Ust.hartono A J_8236523753

(Khutbah Jum’at)

Bahasa Jawa di bagian bawah

OlehHartono Ahmad Jaiz

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berkenan memberikan berbagai keni’matan bahkan hidayah kepada kita.

Shalawat dan salam semoga Allah tetapkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampai akhir zaman.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mari kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, menjalani perintah-perintah Allah sekuat kemampuan kita, dan menjauhi larangan-laranganNya.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, dalam kesempatan yang mulia ini akan kami kemukakan tentang adanya gejala mendukung kekafiran dan menjamin tidak lunturnya iman.

Gejala itu tentu saja menyedihkan bagi kaum Muslimin yang ingin menjaga dirinya dan  keluarganya dari api neraka akibat terpengaruh oleh pengaruh jahat keadaan yang memprihatinkan. Untuk itu, mari kita simak ayat-ayat ini.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (آل عمران : 176(

176. Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir[252 yakni orang-orang kafir Mekah atau orang-orang munafik yang selalu merongrong agama Islam.]; Sesungguhnya mereka  tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka  di hari akhirat, dan bagi mereka  azab yang besar.

Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Zaadul Masiir fii ‘ilmit  Tafsiir menjelaskan, الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ  orang-orang yang segera menjadi kafir ada empat pendapat:

  1. Al-munafiqun (orang-orang munafiq) dan pemimpin-pemimpin Yahudi, kata Ibnu ‘Abbas.
  2. Al-Munafiqun, kata Mujahid.
  3. Kuffar (orang-orang kafir) Quraisy, kata Ad-Dhahhak.
  4. Kaum yang murtad dari Islam, disebutkan oleh Al-Mawardi.

Dan dikatakan, arti segeranya mereka  menjadi kafir itu adalah terang-terangannya mereka  terhadap orang kafir dan dukungan mereka  kepada kafirin. Bila ditanyakan: bagaimana (bisa) segeranya mereka  ke dalam kekufuran itu jangan sampai menjadikan sedih? Maka jawabannya adalah, jangan menjadikan kamu sedih perbuatan mereka , karena kamu ditolong (dimenangkan) terhadap mereka .  (lihat Zaadul Masiir fii ‘ilmit  Tafsiir dalam ayat menjelaskan ayat 176 Surat Ali ‘Imran).

orang-orang yang segera menjadi kafir dari orang Yahudi, Quraisy, munafiq maupun murtad itu Allah sebut إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا Sesungguhnya mereka  tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun.

Menurut Imam ‘Atha’, mereka  tidak akan memberi mudharat sedikitpun kepada wali-wali Allah, yaitu orang-orang yang beriman lagi taqwa.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah, segeranya mereka  menjadi kafir atau terang-terangannya mereka  terhadap orang kafir dan dukungan mereka  kepada kafirin; yang kini jelas terlihat di depan kita, ternyata bukan baru sekarang terjadi. Namun sudah terjadi di zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala perang Uhud. Sehingga Allah Ta’ala memberi hiburan sekaligus jaminan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya agar tidak bersedih, risau, gundah gulana.

Apabila sekarang di depan kita tidak sedikit orang-orang yang mengaku Islam namun sebegitu terang-terangannya dalam membela kekafiran, kemusyrikan dan kemaksiatan dengan aneka ucapan yang menyakitkan Ummat Islam, maka hendaknya kita kembali merenungi ayat ini, dan memohon kepada Allah Ta’ala agar kita dijadikan orang-orang yang beriman dan bertaqwa, sehingga ucapan dan tingkah polah mereka  yang sangat jelas mendukung kekafiran itu tidak memberi mudharat kepada ummat Islam.

  إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (177)

177. Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka  tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka  azab yang pedih.(Qs Ali ‘Imran: 177).

