• Tercatat ada Julia Perez, Ahmad Dhani, Shanti dan beberapa artis yang “terindikasi” senang dengan hal yang kontroversial mulai dari pernyataan hingga “kepornoan” membela dengan darah juang tinggi.
  • Jika dalam sebuah artikel Vigilantcitizen.com membahas mengenai keikutsertaan Lady Gaga dalam mengembangkan gerakan Freemasonry dan Illuminati, sepertinya para artis Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar gerakan Freemasonry dan Illuminati juga mempunyai peran besar dalam proses “kesetiakawanan” untuk bisa menyebarkan paham sesat Yahudi tersebut.
  •  Yang lebih memprihatinkan, ada tokoh ormas Islam yang justru pernyataannya mencla-mencle. Kemarin menganggap Lady Gaga menabrak norma, hari berikutnya malah bilang: Meskipun datang sejutaLady Gaga maupun sejuta Irshad Manji, keimanan warga NU tidak akan goyah atau berkurang.

Inilah sorotannya.

***

Solidaritas Artis bela Lady gaga, pahlawan Kesiangan!

Menilik keputusaan Polda Bali dan Polri untuk melarang konser Lady Gaga, membuat berbagai polemik. Diantara banyak para penggemar Lady Gaga yang merasa  “terzhalimi” dengan keputusan tersebut. Tak terkecuali para artis Indonesia yang latah pengen lebih ngetop dengan mencari sensasi untuk membela agar konser Lady Gaga bisa digelar di Indonesia.

Tak semua artis memang, hanya artis yang seringkali membuat “keonaran” publik dan sering membuat berbagai sensasi, sepertinya mempunyai jiwa kesetiakawanan yang tinggi untuk saling membela sesama artis yang sensasional dalam kemaksiatan.

Tercatat ada Julia Perez, Ahmad Dhani, Shanti dan beberapa artis yang “terindikasi” senang dengan hal yang kontroversial mulai dari pernyataan hingga “kepornoan” membela dengan darah juang tinggi. Kenapa mereka membela Lady Gaga, toh Lady Gaga juga nggak kenal siapa Ahmad Dhani, atau Julia Perez atau mungkin Shanti yang tak laku lagi di Indonesia. Artis lokal pengen dilihat menjadi pahlawan oleh artis internasional, NORAX!

“Ini kebebasan bung!” mungkin ucapan itu yang akan terlontar dari para artis dan pemuja liberalisme, tetapi perlu di ingat bahwa HAM melindungi kebebasan tanpa harus melanggar kebebasan orang lain. Ini yang tercantum pada beberapa point The Universal Declaration of Human Rights. Tentu sangat naif sekali jika ada orang berusaha untuk memperjuangkan kebebasan tetapi malah mengoyak kebebasan orang lain. Ini adalah perilaku MENYIMPANG dari HAM!

Jika dalam sebuah artikel Vigilantcitizen.com membahas mengenai keikutsertaan Lady Gaga dalam mengembangkan gerakan Freemasonry dan Illuminati, sepertinya para artis Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar gerakan Freemasonry dan Illuminati juga mempunyai peran besar dalam proses “kesetiakawanan” untuk bisa menyebarkan paham sesat Yahudi tersebut.

Sketsa Abu Jaisy

suaranews.com/2012/05/ disingkat

***

Masalahnya, pro porno

Yang lebih memprihatinkan, ada tokoh ormas Islam yang justru pernyataannya mencla-mencle. Kemarin menganggap Lady Gaga menabrak norma, hari berikutnya malah bilang: Meskipun datang sejutaLady Gaga maupun sejuta Irshad Manji, keimanan warga NU tidak akan goyah atau berkurang.

Apakah antara artis yang pro porno dengan tokoh ormas Islam ini sedang berlomba dalam membela apa-apa yang mengusik Ummat Islam?

Pantas saja orang itu pernah “membela” situs porno, lha wong kalau dianalisis lontaran-lontarannya ya selevel dengan artis-artis praktisi dan pro kepornoan. 

