Gafatar Menyimpang (Pernyataan Kejagung)

Sejumlah siswa SLTA di Aceh melakukan aksi demo menuntut pembubaran organisasi Gafatar. Pemkot Banda Aceh akhirnya melarang organisasi tersebut dan pihak kepolisian menangkap beberapa tokohnya setelah fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang menyatakan sesat terhadap gerakan Gafatar serta ajaran Millata Abraham (Foto: Serambi Indonesia)

Di antara kesesatannya, Bai’at kepada nabi palsu Ahmad Musadeq
Dalam buku tulisan Ahmad Musadeq yang berjudul Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al Masih Al Maw’ud, pada halaman 191 dan 192, hampir seluruh pengurus Gafatar telah berbai’at kepada ‘nabi’ Ahmad Musadeq.
Seperti dikutip dari blog LPPI, M. Amin Djamaluddin, Pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta, menuliskan, ada empat buku tulisan AM yang sudah disita oleh Polda Metro Jaya sebagai bukti penodaan agama.

Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa Gafatar adalah organisasi yang terlarang. Pelarangan tersebut semakin diperkuat dengan dikeluarkannya surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tangga 20 November 2012.
Silakan simak berita dan uraian berikut ini.

***

MUI Yogyakarta: Gafatar Sesat  

gafatarr

Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). gafatar.or.id

TEMPO.COYogyakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar adalah sesat. Organisasi ini merupakan metamorfose dari gerakan Al Qiyadah Al Islamiyah bentukan nabi palsu Ahmad Mushadeq yang telah dinyatakan sesat atau dilarang.

“Gafatar adalah bentuk baru dari organisasi yang mengajarkan pemahaman sesat nabi palsu Ahmad Mushadeq,” kata Ahmad Muhsin Akmal,  Sekertaris MUI Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 12 Januari 2016.

Ia menambahkan, MUI Daerah Istimewa Yogyakarta adalah organisasi pertama yang mengeluarkan fatwa bahwa Al Qiyadah Al Islamiyah adalah sesat dan menyesatkan.  Pada akhir 2007 yang lalu sedikitnya 900 orang yang telah ikut organisasi ini di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ratusan orang itu didata polisi  dan melakukan pertaubatan massal di masjid Polda.

Ahmad menambahkan, gerakan Gafatar dibungkus dengan kegiatan sosial. Seperti gotongroyong, jalan sehat, khitanan massal, kegiatan pelatihan pertanian, donor darah, dan bakti sosial lainnya.

Dari pengakuan berapa orang yang pernah ikut organisasi ini ada doktrin untuk muslim bahwa salat tidak wajib. Begitu pula puasa ramadhan tidak wajib. Selain itu Gafatar juga mencampuradukkan ajaran beberapa agama menjadi satu. “Kami komunikasikan dengan pihak Polda soal kesesatan Gafatar,” kata dia.

Yang menghebohkan, banyak warga Daerah Istimewa Yogyakarta yang diduga ikut eksodus atau hijrah ala Gafatar ke Kalimantan. Polisi masih menyelidiki hubungan atau benang merah kepergian beberapa orang ke Pangkalan Bun dengan organisasi ini.

“Kami terus mengembangkan kasus ini, saksi-saksi juga masih sedikit memberi keterangan,” kata Komisaris Besar Hudit Wahyudi, Direktur Reserse Kriminal Umum, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari informasi intelijen, Gafatar itu merupakan bungkus dari Alqiyadah Al Islamiyah yang dulu pernah dibubarkan karena sesat. Komunitas merupakan kumpulan pengikut paham Millah Abraham atau menyebut diri Komar, Komunitas Millah Abraham. Bahkan kini mereka berkamuflase menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam.

By: nasional.tempo.co/MUH SYAIFULLAH/SELASA, 12 JANUARI 2016

***

Kejagung Nyatakan Gafatar Menyimpang

Ilustrasi tolak gerakan Gafatar

Ilustrasi tolak gerakan Gafatar. (Foto: Antara/Irwansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) menyatakan Organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menyimpang. Kejaksaan Agung segera melakukan penegakkan hukum terhadap organisasi terlarang itu.

“Dalam rapat yang akan datang akan ditentukan langkah-langkah yang mengarah pada rekomendasi tiga Menteri yaitu Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen Adi Toegarisman di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2016).

Adi membeberkan, dalam rekomendasi itu pihaknya bakal mengeluarkan arahan berupa pelarangan. Namun, pihaknya masih menunggu pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Rekomendasi untuk melakukan pelarangan terhadap Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terlebih dahulu meminta pendapat MUI,” kata Adi.