Pada ayat ini, menurut Tafsir Departemen Agama 1985/ 1986, setelah  Allah Subhanahu wa Ta’ala  membukakan kedok orang-orang yang membantu dan memihak kepada orang-orang kafir yang menentang kaum muslimin, dan menegaskan bahwa mereka  pada hakekatnya menentang dan memerangi Allah, maka pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa hal itu (yaitu balasan atas pembelaan terhadap kekafiran hingga Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka  di hari akhirat, dan bagi mereka  azab yang besar) itu juga berlaku bagi setiap orang yang lebih mengutamakan kekafiran daripada keimanan. Mereka  tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun, dan bagi mereka  adzab yang pedih. (juz 4, penjelasan ayat 177 Surat Ali ‘Imran).

Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (178 [آل عمران : 178]

178. dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka [253 dengan memperpanjang umur mereka  dan membiarkan mereka  berbuat dosa sesuka hatinya.] adalah lebih baik bagi mereka . Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka  hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka ; dan bagi mereka  azab yang menghinakan. (QS Ali ‘Imron/3: 178).

Ibnu Abbas berkata, ayat ini turun mengenai orang-orang Yahudi, Nasrani, dan munafiqin. (lihat Zadul Masir keterangan ayat 178 Surat Ali ‘Imran).

Azab yang menghinakan itu diancamkan kepada mereka , sedang mereka  diberi tangguh namun justru bertambah-tambah dosa. Tafsir Departemen Agama memberi penjelasan: Kecuali bila mereka  menambah amal salehnya yang akan mensucikan dan membersihkan mereka  dari hal-hal yang keji dan sifat-sifat yang jelek.. hal-hal seperti itulah yang akan bermanfaat bagi mereka  dan bagi manusia lainnya. Tetapi kenyataannya, mereka  tetap saja berbuat maksiat dan dosa. Dengan demikian mereka  membinasakan diri sendiri, sehingga mereka  mendapat azab siksa yang menghinakan. (lihat penjelasan ayat 178 Surat Ali Imran).

Firman Allah selanjutnya:

 مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ  [آل عمران : 179]

179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam Keadaan kamu sekarang ini[254 Keadaan kaum muslimin bercampur baur dengan kaum munafikin.], sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya[255 Di antara rasul-rasul, Nabi Muhammad s.a.w. dipilih oleh Allah dengan memberi keistimewaan kepada beliau berupa pengetahuan untuk menanggapi isi hati manusia, sehingga beliau dapat menentukan siapa di antara mereka  yang betul-betul beriman dan siapa pula yang munafik atau kafir.]. karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, Maka bagimu pahala yang besar. (QS Ali ‘Imron/3:179).

Salah satu sunnatullah kepada hamba-Nya yang tak dapat dirobah-robah ialah bahwa Allah Ta’ala tidak akan membiarkan orang-orang mukmin tetap di dalam kesulitan sebagaimana halnya pada peperangan Uhud. Allah akan memisahkan orang-orang mukmin dari orang-orang munafik dan akan memperbaiki keadaan orang mukmin dan memperkuat iman mereka . Di dalam keadaan sulit dan susah, dapat dinilai dan dibedakan orang-orang yang kuat imannya dengan orang-orang yang lemah imannya.

Kaum muslimin diuji sampai di mana iman dan kesungguhan mereka  menghadapi kaum kafir.

Setelah kaum muslimin mengalami kesulitan dalam peperangan Uhud karena dipukul mundur oleh musuh, dan mereka  hampir-hampir patah semangat, dikala itulah diketahui bahwa di antara kaum muslimin ada orang-orang munafik yang menyeleweng, berpihak kepada musuh. Orang-orang yang lemah imannya mengalami kebingungan. Berlainan halnya dengan orang-orang yang kuat imannya, kesulitan yang dihadapinya itu, mendorong mereka  untuk menambah kekuatan iman dan semangat mereka . (lihat Tafsir Depag RI ayat 179 Surat Ali Imran, terbitan 1985/1986).

