Gara-Gara Uang Receh, Mbah Tukiran Tukang Becak di Trenggalek Tewas Dibacok Teman Sesama Tukang Becak

  • Pertama Kali Dihisab (Diadili) di Hari Kiamat Adalah Perkara Darah

Silakan simak ini.

***

Gara-Gara Uang Receh, Mbah Tukiran Tukang Becak di Trenggalek Tewas Dibacok Teman Sesama Tukang Becak

  • Pelaku meminta uang pemberian pengguna ATM (di dekat mereka mangkal, di utara alun-alun Trenggalek Jawa Timur), korban menolak dan bersikeras uang yang diterimanya tidak untuk dibagi.

 


Posisi Mbah Tukiran, korban yang tewas di dekat becaknya, di utara alun-alun Trenggalek Jatim. (Sumber: Facebook)

 

Seorang tukang becak tewas dibacok rekannya sesama tukang becak di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (1/7/2021) pagi.

Kasubag Humas Polres Trenggalek AKP Bambang Dwiyanto, membenarkan peristiwa pembacokan tersebut. Korban berinisial TKR, tewas dibacok dengan sebilah sabit oleh pelaku yang merupakan rekannya berinisial BG.

“Korban meninggal dunia,” kata Bambang melansir, Okezone.com, Kamis (1/7/2021).

Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di sebelah utara alun-alun Kota Trenggalek. Di dekat mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Korban ditemukan tewas tergeletak akibat bacokan senjata tajam di sebelah mesin ATM tempat biasa korban mangkal.

Diketahui, korban dan pelaku kerap menerima uluran uang receh dari orang-orang yang memakai mesin ATM.

Informasi diperoleh, cekcok keduanya berawal dari uang receh yang diberikan pemakaian mesin ATM. Saat itu, korban menerima uang dari pengguna ATM tersebut. Melihat itu, pelaku kemudian meminta bagian. Korban menolak dan bersikeras uang yang diterimanya tidak untuk dibagi. Adu mulut keduanya pun tak terelakkan.

 

Korban Dibacok Dengan Sabit Hingga Tewas Berlumuran Darah

Korban sempat mengeluarkan gunting. Diduga hanya untuk menakut nakuti. Namun, pelaku semakin naik pitam. Ia kemudian bergegas mengambil sabit dan langsung membacok korban. Akibatnya, korban ambruk bersimbah darah di lokasi dan tewas seketika.

“Korban meninggal dunia dengan luka di bagian leher,” kata Bambang.

Peristiwa itu kemudian membuat heboh warga di alun-alun Kota Trenggalek. Pelaku kemudian berhasil diringkus petugas. Sementara jenazah korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diautopsi.

Petugas kata Bambang, masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Terkait mendalami motif penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas.

“Pelaku sudah diamankan. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

suarapakar.com, Diterbitkan on July 1, 2021 Dari Setia Prawira

***

 

Pertama Kali Dihisab (Diadili) di Hari Kiamat Adalah Perkara Darah

By

 Bimbingan Islam


 October 23, 2018


Pertama Kali Dihisab (Diadili) di Hari Kiamat Adalah Perkara Darah

Tanya Jawab Grup WA Admin Akhwat Bimbingan Islam

Pertanyaan:

بسم اللّه الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

‘Afwan, saya mau bertanya. Maksud dari hadits berikut ini, bagaimana ya Ustadz?

Rasūlullāh bersabda,

“Hal yang pertama kali akan dihisab yang berkaitan dengan hak antar manusia pada hari kiamat adalah tentang darah.”  (HR. Muslim).

جَزَاك الله خَيْرًا

(Disampaikan: Admin BiAS T08 G-20)

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ بِالدِّمَاءِ

“Hal pertama yang akan diputuskan diantara manusia adalah masalah darah.” (HR. Al-Bukhari : 6533, Muslim : 3178).

Al-Qurthubi menyatakan:

 هذا يدل على أنه ليس في حقوق الآدميين أعظم من الدماء

“Hadits ini menunjukkan bahwasanya tidak ada hak manusia yang lebih besar dari pada permasalahan darah.” (Al-Mufhim : 5/42).

Maknanya, karena darah manusia itu merupakan hak terbesar bagi manusia, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menomor satukan untuk mengadili permasalahan darah ini. Barangsiapa menumpahkan darah orang lain, membunuh orang lain dengan zalim maka Allah akan mengadilinya kelak di akhirat sebelum Allah mengadili permasalah yang lain.

Shalat atau perkara darah dulu yang dihisab di Hari Kiamat?

Dan tidak ada pertentangan antara hadits ini dengan hadits yang menyatakan bahwa amalan pertama yang akan dihisab adalah shalat.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.” (HR. At-Tirmidzi : 413, An-Nasa’i : 466 dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 2020).

Iman An-Nawawi menyatakan ketika menjelaskan tidak adanya benturan antara kedua hadits ini beliau berkata:

فيه تغليظ أمر الدماء, وأنها أوّل ما يقضى فيه بين الناس يوم القيامة, وهذا لعظم أمرها وكثير خطرها, وليس هذا الحديث مخالفًا للحديث المشهور في السنن: ((أول ما يحاسب به العبد صلاته)) لأنّ هذا الحديث الثاني فيما بين العبد وبين الله تعالى, وأما حديث الباب فهو فيما بين العباد, والله أعلم بالصواب

“Hadits ini menunjukkan pentingnya masalah darah. Sehingga hal itu merupakan perkara yang diputuskan pertama kali di antara manusia pada hari kiamat. Hal ini disebabkan karena agungnya masalah ini dan besarnya bahayanya.

Hadits ini tidaklah bertentangan dengan hadits terkenal di dalam As-Sunan, ‘Perkara yang pertama kali dihisab adalah shalat’, karena hadits yang kedua ini berkaitan dengan urusan yang terjadi antara seorang hamba dan Allah Ta’ala. Adapun hadits ini berkaitan dengan urusan yang terjadi di antara sesama manusia.”

(Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim : 1/167).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al Bayati
حفظه الله
bimbinganislam.com, Jum’at, 03 Shafar 1440H / 12 Oktober 2018M

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 473 kali, 1 untuk hari ini)