Gara-gara Hal Ini, Jokowi Disebut Tipu Masyarakat

  • “Banyak yang desak agar Nadiem diganti, tapi tetap dipertahankan. NU dan Muhammadiyah usulkan agar Mendikbud diganti, apalagi Dirjennya terbitkan kamus yang tonjolkan tokoh-tokoh PKI. Tapi tetap dipertahankan,” kata Muslim.

     


Presiden Jokowi disebut tipu masyarakat ketika tidak melakukan reshuffle besar-besaran Menteri di kabinetnya (Tribunnews)

Isu reshuffle kabinet jilid II begitu kencang setelah DPR menyetujui terbentuknya kementerian baru yang diusulkan oleh Presiden Joko Widodo. Namun, masyarakat disebut ditipu oleh Jokowi, ketika mantan Gubernur DKI itu tak melakukan reshuffle besar-besaran dan hanya melantik dua menteri.

Jokowi disebut tak lagi mendengarkan keinginan masyarakat untuk melakukan reshuffle besar-besaran. Apalagi, hal itu berhembus kencang sebelumnya.

Baca juga : Penangkapan Ulama dan Aktivis Semakin Perlihatkan Watak Anti Demokrasi

“Tapi faktanya cuma pelantikan, tapi dibikin heboh seperti reshuffle. Publik ketipu,” kata pengamat politik Muslim Arbi, Sabtu (1/5/2021).

Padahal, kata Muslim, banyak pihak yang menginginkan Nadiem dicopot, termasuk dari organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Baca juga : Gara-gara Nadiem, Jokowi Abaikan Suara NU dan Muhammadiyah

“Banyak yang desak agar Nadiem diganti, tapi tetap dipertahankan. NU dan Muhammadiyah usulkan agar Mendikbud diganti, apalagi Dirjennya terbitkan kamus yang tonjolkan tokoh-tokoh PKI. Tapi tetap dipertahankan,” kata Muslim.

Sehingga, kata Muslim, Jokowi lagi-lagi dianggap tidak mau mendengar suara rakyatnya yang menginginkan reshuffle besaran dan bukan sekadar pelantikan. Padahal, masih banyak menteri yang juga harus diganti.

“Soal ini Jokowi dianggap tidak mau dengar suara rakyat. Banyak kinerja menteri yang nggak jelas. Dan sejumlah kalangan minta Jokowi ganti menteri-menteri yang direkomendasikan itu,” tutupnya.

(Gisella Putri\Editor)

law-justice.co – Sabtu, 01/05/2021 05:37 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 444 kali, 1 untuk hari ini)