Seorang blogger penjual obat aborsi tertangkap di Bandung dan dijerat Pasal 196 junto Pasal 197 junto Pasal 198 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Munculnya situs-situs penjual obat aborsi alias pengguguran kandungan sangat mengkhawatirkan masyarakat.
Secara langsung atau tidak langsung sudah bermakna mengembangkan perusakan moral. Secara gampangnya dapat dimaknakan: berzinalah, lalu bunuhlah janinnya.
Pelaku jualan obat aborsi lewat situs sudah ada yang tertangkap di Bandung. Saat ini Kankan (seorang blogger bernama Kankan Irawan (32 tahun), gara-gara menjual obat aborsi) mendekam di sel tahanan Satnarkoba Polrestabes Bandung. Pria tersebut dijerat Pasal 196 junto Pasal 197 junto Pasal 198 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara.
Oleh karena itu Menkoinfo didesak menutup situs-situs penjual obat aborsi yang telah mengkhawatirkan bagi masyarakat itu.
***

Makin Marak Terjadi, Polrestabes Bandung Minta Kominfo Tutup Situs Penjual Obat Aborsi

Obat Aborsi

BANDUNG (Panjimas.com) – Maraknya transaksi dan penjualan obat penggugur kandungan (aborsi) yang masih terjadi membuat sebagian kalangan merasa khawatir. Apalagi, baru-baru ini di Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) ditemukan bisnis penjualan obat aborsi melalui media online internet.
Satnarkoba Polrestabes Bandung menangkap seorang blogger bernama Kankan Irawan (32 tahun), gara-gara menjual obat aborsi. Dengan ditemukannya hal itu, polisi meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menutup situs penyedia obat aborsi yang marak terjadi dan menghiasi jagat dunia maya.

“Ya, kami akan surati Kominfo agar menutup situs yang secara terang-terangan menawarkan obat penggugur kandungan. Kalau dibiarkan masih bisa diakses, tentu berbahaya,” kata Kasatnarkoba Polrestabes Bandung, AKBP Nugroho Arianto di Bandung, pada Senin (6/10/2014).

Soal kasus Kankan, jelas Nugroho, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Hingga kini, polisi terus menelusuri keberadaan inisial S yang disebut oleh Kankan saat penyelidikan. “S statusnya daftar pencarian orang. S ini yang menyuplai obat kepada Kankan,” ucap Nugroho.
Saat ini Kankan mendekam di sel tahanan Satnarkoba Polrestabes Bandung. Pria tersebut dijerat Pasal 196 junto Pasal 197 junto Pasal 198 UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. [GA/dtk] Selasa, 12 Dzulhijah 1435H / October 7, 2014
***

Berikut Ini Sejumlah Website Penjual Obat Aborsi yang Patut Diwaspadai

BANDUNG (Panjimas.com) – Usaha untuk menggugurkan kandungan yang dihasilkan dari berbagai macam cara persetubuhan ternyata semakin mudah dilakukan. Hal ini terjadi karena salah satunya, adanya penjualan obat penggugur kandungan (aborsi) yang dijual dengan sarana promosi di internet.

Salah satu website yang menjual obat aborsi adalah www.obataborsi*****.com. Di website ini dijual beragam obat aborsi untuk usia kehamilan satu hingga empat bulan.

Misalnya untuk usia kehamilan satu bulan, harga obat aborsi berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Sementara paling mahal harganya Rp2,5 juta untuk usia kehamilan empat bulan.

Dalam website itu ditulis dengan jelas tulisan ‘Obat Aborsi 100% Aman’. Untuk mempermudah konsumen membeli obat aborsi, dicantumkan nomor telefon dan pin Blackberry Messenger (BBM). Bahkan pengiriman bisa dilakukan ke seluruh Indonesia.

Tampilan website itu setelah dibuka terlihat kurang menarik. Tidak ada gambar yang ditampilkan untuk menarik minat calon konsumen. Sementara selain situs itu, ada juga situs lain yang menjual obat aborsi, di antaranya www.ganti****.com, www.obataborsi***.wordpres.com, dan www.pusatklinik***.com.

Dengan adanya fenomena ini, sejumlah pihak, salah satunya adalah Walikota Bandung, Ridwan Kamil menghimbau masyarakat untuk waspada dan menjauhi situs-situs tersebut, dan ia berjanji akan menindak situs tersebut. Selain itu, ia juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan hubungan terlarang diluar nikah. [GA/okz] Selasa, 12 Dzulhijah 1435H / October 7, 2014

***

{وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ} [الأنعام: 151]

dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar[518]”. demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (QS Al-An’am: 151)

[518] Maksudnya yang dibenarkan oleh syara’ seperti qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 543 kali, 1 untuk hari ini)