FPI Ladeni Tantangan Perang KIB (Ketua Komite Independen Batak)

 


Badaruddin Barus

 

 

MEDAN – Front Pembela Islam atau FPI Kabupaten Labuhan Batu Sumatera Utara (Sumut) meladeni seruan perang yang disampaikan Ketua Komite Independen Batak (KIB), Togar Aruan.

 

Ketua FPI Labuhan Batu, Ustaz Badaruddin Barus menyatakan siap berperang melawan Tagor Aruan yang sesumbar mengusir FPI dari Sumatera Utara.

Pernyataan itu disampaikan Ustaz Badaraddin melalui video berdurasi 1 menit 25 detik yang kini viral di media sosial.

“Saya bernama Ustaz Badarudin Barus, merasa keberatan dengan ungkapan Tagor Aruan yang mengatasnamakan orang Batak atau salah satu organisasi Batak, karena saya termasuk orang Batak merasa tersakiti jika ada upaya untuk menutup Front Pembela Islam (FPI),” kata Badaruddin.

Badaruddin mengatakan, seharusnya Tagor Aruan berpikir panjang dan bijak.

Menurutnya, pernyataan Tagor Aruan yang menyerukan perang dan mengusir FPI dari Sumatera Utara memantik konflik SARA.

“Jika itu (seruan perang) tidak dicabut, maka saya atas nama Front Pembela Islam Labuhan Batu mengajak seluruh elemen muslim dan ormas Islam, terkhusus Front Pembela Islam Sumatera Utara untuk menantang Tagor Aruan secara apapun jadi,” tegas Badarudin.

BACA: Seruan Perang KIB Vs FPI Bisa Picu Konflik Agama

Ia menambahkan, FPI tidak akan takut melawan KIB. FPI siap meladeni KIB dalam bentuk apa pun.

“Secara hukum boleh, secara hukum rimba boleh, tawarkan apa saja, maka saya dan seluruh ormas Front Pembela Islam Labuhan Batu beserta Front Pembela Islam di Sumatera Utara akan menantang beliau,” katanya.

“Pahami itu Tagor Aruan, kubotakkan kepala kau ini sampai semua bulu-bulumu kucukur kalau kau menentang Front Pembela Islam. Tau kau,” tegas Ustaz Badaruddin dengan nada tinggi.

Selengkapnya lihat video Ustaz Badaruddin Barus berikut ini:

https://youtu.be/EObHA7n_xDM

pojoksatu.id, Saturday, 2 May 2020 | 09:13 WIB

 

***

Klarifikasi Seruan Perang Lawan FPI, Tagor Aruan Minta Maaf

 

MEDAN – Ketua Komite Independen Batak (KIB), Togar Aruan meralat pernyataannya yang mengajak elemen Batak berperang melawan Front Pembela Islam atau FPI.

 

 

Melalui video terbarunya, Togar Aruan mengklarifikasi pernyataannya yang ingin berperang dan mengusir FPI dari Sumatera Utara.

 

Tagor mengaku menghormati umat Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa dan menghormati bulan suci Ramadhan.

 

Menurut Togar Aruan, video sebelumnya dia buat untuk meredam kemarahan elemen masyarakat atas persekusi yang dilakukan anggota FPI terjadap penjual tuak di Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara.

 

BACA: KIB Nyatakan Perang Lawan FPI Usai Persekusi Penjual Tuak

 

Dikatakan Tagor, pernyataannya itu terbukti dapat meredam teman-temannya, sehingga tidak melakukan aksi.

 

Adapun mengenai kata “perang” yang ada di dalam pernyataanya itu, Togar mengatakan, tidak punya sedikitpun niat untuk menantang perang.

 

“Dalam video tersebut ada terselip kata-kata perang. Kami sampaikan dengan sejujurnya itu bukanlah arti secara fisik. Kami tidak punya niat sedikit pun untuk melakukan kontak fisik dengan kawan-kawan FPI. Itu jauh dari tujuan kami,” kata Togar Aruan.

 

“Kami mohon maaf pada saudara kami umat Muslim dari hati kami yang tulus. Mungkin terganggu dalam beberapa hari belakangan ini, yang sebenarnya tidak tidak terjadi di bulan suci Ramadhan ini,” imbuhnya.

 

BACA: Seruan Perang KIB Vs FPI Bisa Picu Konflik Agama

 

Berbeda dengan pada video pertama, dalam video kedua ini Togar Aruan menyampaikan pernyataan sambil duduk, dengan sebuah bendera merah putih di sisi kanan meja.

 

Nada suaranya juga tidak seperti dalam video pertama, kini jauh lebih tenang. Dalam video itu juga terdengar suara azan yang sedang mengalun.

 

BACA: FPI Ladeni Tantangan Perang KIB, “Tagor Aruan Kubotakkan Kepala Kau”

 

Video pertama Togar Aruan telah memancing kemarahan dan protes dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari anggota FPI dan umat Muslim di Sumatera Utara.

 

Masyarakat Sumatera Utara secara umum terganggu dengan pernyataan Togar Aruan yang dinilai dapat mengganggu keharmonisan antar umat beragama yang merupakan salah satu karakter masyarakat Sumatera Utara.

POJOKSATU.id, Saturday, 2 May 2020 | 09:30 WIB

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.804 kali, 1 untuk hari ini)