• Hadits tentang Penyakit Ganas Akibat Tersebarnya Zina (termasuk homoseks ataupin lakon LGBT)

Silakan simak ini.

***

Sauna Komunitas Gay di Spanyol Ditutup, Diduga Jadi Biang Wabah ‘Cacar Monyet’

 

Sebuah sauna di Madrid, Spanyol, terpaksa ditutup karena diduga terkait wabah cacar monyet ‘Monkeypox’ di negara ini. Penutupan ini dipastikan langsung otoritas kesehatan setempat, Jumat (20/5).

 

Sauna bernama Paraiso –yang berarti surga– ini dikenal sebagai ‘tempat ramah bagi komunitas gay’. Di media sosial, pihak sauna memastikan akan menutup pintunya.

 

“Sauna Paraiso akan tetap ditutup selama beberapa hari ke depan, tindakan pencegahan dalam menghadapi peringatan…atas munculnya apa yang disebut infeksi cacar monyet di wilayah Madrid,” ujar pihak pengelola Sauna Paraiso dikutip dari AFP, Sabtu (21/5).

 

Enrique Ruiz Escudero, seorang pejabat kesehatan Madrid, mengatakan kepada wartawan bahwa pihak berwenang telah mencatat 21 kasus yang dikonfirmasi dan 19 kasus yang dicurigai.

 

“Kebanyakan orang yang dites positif memiliki tautan ke sumber ini (aktivitas di Sauna Paraiso),” jelasnya.

 

Terakhir, jumlah cacar monyet terbaru dari Kementerian Kesehatan Spanyol adalah tujuh kasus yang dikonfirmasi secara nasional dan 23 orang yang dites positif virus “non-manusia” tetapi masih menunggu hasil lebih lanjut. Jumlah ini belum termasuk dari dugaan kasus infeksi di Sauna Paraiso.

 

Daerah lain di Spanyol, termasuk Galicia, Basque Country, dan Estremadura, juga telah melaporkan dugaan infeksi cacar monyet.

 

Cacar monyet biasanya tidak berakibat fatal tetapi sering dialami orang dengan gejala demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, kelelahan dan ruam seperti cacar air di tangan dan wajah.

 

Virus dapat ditularkan melalui kontak dengan lesi kulit atau tetesan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, serta barang-barang seperti tempat tidur hingga handuk.

 

WHO tengah menyelidiki kasus infeksi cacar monyet berkaitan dengan aktivitas seksual, khususnya pada gay dan biseksual. Pasalnya, beberapa kasus cacar monyet di Inggris diidap pria gay dan biseksual.

 

Kepala penasihat medis Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), Susan Hopkins, pun mendesak pria gay dan biseksual untuk mewaspadai gejalanya, dengan mengatakan “proporsi penting” kasus di Inggris dan Eropa berasal dari kelompok ini.

 

Sumber: kumparan

@geloranews

21 Mei 2022

***

Hadits tentang Penyakit Ganas Akibat Tersebarnya Zina (termasuk homoseks ataupin lakon LGBT)

Salah satu bukti kebenaran hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hadits yang menjelaskan bahwa apabila tersebar zina secara terang-terangan, akan muncul penyakit ganas yang tidak pernah ada sebelumnya. Di zaman ini sudah terbukti, yaitu muncul penyakit akibat zina (faahisyah) yang tersebar merajalela seperti penyakit HIV AIDS, sifilis, gonore, herpes dan lain-lainnya. Penyakit-penyakit ini disebut dengan “penyakit menular seksual” (Sexually Transmitted Disease) karena menular melalui hubungan seksual. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيْهِمْ الطَّاعُوْنُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ قَدْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِيْنَ مَضَوْا…

“Tidaklah nampak perbuatan keji (zina) di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.” [HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 106]

Tersebarnya penyakit dalam hadits adalah tha’un yaitu penyakit bahaya dan bisa mematikan serta menular. Dalam kamus disebutkan makna tha’un:

مرض فيروسي معدٍ خطير مميت غالبًا

“Penyakit akibat virus (organisme) yang menular, berbahaya dan mematikan secara umum.” [lihat Kamus Al-Ma’any]

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa penyakit ini muncul akibat maksiat ini, beliau berkata:

ففي هذه الأحاديث أن الطاعون قد يقع عقوبة بسبب المعصية

“Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa tha’un muncuk sebagai hukuman akibat maksiat/fahisyah.” [Fathul Bari 10/193]

Dalam hadits disebutkan dengan lafadz “faahisyah”. Termasuk “faahisyah” ini adalah perbuatan homoseksual sebagaimana yang dilakukan oleh kaum nabi Luth. Fakta menyebutkan bahwa AIDS lebih mudah menular pada pelaku homoseksual, karena anus (mohon maaf) bukanlah tempat untuk berhubungan seksual, anus akan mudah terluka (walaupun kecil/luka minor) dan virus mudah masuk dan berkembang.

Allah Ta’ala berfirman mengenai perbuatan “faahisyah” kaum nabi Luth,

وَلُوطًا إِذْ قالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (54) أَإِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّساءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).” ( An-Naml 27:54-55)

Sumber: https://muslim.or.id/51884-penyakit-ganas-akibat-tersebarnya-zina-secara-terang-terangan.html

(nahimunkar.org)