Eramuslim.com – Freddy Budiman, sudah dihukum mati jumat 29 juli 2016 dinihari.

Freddy pernah menyatakan taubat nasuha kepada Allah dan siap dieksekusi mati kapan saja. Freddy sebelumnya juga sudah menegaskan bahwa hidup dan matinya hanya ditangan Allah.

“Kalau besok (saya) masuk daftar eksekusi mati, saya siap, Allahu Akbar, berarti Allah masih cinta sama saya,” tegas Freddy seusai sidang PK diruang utama Wijaya Kusuma, PN Cilacap pada waktu yang lalu.

Mantan bos copet di Surabaya ini mengaku, taubat nasuha yang dijalankannya sudah mulai dilakukan saat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Batu, Nusakambangan pada tahun 2014. “Saya mendapat hidayah sejak di Lapas Batu. Disitu saya diberi kesempatan sama Allah mempelajari Islam,” ungkapnya.

Kepada awak media, Freddy mengatakan tidak akan berbisnis haram lagi selama-lamanya seperti bisnis narkoba dan mengungkapkan harapannya agar masih memiliki kesempatan untuk bisa bertaubat dan menjalani kehidupan dengan baik dan benar. “Saya berharap dikasih waktu taubat dalam penjara,” ujarnya.

Lalu dengan siapa Freddy Budiman menimba ilmu agama sehingga bisa berubah 180 derajat seperti itu?? Menurut salah satu petugas LP Batu, Nusakambangan, sejak Freddy Budiman berada di LP Batu dirinya sering berinteraksi dengan para napi teroris, salah satunya adalah ustadz Abrori bin Al-Ayyubi asal Bima, NTB.

Petugas LP Batu, Nusakambangan itu mengungkapkan jika Freddy sering berbincang dan bertanya soal ilmu agama kepada ustadz Abrori. Petugas pun heran, seorang bandar narkoba yang terkenal garang dan mempunyai emosi yang meluap-luap bisa sadar dan taubat tidak berbuat jahat lagi melalui napi teroris.

Kini, baik ustadz Abrori maupun Freddy Budiman sama-sama menempati sel isolasi di LP Super Maximum Security (SMS) Pasir Putih, Nusakambangan yang sangat ketat penjagaannya. Selain ustadz Abrori dan Freddy, sel isolasi tersebut juga dihuni oleh ustadz Aman Abdurrahman dan ustadz Rois.

Satu fakta yang mengherankan pula adalah ketika Freedy terlihat dikawal oleh petugas Densus 88 saat sidang PK. Meski kasusnya berbeda, namun penjagaan yang dilakukan pihak Lapas Nusakambangan maupun kepolisian mengindikasikan bahwa Freddy sudah hampir disamakan dengan kasus terorisme.

Namun satu fakta yang harus dicatat bahwa pertaubatan dan hidayah yang diperoleh oleh Freddy Budiman untuk kembali kepada jalan yang benar ternyata melalui napi teroris yang selama ini di identikan dan di opinikan jahat dan berbahaya oleh pemerintah Indonesia.[manjanik]

Sumber: eramuslim.com/ Jumat, 29 Juli 201

(nahimunkar.com)

(Dibaca 23.888 kali, 1 untuk hari ini)