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ 

karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

Imam At-Thabari dalam tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, ayat ini artinya, jika kamu sekalian kembali dan bertaubat maka bagi kamu sekalian pahala yang besar. (Tafsir At-Thabari juz 7 halaman 428).

Jamaah Jum’ah rahimakumullah. Bagaimanapun, yang akan mendapatkan pahala besar dari Allah Ta’ala adalah orang-orang yang beriman lagi bertaqwa, yang kembali kepada keimanan yang benar dan bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat.

Keadaan yang dapat dilihat, ada gejala semakin berganti tahun semakin ada saja orang-orang yang makin menampakkan diri untuk bersigera dan sigap untuk mendukung, membela dan pro kepada kekafiran. Tidak segan-segan mereka  bertandang dan berucap, berbuat dan berkata yang justru menampakkan pembelaannya kepada kekafiran. Namun semua itu bukan merugikan wali-wali Allah yaitu orang-orang yang beriman dan bertaqwa, tetapi hanya merugikan bagi diri mereka  sendiri.

Semoga kita dijauhkan dari sikap dan sifat yang membela kekafiran yang jelas menghancurkan keimanan, walau semakin menggejala di aneka tempat dan disebar-sebarkan oleh media massa yang tidak suka kepada Islam. Dan semoga jaminan Allah Ta’ala bahwa mereka  itu tidak memberi bahaya kepada Allah Ta’ala yang dimaknakan oleh para ahli tafsir sebagai tidak memberi bahaya kepada wali-wali Allah yakni orang-orang yang beriman dan bertaqwa, jaminan itu semoga tertuju kepada kita semua. Sehingga walaupun semakin banyaknya orang-orang terkemuka yang bersigera dan sigap membela kekufuran dalam aneka momen dan peristiwa, namun tetap tidak menggoyahkan iman kaum mu’minin yang memegangi Islam dengan gigihnya.

Hanya kepada Allah lah kami menyembah, dan hanya kepada Allah lah kami minta pertolongan.

Semoga Allah meneguhkan iman kita. Dan perlu kita ingat pula, untuk mendapatkan jaminan dari Allah Ta’ala itu perlu kita banyak berdoa agar diteguhkan iman kita.

   Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu memohon kepada Allah agar hatinya diberi kekuatan untuk tetap teguh di atas agama-Nya. Anas radhiallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا قَالَ نَعَمْ إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seringkali mengucapkan, “Wahai (Dzat) Yang membolak balikkan hati, kuatkanlah hatiku di atas agamamu.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan apa yang engkau bawa, apakah engkau mengkhawatirkan kami?” Beliau menjawab, “Iya, sesungguhnya hati itu berada di antara dua jari-jemari Allah yang Dia bolak-balikkan sesuai dengan kehendak-Nya.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya,  Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam Silsilah Shahihah no.2091.)

Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan dari Syahr bin Hausyab, dia berkata, “Saya berkata kepada Ummu Salamah radiyallahu ‘anha,

يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ، مَا (كَانَ) أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ: كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ:يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ. 

‘Wahai Ummu al-Mukminin, doa apakah yang paling banyak yang pernah diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau berada di dekatmu?’ Dia menjawab, ‘Doa yang paling banyak yang pernah diucapkannya adalah,

« يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ ».

 ‘Wahai Dzat Yang Membolak-balik hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu’.” (hadits Hasan Shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 29188 dan 30397; Ahmad 6/294, no. 302, dan 315; at-Tirmidzi, Kitab ad-Da’awat, Bab, 5/538, no. 3522).

Mari kita banyak berdoa memohon kepada Allah agar diteguhkan iman kita, dan jangan sampai kita terombang-ambing oleh perkataan orang yang dusta, yang sampai berani menjamin keimanan orang lain tidak akan luntur dengan mendukung kekafiran dan semacamnya. Ketidak khawatiran akan hilangnya iman bahkan berani menjamin keimanan orang lain itu ternyata jelas-jelas bertentangan dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengkhawatirkan keimanan umatnya, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan banyak berdoa mohon kepada Allah agar ditetapkan hati atas agamaNya.

