Belakangan negeri kita gonjang-ganjing padahal baru saja punya Presiden dan Wakil Presiden baru, pasalnya, negeri kita terpecah jadi dua. Penyebabnya adalah dibentuknya DPR Tandingan. Apa dan bagaimana serta seperti apa DPR Tandingan itu. Berikut laporannya.

Ditunjuk Jadi Ketua DPR Tandingan, Pramono Kecewa Dengan Sikap PDIP

Thursday, October 30, 2014

Tarqiyah : Politikus PDIP Pramono Anung tidak setuju dan kecewa atas tindakan anggota fraksinya di parlemen.
Melalui akun resmi twitter nya @Pramomoanung, bekas wakil ketua DPR itu menegaskan pimpinan DPR sekarang merupakan DPR yang sah.
Dia juga meminta agar para kader-kader PDIP berpikir jernih dalam bersikap dan berdasarkan hukum. Namun kicauan Pramono itu tidak dituliskan secara spesifik.
Berikut kicauan Pramono Anung yang diunggahnya hari ini, Kamis (30/10/2014).
“@pramonoanung: Lebih baik asli drpd tandingan, akal sehat harus tetap dimiliki dalam kondisi tensi tinggi dipertandingan politik #Sabar”
Sebelumnya bekas Sekretaris Jenderal PDIP itu juga sempat menuliskan rasa kekecewaanya terhadap sikap kader-kader PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang membentuk DPR tandingan.
“@pramonoanung: Hanya bisa menggelengkan kepala saja, apa yg harus ditandingkan.. #SelamatTidur”
Seperti diberitakan, KIH mengeluarkan sikap mosi tidak percaya terhadap pimpinan DPR. Bahkan KIH mengajukan nama pimpinan DPR tandingan sementara.
Selain itu mereka juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3). (inilah)


KMP Juga Bisa Buat Presiden dan Kabinet Tandingan

Thursday, October 30, 2014

Tarqiyah : Koalisi Merah Putih (KMP) sangat heran dengan langkah Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang akan bentuk pimpinan DPR RI dan alat kelangkapan dewan (AKD).
“Kita hidup bernegara ini ada aturan mainnya, janganlah membiasakan diri apabila tak sepakat kemudian membentuk organ tandingan,” kata Anggota DPR RI Fraksi PKS Aboe Bakar Al-Habsyi, Kamis (30/10) seperti dilansir RMOL.
Menurutnya, bila alasannya tidak puas dengan terpilihnya alat kelengkapan dewan, KMP pun bisa menggunakan alasan tersebut untuk membuat presiden tandingan.
“Kalaupun alasan tak dapat jatah pimpinan AKD dijadikan dasar, kita pun bisa membuat kabinet tandingan lantaran partai kami tak dapat jatah menteri. Kan tidak seperti itu cara berpikir bernegara yang baik dan benar,” ujar Aboe Bakar.
Ia pun mengajak semua elit politik termasuk anggota DPR di Senayan mengikuti aturan main yang ada.

“Saya kira pimpinan DPR sudah sangat sabar hingga menunggu empat kali paripurna agar fraksi-fraksi yang ada menyerahkan daftar nama anggota komisinya. Apabila pada batas waktu yang telah disepakati tidak juga ada nama yang disetor ya harus bagaimana lagi. Kita kan harus segera kerja, kerja dan kerja, karena mitra kerja kita sudah terbentuk,” demikian ungkap Aboe Bakar.

Seperti diketahui, KIH membentuk pimpinan DPR dan alat kelengkapan dewan (AKD) sendiri karena mereka tidak puas dengan kepemimpinan pimpinan DPR saat ini yang dikuasai oleh KMP. Pimpinan DPR ini akan diketuai oleh Pramono Anung (PDI-P) dan terdiri dari empat wakil ketua, yakni Abdul Kadir Karding, Saifullah Tamliha (PPP), Patrice Rio Capella (Nasdem), dan Dossy Iskandar (Hanura). (ri)


Prabowo: DPR Tandingan Bentuk Ketidakdewasaan

Islamedia.co – Mantan calon presiden 2014 Prabowo Subianto menyesalkan langkah Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang membentuk DPR tandingan. Dia menilai sikap tersebut justru tidak menyelesaikan masalah serta merugikan bangsa dan rakyat Indonesia.
“Pikiran-pikiran seperti itu merugikan bangsa,” katanya usai menghadiri acara pembukaan Muktamar PPP kubu Suryadharma Ali (SDA) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (30/10).
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu mengatakan, tidak ada dalam aturan baik Undang-undang maupun tata tertib mengenai pembentukan DPR tandingan. Menurutnya, sikap itu merupakan ketidakdewasaan elite dalam berpolitik.
“Saya kira tandingan adalah bentuk ketidakdewasaan, nggak ada itu tandingan-tandingan,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Semua pihak harusnya bisa menahan diri dan tetap menjaga kondusifitas. Jangan karena tidak puas, kata Prabowo, lantas membentuk berbagai macam bentuk tandingan-tandingan.

“Semua tandingan, apa kita bikin gubernur tandingan, apa kita bikin bupati tandingan, kalau tidak puas bikin bupati tandingan,” ujarnya.
Prabowo semua pihak berpikir positif. KMP menginginkan adanya hubungan baik antara eksekutif dan legislatif. Dalam demokrasi, kata dia, ada yang diberi mandat di eksekutif dan ada yang legislatif. Legislatif yang kuat justru merupakan sesuatu yang menguntungkan rakyat.
Seperti diketahui, partai-partai yang tergabung dalam KIH melayangkan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR. Atas dasar itu, mereka membentuk DPR tandingan dengan menunjuk pimpinan-pinan DPR dari partai politik yang ada di KIH. [rol/im]

(nahimunkar.com/br)

(Dibaca 1.636 kali, 1 untuk hari ini)