Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi (tengah).


Inilah beritanya.

***

Wali Kota Jakarta Utara Mundur, DPRD Kritik Ahok

Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta menyesalkan hal tersebut.

Oleh : Finalia Kodrati, Fajar Ginanjar Mukti , Ade Alfath

VIVA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, mengkritik gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama. Ahok, sapaan Basuki, dianggap tidak cakap berkomunikasi dengan anak buahnya. Hal itu berujung dengan pengunduran diri Wali kota Jakarta Utara, Rustam Effendi.

“Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) DPRD DKI menyesalkan pengunduran diri dari Pak Rustam. Seharusnya, ada komunikasi yang baik dari pak Ahok,” ujar Anggota DPRD Fraksi PDIP, Steven Musa dihubungi melalui sambungan telepon, Senin 25 April 2016.

Menurut Steven, seorang pemimpin seharusnya melayani dan memiliki komunikasi yang baik dengan anak buahnya. Rustam disebut berhak mundur untuk mempertahankan harga dirinya.

“Beliau (Rustam) tidak mau harkat dan martabatnya dinjak-injak, sekali pun itu berasal dari atasan beliau,” kata dia.

Sebelumnya, Wali kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wali kota. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), DKI Agus Suradika mengatakan, surat pengunduran diri diajukan langsung Rustam ke Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Senin sore. BKD menerima salinan surat tersebut.

“Benar Rustam telah mengajukan surat pengunduran diri. Tembusannya sudah diterima,” ujar Agus saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Agus mengatakan, surat yang dikirimkan Rustam adalah surat pernyataan pengunduran diri, bukan permohonan. Ahok tidak perlu memberi persetujuan atas pengunduran diri Rustam. (asp)/ metro.news.viva.co.id/Senin, 25 April 2016

***

Gara-gara Ahok

Permasalahan berawal saat Ahok menyebut Rustam beralasan banjir di Jakarta beberapa waktu lalu disebabkan karena ada air pasang. Merasa dibohongi, Ahok menuding Rustam berpolitik dan menuduhnya sebagai orangnya Yusril Ihza Mahendra.

Rustam pun lalu merasa sakit hati dan mengungkapkannya melalui tulisan di akun Facebook. Merespon curhatan Rustam, Ahok mengaku hanya bercanda. Tapi Ahok kemudian melempar bara panas lagi.

Ahok mengatakan Rustam punya hobi bermain golf dan masuk dalam geng golf yang ada di lingkungan Pemprov DKI dulu. Geng golf itu disebut Ahok adalah cara pejabat untuk naik pangkat di era kepemimpinan sebelumnya.

“Pejabat kalau enggak bisa main golf, enggak bisa naik pangkat. Dulu (bermain) golf bisa ke luar negeri. Saya kira yang masih Pak Rustam yang main golf ya,” ujar Ahok, Senin (25/4).  (elz/Hbb)/ detik.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.614 kali, 1 untuk hari ini)