggal 19 Oktober 2020 video tayang

– Tanggal 21 Oktober masuk laporan pada Gus Nur

– Tanggal 24 Gus Nur ditangkap atas pelaporan pada dirinya.

 

Diduga Hina NU, Gus Nur Dilaporkan Ketua Pengurus Cabang Cirebon ke Bareskrim

https://news.detik.com/berita/d-5223053/diduga-hina-nu-gus-nur-dilaporkan-ketua-pengurus-cabang-cirebon-ke-bareskrim

 

Terhitung hanya 3 hari Gus Nur langsung ditangkap. Saya pikir semua orang yang pernah melaporkan kejadian yang dianggap merugikan nama besar, pasti paham bagaimana proses pelaporan hingga terjadi pemanggilan 1,2,3 sampai penjemputan.

 

Bareskrim Tangkap Gus Nur Tengah Malam di Kediamannya

https://news.detik.com/berita/d-5226748/bareskrim-tangkap-gus-nur-tengah-malam-di-kediamannya

 

Saya gak salahkan kepolisian, tapi ada tangan kuat yang membuat pihak aparat harus bekerja cepat, melebihi prosedur resminya.

 

Gus Nur mengkritik NU, sedangkan dia sendiri adalah warga NU. Dalam beberapa tahun kebelakang, Gus Nur memang kerap menyinggung NU dan sudah berulang kali dirinya dilaporkan. Mediasi hingga persidangan telah ia lakukan di kasus terdahulu.

 

Sebagai warga NU, Gus Nur merasa khawatir dengan keadaan NU saat ini. Yang seharusnya menjadi lokomotip umat agar bersuara sebagai penggerak, Gus Nur menganggap NU bersikap sebaliknya. Kata-kata kasar dan lontaran berupa tuduhan adalah bentuk kegeraman Gus Nur.

 

Bukan hanya NU yang disasar oleh Gus Nur, Gerindra dan Prabowo pun pernah ia kata-kata’i karena berkoalisi dengan rezim. Tipikal Gus Nur memang begitu, suka meledak dan berkata apa adanya tanpa tedeng aling-aling.

 

Sangat disayangkan apabila NU tidak turun tangan menengahi pertikaian warganya. Disaat kondisi saat ini, saat masyarakat terpecah dan bimbang, seharusnya NU bisa bersikap legowo. Turun langsung dan menyelesaikan masalah ini tanpa harus memperlihatkan ‘Abuse of Power’ pada pihak yang menyerangnya.

 

Pimpinan NU harus bersikap merangkul perbedaan dan mengajak untuk menyatukan. Satu dua opini miring janganlah dijadikan permasalahan. Diluar sana banyak pemikiran yang sama dengan Gus Nur terhadap NU. Hujatan dan hinaan pada NU sangat masif menyebar, karena melihat NU saat ini. NU menjadi ormas agama dalam kacatama miring. Terlalu banyak kontroversial yang diperlihatkan.

 

Seharusnya NU bisa merenungkan kenapa banyak umat yang menyerang mereka. Berbeda dengan Muhammadiyah yang justru mendapatkan sambutan manis.

 

Ormas berbasis Islam, ormas yang katanya mempunyai anggota ratusan juta. Ormas yang selalu membanggakan slogan “Islam itu merangkul, bukan memukul. Islam itu mengajak, bukan menjambak”, justru tidak mempraktekkan apa yang dijadikan slogan kebanggaan.

 

Terlalu bengis pada saudara sendiri, bermuka manis pada pihak luar. Saya berharap masalah Gus Nur bisa berakhir perdamaian dan merangkul Gus Nur agar lebih bijak dalam bermedia sosial. Karena sejatinya, kita bersaudara. Jika yang tidak seiman saja dianggap saudara, maka Gus Nur bisa lebih dari saudara bagi NU.

 

Semoga pengurus NU bisa mengambil sikap teduh menyikapi masalah Gus Nur.

 

(By Iwan Balaoe)

portal-islam.id, 25 Oktober 2020 CATATAN

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 507 kali, 1 untuk hari ini)