Dalam rekomendasi itu, Pakem bakal menjabarkan apa sebetulnya Gafatar, apakah soal aliran kepercayaan atau menyangkut agama. Bila terjadi penyimpangan, pihaknya bakal tak segan melakukan penegakan hukum.

“Sesuai Penetapan Presiden Republik Indonesia Nomor 1/PNPS Tahun1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, kalau memenuhi syarat itu dilarang akan kami lakukan itu (penegakan hukum),” ujar Adi.

Adi menyebutkan Kejaksaan Agung mengeluarkan pelarangan terhadap ajaran Gafatar ini. Tapi jika setelah pelarangan itu masih ada penyebaran ajarannya maka Kejaksaan Agung akan menindaknya dengan delik penodaan agama. “Setelah nanti ada penyimpangan pelarangan,  setelah adanya pelarangan itu masih ada yang melanggar baru bicara pidana,”jelas Adi.

Tim Pakem terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, Polri, BIN, dan perwakilan forum kerukunan umat beragama. Pakem diketuai Jaksa Agung HM Prasetyo.

FZN

Renatha Swasty – 13 Januari 2016 18:59 wib

***

Peneliti: Komar Berganti Nama Gafatar Setelah Mussadek Ditangkap Polisi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam, Jakarta, M. Amin Djamaluddin, menunjukkan hasil penelitian yang “mementahkan” pandangan bahwa Gafatar merupakan gerakan sosial. Hasil penelitiannya menemukan bahwa Gafatar adalah nama (baju) baru dari Al-Qiyadah Al-Islamiyyah dan Komar (Komunitas Millah Abraham).

“Mereka berganti nama setelah ‘nabi’ Ahmad Mussadek menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada 29 Oktober 2007 dan divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 23 April 2008 dengan hukuman empat tahun penjara,” katanya di Jakarta (11/1).

Pergantian nama itu diputuskan dalam rapat pengurus lengkap di Jalan Raya Puncak KM 79, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, 12 September 2009, bukan tahun 2011 atau 2008. Dengan nama baru itu, mereka melakukan kegiatan sosial di mana-mana di seluruh Indonesia.

“Namun, inti ajarannya masih tetap bersumber kepada ‘nabi’ Ahmad Moshaddeq. Sumber ajaran sebenarnya ada pada buku-buku asli tulisan Ahmad Moshaddeq dan buku tulisan Ketua Umum Gafatar, Mahful Muis Hawari, yang berjudul ‘Teologi Abraham Membangun Kesatuan Iman, Yahudi, Kristen dan Islam’,” katanya.

Sumber : antara

Red: Taufik Rachman/Rabu, 13 Januari 2016, 18:23 WIB

***

10 Hal Tentang Gafatar Yang Penting Anda Ketahui

bersamaislam.com – Dokter Rica Tri Handayani yang hilang selama beberapa hari, kini telah ditemukan oleh pihak kepolisian di Bandara Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dokter muda tersebut diduga kuat ikut kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) atau Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA).

Apa itu Gafatar? Berikut 10 hal yang perlu anda ketahui tentang aliran sesat tersebut.

  1. Deklarasi organisasi dan hubungan dengan Ahmad Musadeq

    Gafatar dideklarasikan pada 21 Januari 2012 di Gedung JIEXPO Kemayoran, dengan Ketua Umum Mahful M Tumanurung. Organisasi ini berkiblat kepada Al-Qiyadah Al-Islamiyyah (Alqi) atau Komunitas Millah Abraham (Komar) yang didirikan oleh nabi palsu Ahmad Musadeq.

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis penjara 4 (empat) tahun kepada Musadeq pada 23 April 2008 yang lalu.

    “Salah satu pernyataannya (kelompok Gafatar), Nabi Muhammad bukan nabi terakhir, tapi ada utusan terakhir yakni AM yang ada di LP Cipinang yang merupakan guru besar utusan Gafatar ini. Satu orang anggota kelompok ini juga ada yang diproses ke pengadilan di Sulawesi Tenggara,” demikian ungkap Kepala Divisi Humas Porli Irjen Anton Charliyan, dilansir Liputan6, Selasa (12/1/2016).

    Sampai akhir Desember 2013, Gafatar mengklaim sudah mempunya kepengurusan hingga 34 provinsi. Pihak kepolisian menduga ada pemimpin lain yang meneruskan gerakan berbasis ideologi tersebut.

  2. Mendaftarkan diri sebagai organisasi sosial

    Untuk menutupi ideologi menyimpangnya, Gafatar kerap mendaftarkan diri sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Di websitenya sendiri, beberapa kegiatan yang mereka lakukan antara lain donor darah, pelatihan bencana, dan perkemahan.

