BANDA ACEH, Muslimdaily.net  – Mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Indahnya Syariat Islam Sesungguhnya (G-ISIS), Jumat (31/10/2014), kembali berdemo menuntut pelaksanaan hukuman cambuk terhadap seorang mantan pejabat Pemko Banda Aceh berinisial HBU, karena kasus khalwat (mesum). Aksi kemarin dilakukan di depan Kantor Balai Kota Banda Aceh.

Beberapa waktu lalu, aksi mahasiswa ini digelar di Bundaran Simpang Lima. Sementara kemarin, aksi dilakukan di depan pintu gerbang Kantor Wali Kota Banda Aceh,  mahasiswa tiba di depan Balai Kota sekitar pukul 10.20 WIB.

Tiba di Balai Kota, massa membentangkan sehelai kain putih berisi kecaman terhadap wali kota, karena belum menjatuhkan hukuman cambuk kepada HBU, yang pernah ditangkap oleh WH saat berbuat mesum di satu salon di Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Mahasiswa juga melakukan aksi teatrikal pencambukan HBU dan mengenakan pakaian pocong.

“Dia itu memang jelas berbuat mesum, dia terbukti salah, kenapa tidak dicambuk, apa karena dia dekat dengan Illiza,” ujar Yusuf Sabri Rahman, koordinator aksi itu. Seperti dilansir serambi. Ia juga mengatakan, mereka akan terus melakukan aksi demo setiap Jumat, sampai dijatuhkan hukuman cambuk pada HBU.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga meminta ulama dan Gubernur menanggapi serius masalah ini, agar hukuman cambuk benar-benar diberlakukan untuk siapa saja yang melanggar, bukan hanya kepada rakyat kecil. Pernyataan Pemko Banda Aceh bahwa saat HBU tertangkap pada 2012, hukum cambuk belum dilaksanakan di Banda Aceh, dinilai Yusuf sebagai hal yang konyol, karena sebelum 2012 cambuk sudah berlaku di Aceh.

Aksi yang berlangsung sekitar 30 menit itu, hanya dikawal oleh personel Satpol PP dan satpam kantor wali kota. Aksi berjalan tertib meski tidak ada pengawalan dari pihak kepolisian.

(nahimunkar.com/br)

(Dibaca 388 kali, 1 untuk hari ini)