Akhirnya, dalam kesempatan ini kami mohon kepada Allah Ta’ala:

اللهم أَصْلِحْ شَأْنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاهْدِهِمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ، اللهم ارْزُقْهُمْ رِزْقًا مُبَارَكًا طَيِّبًا. اللهم أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. 
فَاتَّقُوا الله عِبَادَ ِالله ، وَخُذُوْا بِالْأَسْبَابِ الَّتِيْ تَحْيَى بِهَا الْقُلُوْبُ قَبْلَ أَنْ تَقْسُوَ وَتَمُوْتَ، فَإِنَّ ذلك مَنَاطُ سَعَادَتِكُمْ أَوْ شَقَائِكُمْ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْوَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

(nahimunkar.com)

 ***

Bahasa Jawa

Gejala ndukung kekafiran lan njamin keimanan pandherekipun mboten badhe luntur

(khutbah Jum’ah)

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mangga kita sedaya bersyukur dhateng Allah Subhanahu wa Ta’ala ingkang sampun berkenan maringi pnten-pinten keni’matan bahkan hidayah dhateng kita sedaya.
Shalawat uga salam mugi-mugi Allah tetapkan dhateng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, uga para pandherekipun ingkang setia kaliyan sae ngantos akhir zaman.
Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mangga kita sedaya senantiasa bertaqwa dhateng Allah kaliyan saleres-lerese taqwa,ngikuti perintah-perintah Allah sakiyat kesagedan kita sedaya, uga nebihi larangan-laranganipun.
Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, lebet kesempatan ingkang mulia punika badhe kami ingetaken babagan entenipungejala mendukung kekafiran uga njamin mboten luntur keimananipun.
Gejala punika tentu kamawon nyedhihaken dhateng kaum Muslimin ingkang kersa njagi badanipun uga keluarganya saking panase latu neraka akibat terpengaruh dening pengaruh awon kawontenan ingkang memprihatinkan akhir-akhir punika. kangge punika, mangga kita sedaya simak ayat-ayat punika.

وَلَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا يُرِيدُ اللَّهُ أَلَّا يَجْعَلَ لَهُمْ حَظًّا فِي الْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (آل عمران : 176(

176. Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir[252 yakni orang-orang kafir Mekah atau orang-orang munafik yang selalu merongrong agama Islam.]; Sesungguhnya mereka  tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala) kepada mereka  di hari akhirat, dan bagi mereka  azab yang besar. (QS Ali ‘Imran: 176).

176. Aja nganti sira Muhammad digawe susah dening wong-wong kang segera dadi kafir (yaiku tiyang-tiyang kafir Mekah utawi tiyang-tiyang munafik ingkang selalu merongrong agami Islam), sanyata wong mau ora bakal padha bisa ambebayani ing Allah sathithik-thithika, karsaning Allah ora bakal maringi ganjaran marang wong-wong mau ana akherat, lan dheweke bakal kapatrapan siksa kang abot. (QS Ali ‘Imran: 176).

Imam Ibnul Jauzi ing kitab Zaadul Masiir fii ‘ilmit  Tafsiir menjelaskan, الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ  tiyang-tiyang ingkang enggal dados kafir enten sekawan pendapat:
1 Al-munafiqun (tiyang-tiyang munafiq) lan pemimpin-pemimpin Yahudi, kata Ibnu ‘Abbas.
2 Al-Munafiqun, kata Mujahid.
3. Kuffar (tiyang-tiyang kafir) Quraisy, kata Ad-Dhahhak.
4. Kaum ingkang murtad saking Islam, menurut  Al-Mawardi.
uga dipun ginemaken, makna segeranya mereka dados kafir punika yaiku ngedhengipun utawi terang-teranganipun mereka condong dhateng tiyang kafir lan dukungan mereka dhateng kafirin. menawi dipun ginemaken: kados pundi segeranipun mereka mlebet kekufuran punika kok ampun ngantos dadosaken sedhih? mila wangsulanipun yaiku, ampun dadosaken sampeyan sedhih lakone mereka, amargi sampeyan dipun tulungi (dimenangaken) ngadhepi mereka  . (saged ditingali ing Zaadul Masiir fii ‘ilmit  Tafsir  mertelakaken ayat 176Surat Ali ‘Imran).

