JAKARTA (Panjimas.com) – Seluruh kru media Islam Panjimas, yang beranggotakan sembilan orang menggelar silaturrahim dengan beberapa tokoh dalam satu hari disekitar wilayah Jakarta.

Hal itu dilakukan usai menggelar syura, guna meningkatkan kualitas pemberitaan dan kemajuan Panjimas ke depan.

Kemudian, guna mempererat ukhuwah dan meminta masukan, Panjimas mengunjungi para tokoh muslim.

Kunjungan pertama adalah berilaturrahim ke rumah Ustadz Hartono Ahmad Jaiz di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pakar dan Peneliti Aliran Sesat yang telah menulis banyak buku tersebut, dulunya adalah seorang wartawan.  Bahkan, ketika pembantaian Muslim di Bosnia terjadi, Ustadz Hartono adalah salah satu delegasi wartawan Muslim yang pernah menginjakkan kaki di daerah konflik tersebut.

panjimas-kunjungi-hartono-ahmad-jaiz

Diskusi dengan Ustadz Hartono Ahmad Jaiz

Dalam pertemuan tersebut, Ustadz Hartono mengungkapkan rasa keprihatinannya dengan minimnya perhatian Kaum Muslimin -bukan hanya skala nasional tapi juga internasional- atas pentingnya media dan pemberitaan.

“Dunia Islam ini tidak menyadari pentingnya berita. Islam ini setiap potensi perlu difungsikan, potensi wartawan pembawa berita, pelacak berita, penyebar berita ini belum dipotensikan. Padahal Nabi menyuruh para dai sambil mengabarkan berita,” kata Ustadz Hartono Ahmad Jaiz kepada kru wartawan Panjimas.com, pada Senin (17/10/2016)

Usai berdiskusi dan melaksanakan Shalat Zhuhur berjamaah, perjalanan pun dilanjutkan ke kantor MUI Pusat di wilayah Pegangsaan, Jakarta Pusat.

Di kantor MUI, kru Panjimas bertemu dengan Wasekjen MUI Pusat, KH Tengku Zulkarnain. Ia mengungkapkan, bahwa nama Panjimas selalu membuatnya terkenang dengan majalah yang pernah didirikan oleh Almarhum Buya HAMKA.

panjimas-kunjungi-kh-m-siddiq-ketua-umum-ddii

Ramah tamah dan makan malam bersama Ketua Umum DDII, KH Mohammad Siddiq

Selain itu, terkait Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI yang menyatakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah menghina Al-Qur’an, ulama dan Umat Islam, ia menegaskan, tak akan mencabutnya, satu huruf pun.

“Saya tak akan mencabut satu hurufpun, dan lebih baik saya mati daripada harus mencabutnya,” tegas Tengku Zulkarnain.

Perjalanan terakhir, mengunjungi Ketua Umum Dewan Dakwah Islam Indonesia(DDII) yakni Drs. Mohammad Siddik MA, di Condet, Jakarta Timur.

Beliau mengapresiasi semangat para wartawan Panjimas saat ini. Ia berharap agar Panjimas bisa istiqamah dalam berjuang menyuarakan kebenaran dan melawan kebatilan. [AW/ES]*/panjimas.com.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.287 kali, 1 untuk hari ini)