“Satu kata, tidak ada pawang-pawangan,” kata Anies di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juni 2022.

Mengundang Pawang Hujan Hukumnya Syirik, Dapat Mengeluarkan dari Islam

Inilah beritanya.

***

Gelar Formula E, Anies: Satu Kata, Tidak Ada Pawang-pawangan

 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

VIVA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Naswedan, menegaskan tidak menggunakan pawang hujan dalam ajang balapan mobil Formula E di Ancol Jakarta Utara, 4 Juni 2022.

Beda dengan Moto GP Mandalika

Tentu saja, ini berbeda dengan balapan MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, yang menggunakan pawang hujan.

“Satu kata, tidak ada pawang-pawangan,” kata Anies di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Juni 2022.

Koordinasi dengan BMKG

Masalah kondisi cuaca saat berlangsungnya acara Formula E, Anies akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika.

“Kita bekerja sama dengan BMKG untuk memonitor perkembangan cuaca. Bila terang kita syukuri, bila hujan kita syukuri. Semuanya adalah rahmat,” katanya.

Pembalap Sudah Tahu

Anies menambahkan bahwa sudah biasa tinggal di khatulistiwa ada terang dan basah dan para pembalap sudah tahu mereka melakukan lomba balapan di tempat yang bisa terang bisa basah.

“Kami DKI Jakarta selalu menggunakan ilmu pengetahuan dan data di dalam bekerja,” ujarnya.

 

Kamis, 2 Juni 2022 – 21:58 WIB

Sumber : VIVA.co.id/ Syaefullah.

***

Mengundang Pawang Hujan Hukumnya Syirik, Dapat Mengeluarkan dari Islam

Kacau! Sudah Bayar Mahal Pawang Hujan, Gelaran MotoGP Mandalika Tetap Diguyur Hujan Lebat

  • Mengundang Pawang Hujan Hukumnya Syirik, Dapat Mengeluarkan dari Islam

Silakan simak ini.

***

Kacau! Sudah Bayar Mahal Pawang Hujan, Gelaran MotoGP Mandalika Tetap Diguyur Hujan Lebat

GELORA.CO – Gelaran MotoGP Mandalika 2022 resmi digelar Minggu (20/3/2022) di Sirkuit Pertamina Mandalika hari ini. Berbagai persiapan dilakukan, termasuk membayar jasa pawang hujan.

Ajang adu balap motor paling bergengsi di dunia itu diawali dengan race Moto3 mulai pukul 11.00 WIB. Disusul sesi kedua balapan Moto2.

Di saat dua balapan itu berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, cuaca tampak panas menyengat di kawasan Sirkuit Pertamina Mandalika.

Bahkan, balapan Moto2 harus dipangkas dari 25 lap menjadi 15 lap saja karena panasnya aspal lintasan di Sirkuit Mandalika.

Hingga balapan Moto2 selesai, cuaca masih tampak cerah dan panas. Namun tiba-tiba, hujan lebat turun. Tepatnya sekitar sekitar pukul 13.30 WIB atau sekitar setengah jam sebelum jadwal balapan MotoGP dimulai di pukul 14.00 WIB.

Hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 13.55 WIB atau lima menit sesuai jadwal dimulainya MotoGP belum ada tanda-tanda balapan MotoGP akan dimulai.

Dari tayangan televisi, beberapa pembalap seperti Fabio Quartararo bahkan masih mengenakan hem khas Yamaha miliknya.

Beberapa pembalap lain juga masih tampak berdiskusi bersama timnya. Belum ada tanda-tanda para pembalap masuk ke lintasan.

Pihak berwenang disebut masih menunggu kondisi hujan yang memang deras mengguyur sirkuit Mandalika siang ini.

Pakai Pawang Hujan Dibayar Jutaan

Kehadiran pawang hujan nyaris ditemukan di setiap perhelatan besar. Begitu juga dengan ajang dunia MotoGP 2022 di sirkuit Mandalika, ada pawang yang berperan agar kondisi cuaca terjaga tanpa hujan.

Salah seorang pawang hujan yang sudah berkali-kali dipercaya pemerintah untuk acara-acara nasional adalah Rara Isti Wulandari.

Sebelumnya, Rara juga pernah menjadi pawang hujan dalam perhelatan Opening Asian Games 2018 lalu.

Berapa bayaran yang didapat Rara selama menjadi pawang hujan untuk MotoGP Mandalika?

Rara sempat membeberkan honor yang diterimanya selama menjadi pawang hujan dalam ajang MotoGP Mandalika.

Melalui akun Facebook pribadi miliknya bernama Cahaya Tarot, Rara membagikan tangkapan layar berupa pesan notifikasi transfer.

Dalam tangkapan layar itu, diketahui Rara mendapatkan bayaran yang ditaksir mencapai jutaan rupiah. Namun untuk rinciannya, dia menutupi angka pertama.

“Alhamdulillah. Maturnuwun. Terima kasih. Rejeki Hoki All Universe Mandalika Street Circuit,” tulis Rara, dikutip dari Hops.id – jaringan Suara.com, Minggu (20/3/2022).

Sumber: suara

@geloranews

20 Maret 2022

***

 

HUKUM MENGUNDANG PAWANG HUJAN DALAM ISLAM

Hati hati, dengan alasan sholat idhul adha dilapangan, takut di guyur hujan, lalu pakai dukun pawang hujan..Baaathil!!

️ cateet!!

MENGUNDANG PAWANG HUJAN

Yang mengundang dan pelaku atau dukun itu adalah perbuatan Syirik !!

Al-Qur’an telah menegaskan bahwa tidak ada yang mengetahui perkara ghoib kecuali Allah. Sedangkan turunnya hujan termasuk perkara yang ghoib. Maka mempercayai orang berkemampuan mengendalikan hujan berarti dia telah mengakui adanya pihak yang Mahatahu perkara ghoib selain Allah. Ini adalah keyakinan syirik dan bila pelakunya mati namun belum sempat bertaubat kepada Allah maka tempatnya di neraka kekal selama-lamanya. Allah berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ} [المائدة: 72]

“Barangsiapa yang berbuat syirik, maka sungguh Allah haromkan atasnya untuk masuk surga, dan tempatnya di neraka. Dan tidak ada bagi orang yang zalim seorang penolongpun.” (Al-Ma’idah: 72)

Lalu bagaimana bila ternyata hujan benar-benar tidak turun? Jangan Anda terpedaya karena yang demikian itu adalah ujian dari Allah. Sesungguhnya syaithon hendak mempermainkan manusia agar mau menghambakan dirinya kepada selain Allah.

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan, bahwa syaithon dari kalangan jin mencuri dengar berita langit lalu dia sampaikan satu berita itu kepada pengabdinya dari kalangan dukun yang dicampur dengan seratus berita dusta. Oleh sebab itu terkadang ada berita dari para dukun yang tidak meleset terjadi, akan tetapi semua itu adalah ujian dari Allah.

Copas Akun MsnhajSalaf

Read more at: https://www.fotodakwah.com/2021/07/hukum-mengundang-pawang-hujan-dalam.html

Via © @fotodakwah

https://www.facebook.com/hartonoahmadjaizy/photos/a.107957398152215/291661769781776/

(nahimunkar.org)