Tiyang-tiyang ingkang segera dados kafir saking tiyang Yahudi, Quraisy, munafiq lan ugi murtad punika Allah sebat sayektos mereka mboten pisan-pisan saged nyukani mudharat dhateng Allah sekedhika.
kata Imam Atha’, mereka mboten badhe nyukani mudharat sekedhika dhateng wali-wali Allah, yaiku tiyang-tiyang ingkang iman lan taqwa.

Jama’ah Jemuwah rahimakumullah, enggalipun mereka dados kafir utawi terang-teranganipun mereka mbela tiyang kafir lan dukungan mereka dhateng kafirin; ingkang sakmenika jelas   ketingal ing ngajeng kita sedaya, jebulna sanes  kedadosan enggal sakmenika mawon. nanging sampun kedadosan nalika ing zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala perang Uhud. dadosipun Allah Ta’ala nyukani hiburan sekalian jaminan dhateng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lansahabatnya kajengipun mboten sedhih, risau, gundah gulana.

Menawi sakmenika ing ngajeng kita sedaya mboten sekedhik tiyang-tiyang ingkang ngaken Islam nanging samekaten terang-teranganipun lebet membela kekafiran, kemusyrikanlankemaksiatan kaliyan aneka ucapan ingkang nyakitaken Ummat Islam, mila kedahipun kita sedaya wangsul merenungi ayat punika,lan nyuwun  dhateng Allah Ta’ala kajengipun kita sedaya dipun dadosaken tiyang-tiyang ingkang iman lan taqwa, dadosipun ucapan lan tingkah polah mereka ingkang jelas   sanget mendukung kekafiran punika mboten nyukani mudharat dhateng ummat Islam.

إِنَّ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (177)

177. Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka  tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka  azab yang pedih.(Qs Ali ‘Imran: 177).

177. Sanyata wong kang padha ngeganti iman dengan kafir, dheweke ora babar pisan bisa gawe bebaya ing Allah sathithik-thithika, lan dheweke bakal kapatrapan siksa kang anglarani. .(QS Ali ‘Imran: 177).

ing ayat punika, kata Tafsir Departemen Agami 1985/ 1986, saksampune Allah Subhanahu wa Ta’ala mbikakaken kedok tiyang-tiyang ingkang mbiantu lan memihak dhateng tiyang-tiyang kafir ingkang nglawan kaum muslimin, uga menegaskan bahwa mereka ing hakekatnya nentang lan nyerang Allah, mila ing ayat punika Allah njelasaken bahwa hal punika (yaiku balasan amargi pembelaan dhateng kekafiran ngantos Allah  mboten badhe nyukani bahagian (saking pahala) dhateng mereka ing dinten jaman akherat,lan kangge  mereka azab ingkang ageng) punika ugi berlaku kangge  saben tiyang ingkang langkung ngutamikaken kekafiran daripada keimanan. mereka mboten saged nyukani mudharat dhateng Allah sekedhika,lan kangge  mereka adzab ingkang pedih. (juz 4, pamertelan ayat 177 serat Ali ‘Imran).
selaluipun Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (178 [آل عمران : 178]

178. dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka [253 dengan memperpanjang umur mereka  dan membiarkan mereka  berbuat dosa sesuka hatinya.] adalah lebih baik bagi mereka . Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka  hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka ; dan bagi mereka  azab yang menghinakan. (QS Ali ‘Imron/3: 178).