    Kepala Kantor Kesbangpol Kota Surakarta, Suharso, mengungkap Gafatar pernah mendaftarkan diri sebagai organisasi bidang sosial kemasyarakatan dan telah diterbitkan SKT No 220/XII/2011 pada 20 Desember 2011. Tercatat sebagai Ketua Gafatar Solo adalah Anton Susanto dengan alamat sekretariat di Jalan Sidomukti Barat I, Pajang, Laweyan, Solo. SKT tersebut berlaku tiga tahun.

    “Kami tidak menaruh kecurigaan apapun karena dari sisi administrasi semua tertata rapi. Demikian juga dokumentasi kegiatan dalam berkas pendaftaran, merupakan kegiatan-kegiatan sosial. Namun satu tahun setelah itu ada pemberitahuan dari Kesbangpol Pusat yang menyatakan Gafatar menyimpang karena menginduk pada nabi palsu, Ahmad Musadeq. Pada 2014 lalu, ketika pengurus Gafatar mengajukan perpanjangan, tidak proses lagi,” papar Suharso, dilansir Detik, Selasa (12/1/2016).

  3. Tidak wajib shalat lima waktu, puasa Ramadhan dan naik haji

    Beberapa ciri ajaran Gafatar yaitu tidak mewajibkan sholat lima waktu bagi pengikutnya, tidak wajib puasa Ramadhan, dan mempunyai syahadat yang berbeda. Mereka juga mengkafirkan orang lain yang bukan kelompok mereka.

    “Rukun Islam misalnya ada lima, mereka (Gafatar) mengaku Islam, tapi tidak salat, puasa, tidak naik haji, bahaya dari sisi ideologis,” tegas Irjen Pol Anton Charliyan.

  4. Sudah dinyatakan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)

    “Kita berharap jangan ada orang NTB ikut kelompok itu. MUI pusat sudah menyatakan Gafatar itu kelompok sesat dan bukan gerakan organisasi Islam murni,” kata Ketua MUI NTB Saiful Muslim diRepublika, Selasa (12/1/2016).

  5. Gerakan Radikal dan Berbahaya

    “Makanya, saya bilang kelompok ini bahaya dan dilarang MUI salah satu gerakan mengatasnamakan agama tetapi tidak sesuai agama itu berbahaya, bukan menyerang fisik tetapi ideologi,” ungkap Charliyan, diposkota, Selasa (12/1/2016).

  6. Dibubarkan lalu berganti nama menjadi NKSA

    Setelah dinyatakan sesat dan dilarang, Gafatar sempat merubah diri menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA).

  7. Sudah terlebih dulu dinyatakan sesat oleh MPU Aceh

    Ajaran ini sempat ramai di Aceh setelah sekelompok orang mengaku pengikut ajaran Millah Ibrahim atau Millata Abraham dan mengakui Ahmad Musadeq sebagai nabi.

    Gubernur Aceh akhirnya mengeluarkan SK yang berisi larangan untuk Millah Abraham di seluruh wilayah Aceh dengan SK Gubernur Aceh No. 9 tahun 2011, pada Kamis 26 April 2012 setelah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyatakan aliran tersebut sesat.

    Akhirnya mereka berganti nama (baju) lagi dari Millah Abraham menjadi Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Dengan nama baru ini, mereka melakukan kegiatan sosial di mana-mana di seluruh Indonesia.

  8. Bai’at kepada Ahmad Musadeq

    Dalam buku tulisan Ahmad Musadeq yang berjudul Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al Masih Al Maw’ud, pada halaman 191 dan 192, hampir seluruh pengurus Gafatar telah berbai’at kepada ‘nabi’ Ahmad Musadeq.

    Seperti dikutip dari blog LPPI, M. Amin Djamaluddin, Pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta, menuliskan, ada empat buku tulisan AM yang sudah disita oleh Polda Metro Jaya sebagai bukti penodaan agama.

  9. Banyak menjaring anak-anak muda yang awam agama

    Dengan kemasan organisasi sosial, Gafatar banyak merekrut anak-anak muda bahkan dari kalangan mahasiswa dan intelektual. Pemahaman agama yang minim menyebabkan mereka yang sudah direkrut akhirnya terjerumus mengikuti ajaran sesat Gafatar.

  10. Pengikut tiba-tiba menghilang secara misterius

    Selain Rica, beberapa orang lain dinyatakan hilang setelah berbaiat dengan Gafatar. Dokter muda tersebut sendiri hilang bersama dua orang saudaranya, Eko dan Veni. Lalu ada Erri mahasiswa asal Surabaya, dan Silvi mahasiswi UNS Solo.