Bagaimana mau dibilang keimanan warga NU tidak akan goyah, lha wong kenyataannya sebentar-sebentar kasus video porno dan sebagainya sampai kasus murid hamil hingga tidak boleh ikut ujian, lebih sering berita itu berkisar di Jawa Timur. Secara garis besar, di Jawa Timur boleh dikata adalah basis orang NU dan tempat lahirnya NU tahun 1926. Apakah tidak khawatir ketika di pusat lahirnya NU saja sudah begini:

***

Jelang Tahun Baru, Remaja Jombang Borong Kondom

TEMPO InteraktifJombang – Jelang perayaan tahun baru 2011, penjualan kondom di sejumlah apotek di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, meningkat.

Di Apotek Pelengkap, Jalan Pahlawan misalnya.  Salah satu karyawan, Nanik, 25 tahun, mengatakan sejak pagi banyak remaja yang membeli kondom di sana. “Ada yang beli sacetan, ada yang memborong satu boks berisi 25 sacet,” kata dia, Jumat (31/12).

Menurutnya, pada hari biasa pembeli kondom biasanya hanya lima orang. Tapi sejak pagi tadi sudah ada sepuluh pembeli. Jika dilihat dari barang mencapai tiga boks. Jika satu boks isinya 25 sacet, yang satu sacetnya berisi tiga biji kondom, berarti sejak pagi ada 75 sacet atau 225 biji kondom yang terjual.

Menurut dia, penjualan kondom bisanya ramai kalau liburan akhir pekan. Konsumennya bervariasi, mulai tua hingga anak muda. Namun pada libur tahun baru kali ini, kebanyakan pembelinya remaja.

Bahkan jika dilihat dari muka para pembeli, ia memperkirakan kebanyakan remaja itu masih usia sekolah. “Kapan hari malah ada yang masih pakai seragam sekolah,” sebutnya.

Sebelum membeli kondom, biasanya remaja-remaja baca SMS atau telepon lebih dulu. Kemudian mereka baru membelinya. “Katanya sih kondom titipan. Ada yang titip minta dibeliin kondom, gitu,” ujarnya.

Kenaikan penjualan kondom juga terjadi di apotek lain di Jalan Jayanegara. Erna, pegawai apotek menyebut kondom murah merek “Sutra” banyak dibeli. Harganya hanya Rp 2.500 per sacetnya.

Kasusnya sama, remaja merupakan pembeli paling tinggi. Sementara itu, di Apotek Surya Medika juga mengalami kondisi yang sama. Bahkan, stok kondom pun kian menipis. “Sekarang stoknya sedikit,” aku Anang, kasir apotek.

MUHAMMAD TAUFIK JUM’AT, 31 DESEMBER 2010 | 19:33 WIB

https://www.nahimunkar.org/10527/bangsa-kehilangan-rasa-malu/

***

Ancaman keras!

…لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا…

…Tidaklah kekejian (mesum) menyebar di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un (wabah pes) dan penyakit-penyakit yang belum pernah terjadi terhadap para pendahulu mereka….(HR Ibnu Majah nomor 4009, lafal baginya, dan riwayat Al-Bazar dan Al-Baihaqi, shahih lighoirihi menurut Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib hadits nomor 1761).

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila zina dan riba telah nampak di suatu kampong maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka ketetapan (adzab) Allah ‘Azza wa Jalla. (HR At-Thabrani, Al-Hakim dia berkata shahih sanadnya, dan Al-baihaqi, menuru Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1859 adalah hasan lighairihi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« مَا نَقَضَ قَوْمٌ الْعَهْدَ قَطُّ إِلاَّ كَانَ الْقَتْلُ بَيْنَهُمْ وَلاَ ظَهَرَتِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْمَوْتَ وَلاَ مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّ حَبَسَ اللَّهُ عَنْهُمُ الْقَطْرَ ».

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah suatu kaum merusak janji sama sekali kecuali akan ada pembunuhan di antara mereka. Dan tidaklah perzinaan nampak di suatu kaum kecuali Allah akan menguasakan kematian atas mereka, dan tidaklah suatu kaum menahan zakat kecuali Allah akan menahan hujan dari mereka. (HR Al-Hakim, ia berkata shahih atas syarat Muslim, dan riwayat Al-Baihaqi, menurut Al-Albani shahih lighairihi dalam Shahih At-Targhib wat-Tarhib nomor 2418).

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 2.185 kali, 1 untuk hari ini)