178. Lan wong-wong kang padha kafir iku, aja duwe panyana, manawa: anggoningsun anyerantekake marang awake iku luwih becik tumrap dheweke, mesthine Ingsun anyerantekake wong-wong mau supaya padha tambah dosane, lan dheweke bakal kapatrapan siksa kang ina. (QS Ali‘Imron/3: 178).

Dipun paringi umur panjang maknanipun dipun lulu nindakaken lampah dosa sakajengipun.

Ibnu Abbas wicanten, ayat punika mandhap ngengingi tiyang-tiyang Yahudi, Nasrani,lan munafiqin. (Tingali  Zadul masir keterangan ayat 178 serat Ali Imran).

Azab ingkang menghinakan punika diancamkan dhateng mereka  , saweg mereka dipun sukani tenggang wektu nanging justru nambah-nambah dosa. Tafsir Departemen agami nyukani penjelasan: kajawi menawi mereka nambahi amal salehnya ingkang badhe mensucikan lan ngresikaken mereka saking hal-hal ingkang keji lansifat-sifat ingkang awon.. hal-hal mekaten ingkang badhe manfaat kangge  mereka  lan kangge  manusia sanesipun. nanging keyektosanipun, mereka tetap kemawon ndamel maksiat lan dosa. kaliyan mekaten mereka membinasakan badane piyambak, dadosipun mereka angsal azab siksa ingkang menghinakan. (Tingali panjelasan ayat 178 serat Ali Imran).
Firman Allah selaluipun:

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّى يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ  [آل عمران : 179]

179. Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam Keadaan kamu sekarang ini[254 Keadaan kaum muslimin bercampur baur dengan kaum munafikin.], sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya[255 Di antara rasul-rasul, Nabi Muhammad s.a.w. dipilih oleh Allah dengan memberi keistimewaan kepada beliau berupa pengetahuan untuk menanggapi isi hati manusia, sehingga beliau dapat menentukan siapa di antara mereka  yang betul-betul beriman dan siapa pula yang munafik atau kafir.]. karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, Maka bagimu pahala yang besar. (QS Ali ‘Imron/3:179).

179. Allah ora kersa angendelake wong-wong kang padha iman ana ing kondisi kang ana saiki, nganti panjenengane milah-milah kang ala (munafiq) saka kang becik (mukmin),. Lan Allah ora kersa ameruhake ing sira marang kahanan ghaib; ananging Panjenengane (Allah) ngersaake milih saka utusan-Ne kang dadi kaparenging karsane, mangka sira padha imana lan taqwaa marang Allah, sira bakal padha kaparingan ganjaran kang agung. (QS Ali Imron/3: 179)

Salah satunggale sunnatullah dhateng hamba-Nya ingkang mboten saged dirobah-robah, bahwa Allah Ta’ala mboten badhe ngajengaken tiyang-tiyang mukmin tetap ing lebet kerekaosan sami kaliyan halnya ing peperanganUhud. Allah badhe misahaken tiyang-tiyang mukmin saking tiyang-tiyang munafik lan badhe ndandosi kawontenan tiyang mukmin lan ngiyataken   mereka  . ing lebet kawontenan rekaos lan sulit, saged dipun nilai lan dipun bentenaken tiyang-tiyang ingkang kiyat keimananipun kaliyan tiyang-tiyang ingkang lemah keimanan ipun.
Kaum muslimin diuji ngantos ing pundi keimanan lan kesungguhan mereka ngadhepi kaum kafir.
Saksampune kaum muslimin ngalami kerekaosan lebet peperangan Uhud amargi dipun pukul mundur dening mengsah,lan mereka hampir-hampir patah semangat, rikala punika kasumarepan bahwa ing antawis kaum muslimin enten tiyang-tiyang munafik ingkang menyeleweng, berpihak dhateng mengsah. Tiyang-tiyang ingkang lemah keimanan ipun ngalami kebingungan. berbeda halnya kaliyan tiyang-tiyang ingkang kiyat keimanan ipun, kerekaosan ingkang dipun adhepi punika, ndorong mereka kangge nambahi kekiyatan keimanan lan semangat mereka  . (Tingali ing  Tafsir Depag RI ayat 179 serat Ali Imran, terbitan 1985/1986).