    Umumnya mereka menghilang dengan meninggalkan pesan ingin menegakkan agama atau dien karena situasi yang sudah rusak.

By: bersamaislam.com/Razas Ms, Wednesday, January 13, 2016

***

6 Fakta Mengejutkan tentang Organisasi Gafatar

Organisasi Gafatar

Dideklarasikan pada 21 Januari 2012, apa sajakah yang telah dilakukan oleh Organisasi Gafatar? Cari tahu di sini. | via: Gafatar.org

Bintang.com, Jakarta Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bukanlah sebuah organisasi yang baru berdiri. Pendeklarasian yang dilakukan pada 21 Januari 2012 di gedung JIEXPO Kemayoran semakin mengukuhkan keberadaan organisasi yang diketuai oleh Mahful M. Tumanurung ini. Namun tak lama dideklarasikan ternyata pemerintah Indonesia telah mencium adanya sesuatu yang salah dari organisasi ini.

Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa Gafatar adalah organisasi yang terlarang. Pelarangan tersebut semakin diperkuat dengan dikeluarkannya surat Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri RI Nomor 220/3657/D/III/2012 tangga 20 November 2012. Namun sayang surat larangan tersebut sepertinya tidak menyurutkan niat para pemimpin dan anggota Gafatar untuk memperluar organisasi mereka di Indonesia.

Hingga akhirnya di awal Januari 2016 ini semua perhatian masyarakat tertuju pada organisai yang diikuti oleh beberapa pegawai negeri sipil (PNS) yang telah dinyatakan hilang di beberapa daerah. Selain banyaknya orang hilang karena mengikuti organisasi tersebut, inilah beberapa fakta tentang organisasi Gafatar yang harus kamu tahu.

Nenek Kevin Aprilio

Nenek Kevin Aprilio, Maria Resubun. (Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Pertama, dalam situs resminya Gafatar.org, secara panjang lebar organisasi ini menjelaskan dasar pemikiran berdirinya Gafatar. “Patut digaris bawahi, Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) didirikan bukan atas dasar kepentingan kelompok, golongan, aliran, suku, agama, kepercayaan atau ras manapun,”ungkap artikel yang di dalam keterangannya ditulis Zulfahmi itu.

Kedua, dalam dasar pemikiran terbentuknya Gafatar juga dijelaskan bahwa Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) adalah Organisasi Kemasyarakatan yang bertekad untuk memperjuangkan Keadilan, Kemakmuran, dan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia menuju tatanan kehidupan damai sejahtera, dengan jalan mengembalikan jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa, serta mengangkat harkat, martabat dan kejayaan Nusantara di tengah-tengah percaturan dunia.

Ketiga, tak banyak orang yang tahu bahwa Gafatar adalah organisasi terlarang di Indonesia. Hal tersebut terbukti ketika keluarga salah satu pengikut Gafatar yang hilang, yakni Ahmad Kevin Aprilio (16) menjelaskan bahwa anggota keluarganya memang pengurus di organisasi tersebut.

kevin

Selama 45 hari terakhir Kevin tidak diketahui keberadaannya setelah pergi dengan ayahnya.

Keempat, beberapa warga Yogyakarta dan sekitarnya hilang diduga ikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Diduga ada empat orang yang berasal dari DIY hilang karena mengikuti gerakan ini. Adapun dr Rica Tri Handayani dan anaknya, Diah Ayu Yulianingsih, seorang ibu putra satu anak dari Sleman; seorang PNS RSUP Dr Sardjito berinisial ES; serta Ahmad Kevin Aprilio pelajar SMA yang hilang bersama ayahnya.

Kelima, dalam situs Gafatar.org tertulis Visi Gafatar adalah Terwujudnya tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang damai sejahtera, beradab, berkeadilan dan bermartabat di bawah naungan Tuhan Yang Maha Esa melalui penyatuan nilai-nilai luhur bangsa, peningkatan kualitas ilmu dan intelektualitas, serta pemahaman dan pengamalan nilai-nilai universal agar menjadi rahmat bagi semesta alam.

Keenam, Gafatar adalah salah satu organisasi terlarang yang paling sering berganti nama. Sebelum menggunakan nama Gafatar, nama yang dipakai adalah Milah Abraham. Organisasi tersebut juga sempat berganti nama menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA). Milah Abraham dicap sebagai komunitas ajaran sesat karena mencampuradukkan ajaran Islam, Nasrani, dan Yahudi. Kelompok ini sempat marak di Depok, Jawa Barat, pada 2010.

By: bintang.com/ Gadis Abdul 12 Jan 2016

(nahimunkar.com)