Pengunjuk rasa menenteng gambar model pembangunan desain mozaik yang diduga mirip salib di Tugu Pemandengan, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Surakarta, Jumat (18/1/2019) siang./Tribun Jateng/Daniel Ari Purnomo


TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Massa menggelar unjuk rasa di Halaman Balai Kota Surakarta, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (19/1/2019).

Mereka menenteng spanduk bertulisan, Ciptakan Solo Damai, Tolak Mozaik Mirip Salib di Jalan Jenderal Sudirman.

Beberapa pendemo juga memajang foto Tugu Pemandengan yang dipotret dari atas.

Selain itu gambar layar atau screenshot salah satu postingan akun Instagram pariwisatasolo, terkait bentuk mozaik jalan sekitar Tugu Pemandengan.

Para pendemo memprotes bentuk motif mozaik batu andesit sekitar Tugu Pemandengan yang diduga simbol salib.

“Kami dari ormas Islam ingin desain mozaik itu diubah agar masyarakat tidak resah,” ujar Humas Dewan Syariah Kota Surakarta, Endro Sudarsono di lokasi unjuk rasa.

Beberapa jam sebelum demo, pihak Pemkot Surakarta sudah mengecat sekaligus mengubah bentuk motif yang semula diduga salib.

Satu sisi gambar itu, yang semula merah, dicat warna abu-abu.

“Untuk tindakan sementara Pemkot itu cukup mengobati tuntutan kami.”

“Untuk selanjutnya, sesuai kesepakatan dari desainer dan Pemkot, motif itu harus diubah.”

“Caranya dengan mengganti sudut salib dengan segitiga, sehingga lancip, tidak mirip salib,” katanya. (*)/http://jateng.tribunnews.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 844 kali, 1 untuk hari ini)