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ 

karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, Maka bagimu pahala yang besar.

Amargi punika berimanlah dhateng Allah lan rasul-rasulNya; lan menawi sampeyan iman lan taqwa, mila kangge  sampeyan pahala ingkang ageng.
Imam At-Thabari ing lebet tafsirnya meriwayatkan saking Ibnu Ishaq, ayat punika maknanipun, menawi sampeyan sekalian wangsul lan bertaubat mila kangge  sampeyan sekalian pahala ingkang ageng. (Tafsir At-Thabari juz 7 halaman 428).

Jamaah Jum’ah rahimakumullah. kados pundia, ingkang badhe angsal pahala ageng saking Allah Ta’ala yaiku tiyang-tiyang ingkang iman lan bertaqwa, ingkang wangsul dhateng keimanan lan ingkang leres lan bertaubat, kanthi saleres-leresipun taubat.

kawontenan ingkang saged dipun tingali, enten gejala tambah nggantos taun tambah enten kemawon tiyang-tiyang ingkang makin menampakkan diri kangge bersigera lan sigap kangge mendukung, membela lan pro dhateng kekafiran. mboten segan-segan mereka bertandang lan berucap, berbuat lan bicara ingkang justru ngatingalaken pembelaannya dhateng kekafiran. nanging sedaya punika mboten ngrugeni dhateng wali-wali Allah yaiku tiyang-tiyang ingkang iman lan taqwa  , nanging namung ngrugeni kangge  badan mereka piyambak.
mugi-mugi kita sedaya dipun tebihaken saking sikap lan sifat ingkang membela kekafiran ingkang jelas   menghancurkan keimanan, walau tambah menggejala ing aneka panggen lan dipun sebar-sebaraken dening media massa ingkang mboten remen dhateng Islam.lan mugi-mugi jaminan Allah Ta’ala bahwa mereka punika mboten nyukani bahaya dhateng Allah Ta’ala ingkang dipun jarwikaken dening para ahli tafsir dados mboten nyukani bahaya dhateng wali-wali Allah yakni tiyang-tiyang ingkang iman lan taqwa , jaminan punika mugi-mugi tertuju dhateng kita sedaya. dadosipun senajan tambah kathahipun tiyang-tiyang terkemuka ingkang bersigera lan sigap membela kekufuran lebet aneka momen lan kedadosan, nanging tetap mboten menggoyahkan keimanan  kaum mu’minin ingkang nyepengi Islam kaliyan gigihnya.
namung dhateng Allah lah kami menyembah,lan namung dhateng Allah lah kami nyuwun pitulungan.

Mugi-mugi Allah ngekahaken keimanan  kita sedaya.lan perlu kita sedaya eling ugi, kangge angsal jaminan saking Allah Ta’ala punika perlu kita sedaya kathah berdoa kajengipun dipun kekahaken keimanan  kita sedaya.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu nyuwun  dhateng Allah kajengipun manahipun dipun sukani kekiyatan kangge tetap kekah ing agami-Nya. Anas radhiallahu ‘anhu wicanten,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا قَالَ نَعَمْ إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seringkali mengucapkan, “Wahai (Dzat) Yang membolak balikkan hati, kuatkanlah hatiku di atas agamamu.” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan apa yang engkau bawa, apakah engkau mengkhawatirkan kami?” Beliau menjawab, “Iya, sesungguhnya hati itu berada di antara dua jari-jemari Allah yang Dia bolak-balikkan sesuai dengan kehendak-Nya.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya,  Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam Silsilah Shahihah no.2091.)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seringkali mengucapkan, “Wahai (Dzat) ingkang membolak walikaken manah, Panjenengan kiyataken manah kula ing inggil agami Panjenengan.” kula wicanten, “Wahai Rasulullah, kami sampun beriman dhateng panjenengan lan menapa ingkang  panjenengan bekta, napa panjenengan ngawatiraken kami?” Piyambakipun (Nabi) mangsuli, “inggih, sayektos manah punika enten ing antawis kalih driji-jemari Allah ingkang Piyambakipun wolak-walikaken sesuai kaliyan kersanipun.” (HR. At Tirmidzi lan sanese, Dishahihkan dening Syaikh Al AlBani lebet Silsilah Shahihah no.2091.)
Imam at-Tirmidzi  ugi meriwayatkan saking Syahr bin Hausyab, piyambakipun wicanten, “kula wicanten dhateng Ummu Salamah radiyallahu ‘anha,

يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ، مَا (كَانَ) أَكْثَرُ دُعَاءِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ: كَانَ أَكْثَرُ دُعَائِهِ: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ. 

‘Wahai Ummu al-Mukminin, doa apakah yang paling banyak yang pernah diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau berada di dekatmu?’ Dia menjawab, ‘Doa yang paling banyak yang pernah diucapkannya adalah,

« يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ ».

 ‘Wahai Dzat Yang Membolak-balik hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu’.” (hadits Hasan Shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 29188 dan 30397; Ahmad 6/294, no. 302, dan 315; at-Tirmidzi, Kitab ad-Da’awat, Bab, 5/538, no. 3522).

‘Wahai Ummu al-Mukminin, doa napa ingkang paling kathah ingkang nate diucapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam nalika priyantunipun enten ing celak sampeyan?’ piyambakipun mangsuli, ‘Doa ingkang paling kathah ingkang nate diucapkannya yaiku

‘Wahai Dzat ingkang Membolak-walik manah, Panjenengan kekahaken manah kula ing agami Panjenengan.” (hadits HasanShahih: Diriwayatkan dening Ibnu Abi Syaibah, no. 29188lan30397; Ahmad 6/294, no. 302,lan315; at-Tirmidzi, Kitab ad-Da’awat, Bab, 5/538, no. 3522).

Jamaah Jum’at rahimakumullah, mangga kita sedaya kathah berdoa nyuwun  dhateng Allah kajengipun dipun kekahaken keimanan  kita sedaya,lan ampun ngantos kita sedaya terombang-ambing dening kandane tiyang ingkang dusta, ingkang ngantos wani njamin keimanane tiyang sanes bilih mboten badhe luntur sinaos ngantos mendukung kekafiran lan sak-werninipun. mboten kuwatir  badhe icalipun keimanan  bahkan wani njamin keimanane tiyang sanes punika jebulna jelas  -jelas   nglawan  lan bertentangan kaliyan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ingkang ngawatiraken dhateng keimanan umatnya, ngantos Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mucalaken kathah berdoa nyuwun  dhateng Allah kajengipun ditetapkan manah ing agaminipun Allah Ta’ala.
Akhiripun, lebet kesempatan punika kami nyuwun  dhateng Allah Ta’ala:

 اللهم أَصْلِحْ شَأْنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاهْدِهِمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ، اللهم ارْزُقْهُمْ رِزْقًا مُبَارَكًا طَيِّبًا. اللهم أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ. 
فَاتَّقُوا الله عِبَادَ ِالله ، وَخُذُوْا بِالْأَسْبَابِ الَّتِيْ تَحْيَى بِهَا الْقُلُوْبُ قَبْلَ أَنْ تَقْسُوَ وَتَمُوْتَ، فَإِنَّ ذلك مَنَاطُ سَعَادَتِكُمْ أَوْ شَقَائِكُمْ.

 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ ِالله لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah kapindo

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.842 kali, 1 untuk hari ini)