Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan, tugas Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) difokuskan untuk mendukung keamanan siber, bukan menangani hoax atau kabar atau informasi sesat.

“Kalau hoax masuk masalah konten. Jadi tugas BSSN tidak terkait hoax,” kata Rudiantara, di Jakarta, Rabu 3 Januari 2017.

Menurut Rudiantara, BSSN sepenuhnya bertanggungjawab untuk menjaga keamanan negara di sektor digital, khusunya mencegah masuknya serangan siber, di antaranya berupa malware.

“Fokusnya adalah di masalah keamanan siber, seperti penanganan masalah Wannacry kemarin, atau misalnya ada hacking. Itu yang nangani BSSN,” tutur dia.

Rudiantara juga mengatakan, BSSN dapat membuat kebijakan yang mengatur tentang keamanan siber, di antaranya terkait penangkalan, mitigasi, hingga pemulihan atau pembangunan kembali fasilitas negara yang sempat terkena malware.

“Nanti juga ada sebagian fungsi dari Direktorat Keamanan Kominfo yang bekerja sama dan aktivitasnya menjadi bagian dari BSSN,” kata Rudiantara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik Mayor Jenderal TNI Djoko Setiadi sebagai kepala BSSN di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Setiadi sebelumya adalah kepala Lembada Sandi Negara.

BSSN ini merupakan lembaga yang berada langsung di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden, setelah sebelumnya berada di bawah menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan.

Media massa banyak yang melaporkan pernyataan dia kepada pers seusai dilantik Jokowi. Setiadi menyatakan, tidak semua hoax itu negatif dan dia menyilakan jika ada “hoax membangun”.

Frase “hoax membangun” ini kemudian menjadi obyek perbincangan seru di media sosial, baik berupa canda, sindiran, hingga keheranan.

Sumber: https://nasional.tempo.co/read/1047168/menteri-rudiantara-sebut-badan-siber-tak-tangani-hoax

Namun Beda Halnya dengan berita yang dilansir tribunnews Badan Siber Justru Siap tangani Hoax

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan melakukan tindakan kepada pihak-pihak yang dengan sengaja menyebar kabar bohong atau hoax di dunia maya atau internet.

Kepala BSSN, Mayjen (Purn) Djoko Setiadi ‎mengatakan, akan ada tindakan bagi pelaku yang menyebarkan ujaran-ujaran bohong, dimana tahap awal akan diberi peringatan terlebih dahulu.
“Kita ingatkan supaya berhenti, tapi nanti kalau dia semakin menjadi-jadi, nanti ada aturan‎,” tutur Djoko di komplek Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Menurut Djoko, tindakan tersebut dapat dilakukan secara langsung oleh BSSN, maupun bekerjasama dengan Kepolisian ketika sudah berurusan dengan persoalan hukum.

“Saya berharap bisa menindak, karena kalau ada badan siber tidak bisa menindak juga percuma‎. Nanti kita bersama (BSSN dan Polri), kita lihat perkembangan ke depan, mestinya badan siber bisa menangkap dan bisa kita serahkan ke polisi,” tutur Djoko.

Lebih lanjut dia mengatakan, BSSN akan melakukan sinergi dengan semua instansi yang memiliki kemampuan siber, sesuai dengan arahan presiden untuk menyinergikan lembaga pemerintahan.

“Nanti koordinasi dengan BSSN, kami merangkul semua, kita berdayakan semaksimal mungkin, sehingga benar-benar ibaratnya sapu lidih, kalau kita gabungkan jadi satu, kuat sekali,” ujarnya.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2018/01/03/badan-siber-siap-tindak-penyebar-hoax

Hmmm.. jadi yang betul siapa nih ya?? hehehe

Sumber: news.moslemcommunity.net

(nahimunkar.org)

(Dibaca 246 kali, 1 untuk hari ini)