Gelar Profesor Kehormatan untuk Megawati Rusak Dunia Akademis Indonesia

  • Larangan & Bahaya “Menjilat” (Bisa Mengakibatkan Hilang Agama Pelakunya)

Silakan simak ini.

***

Gelar Profesor Kehormatan untuk Megawati Rusak Dunia Akademis Indonesia

 


Gelar prof kehormantan untuk Megawati Soekarnoputri dari Universitas Pertahanan (Unhan) merusak dunia akademis di Indonesia.

Demikian dikatakan aktivis Malapetaka Limabelas Januari (Malari) 74 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada www.suaranasional.com, Selasa (8/6/2021). “Seseorang yang mendapat gelar prof kehormatan setidaknya mempunyai karya ilmiah dan gagasan cemerlang untuk Indonesia,” ungkapnya.

Kata Salim, di era Orde Baru (Orba) Soeharto menjaga perguruan tinggi dalam marwah akademis. “Soeharto pun tidak mau dikasih gelar doktor honoris causa. Begitu pula, orang-orang disekeliling Soeharto tidak bisa sembarang mendapat gelar honoris causa,” paparnya.

Menurut Salim, gelar prof kehormatan untuk Megawati justru makin membuat kampus di Indonesia kalah dengan universitas di luar negeri. “Kampus di Indonesia juga masih radikal sedangkan di luar negeri sudah membahas riset dan berbagai penemuan untuk manusia,” jelas tahanan politik era Soeharto ini.

Ia merasa heran, guru besar, dosen bahkan DPR hanya diam saja ketika Megawati mendapat gelar prof kehormatan dari Unhan. “Diamnya para guru besar, dosen justru membuat kampus makin tertinggal dengan universitas di luar negeri,” pungkasnya.

Unhan rencananya akan menggelar sidang senat terbuka pengukuhan gelar profesor kehormatan atau guru besar tidak tetap. Gelar profesor itu akan diberikan kepada Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.

“Pada hari Jumat (11/6/2021) akan dilakukan sidang senat terbuka Universitas Pertahanan RI dalam rangka pengukuhan gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahanan Bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI kepada Ibu Megawati Soekarnoputri,” kata Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Prof Amarulla Octavian dalam keterangannya, Selasa (8/6/2021).

 

Octavian mengatakan sidang senat akademik Unhan telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati Soekarnoputri. Karya ilmiah itu merupakan syarat pengukuhan menjadi profesor kehormatan ilmu pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik Fakultas Strategi Pertahanan.

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comRabu, Juni 09, 2021 Politik

Foto: Salim Hutadjulu (Dok Pribadi)

***

Larangan & Bahaya “Menjilat” (Bisa Mengakibatkan Hilang Agama Pelakunya)


Ilustrasi. Larangan & Bahaya “Menjilat” bimbingan Islam


Nabi Melarang Tindakan “Menjilat”

Menjilat adalah memuji orang di hadapannya dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, sebuah perbuatan yang sangat berbahaya bagi sang “penjilat” maupun yang “dijilat”.

Bagi yang “dijilat”, pujian ini bisa menyebabkan dirinya terjatuh dalam ujub bahkan tertipu dengan pujian. Dia sangka dirinya begitu baik & mulia seperti pujian tersebut, padahal pujian itu bukan pujian yang tulus.
Dalam satu hadits disebutkan ada seseorang yang memuji orang lain berlebihan di hadapan orang yang dipuji, maka Nabi shallallahu ‘alaihi memperingatkan kepada orang yang memuji :

«وَيْحَكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ، قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ» مِرَارًا

“Celaka engkau, engkau telah memotong leher saudaramu! Celaka engkau, engkau telah memotong leher saudaramu!” Nabi mengulanginya beberapa kali.
(HR Bukhari & Muslim)

Bagi sang “penjilat”, perbuatan tersebut sangat berbahaya bagi agamanya. Perbuatan tersebut adalah bagian dari persaksian palsu yang dilarang oleh Allah ta’ala. Allah berfirman:

فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ

“maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah persaksian-persakisan dusta.
(QS al Hajj: 30)

Renungkan pula perkataan sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu tentang kondisi orang yang gemar menjilat:

إن الرجل ليخرج من بيته ومعه دينه فيلقى الرجل وله إليه حاجة فيقول له: أنت كيت وكيت!-يثني عليه-؛ لعله أن يقضي من حاجته شيئاً فيسخط الله عليه، فيرجع وما معه من دينه شيء

“Sesungguhnya ada lelaki yang keluar dari rumahnya dan masih memliki agama, kemudian dia bertemu seseorang yang dia punya keperluan dengannya. Lelaki ini pun berkata, “Sesungguhnya engkau itu begini dan begitu”, lelaki ini memuji orang tersebut sambil berharap agar mau menolong keperluannya.
Maka Allah pun murka kepada lelaki itu, diapun kembali ke rumahnya dalam keadaan tidak memiliki agama”
(Diriwayatkan Imam Ahmad dalam al ‘Ilal dan Imam Hakim dalam al Mustadrak)

 

Kehilangan agama, sungguh bahaya yang sangat besar bagi orang / para pelakunya!
Tersisa pertanyaan bagaimana agar kita jangan sampai terkena penyakit ini, penyakit suka menjilat?
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dan perlu kita usahakan:

Solusi Agar Jauh dari Sifat “Menjilat”

Pertama, berdoa kepada Allah

Berdoa kepada Allah agar Dia memberikan kepada kita jiwa yang baik dan membersihkan diri kita dari amalan-amalan buruk karena hanya Dia lah yang mampu merubah dan memperbaiki keadaan setiap manusia termasuk diri kita. Di antara doa yang bisa dibaca:

اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا. أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

Allahumma aati nafsii taqwahaa, wa zakkihaa, anta khairu man zakkahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.
Artinya : “Ya Allah berikan ketakwaan kepada jiwaku, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya. Engkaulah Pemilik & Penguasa jiwaku”.
(HR Muslim)

Kedua, Biasakan Berkata Jujur

Biasakan berkata jujur. Dengan biasa berkata jujur, seseorang akan risih jika berkata dusta dan hatinya tidak akan tenang ketika berkata dusta termasuk berdusta untuk memuji orang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا»

“Hendaklah kalian berkata jujur karena jujur itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu akan membawa ke surga. Seseorang itu senantiasa berkata jujur dan berusaha untuk jujur sampai dia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.
Hati-hatilah dari perkataan dusta karena dusta itu membawa pada dosa dan dosa akan mengantar ke neraka. Seseorang senantiasa berkata dusta dan terbiasa berkata dusta sampai dia dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta”
.
(HR Muslim)

Ketiga, Tingkatkan Tawakkal Pada Allah & Jangan Berharap Pada Makhluk

Tingkatkan rasa tawakal kita kepada Allah dan jangan banyak berharap kepada makhluk yang lemah. Orang menjilat sebabnya karena dia butuh sesuatu dan dia sangat berharap agar orang lain bisa memenuhi kebutuhan itu diiringi tipisnya rasa tawakal kepada Allah sehingga dia berani melanggar perintah Allah demi terpenuhin kebutuhannya.
Allah ta’ala berfirman dan memberi janji kepada orang-orang yang bertawakal:

 

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”
(QS ath Thalaq: 3)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah menggambarkan orang-orang yang bertawakal kepada Allah dengan sebuah gambaran perumpamaan:

” لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا “

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung.
Burung itu pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut kenyang”
(HR Tirmizi, beliau menilai hadits ini hadits hasan)

Semoga bermanfaat, dan semoga Allah menjauhkan diri kita dari akhlak-akhlak yang buruk, Wallahu a’lam.

 
 

Ditulis Oleh:
Ustadz Amrullah Akadhinta 
حفظه الله
(Kontributor Bimbinganislam.com)

Read more https://bimbinganislam.com/larangan-bahaya-menjilat/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 436 kali, 1 untuk hari ini)