Ahok yang dikenal sering berbicara tidak sopan padahal dia pejabat yakni Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disikapi pula oleh masyarakat dengan kasar. Bahkan spanduk yang terang-terangan mengusir Ahok dari Jakarta pun tampakya dipasang kembali. (Spanduk Bertuliskan “Usir Ahok dari Jakarta” Kembali Terpasang di DPRD DKI/ By nahimunkar.com on 21 September 2014 https://www.nahimunkar.org/spanduk-bertuliskan-usir-ahok-dari-jakarta-kembali-terpasang-di-dprd-dki/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm).
Di samping itu, anggota DPRD DKI Jakarta pun mengemukakan geramnya atas hinaan dari Ahok.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohammad Taufik berencana melaporkan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke polisi atas kasus pencemaran nama baik. Hal itu sehubungan dengan pernyataan Ahok yang menilai DPRD layaknya calo yang tak pantas diberi wewenang untuk memilih kepala daerah.
“Kami menyayangkan saja perbedaan pendapat ini disertai dengan kata-kata yang merendahkan lembaga DPRD. Jadi, dalam waktu dekat pasti akan kami laporkan ke pihak kepolisian,” ancam Taufik, di Gedung DPRD DKI, Jumat (12/9).
Berbagai kekasaran Ahok menimbulkan reaksi tidak simpati padanya. Lafal “Ahok cina kafir” pun mencuat di pidato sebagian tokoh.
Gelombang penolakan terhadap Ahok tampaknya makin menggejala.
Inilah di antara beritanya.
***
FPI: Umat Islam DKI Wajib Bersatu Tolak Ahok
Senin, 22/09/2014 06:33:18

Jakarta (SI Online) – Umat Islam khususnya yang menjadi warga DKI Jakarta wajib bersatu menolak Basuki Purnama (Ahok) menjadi gubernur. Dan wajib bagi anggota DPRD DKI untuk sidang istimewa untuk penolakan Ahok sebagai realisasi wakil rakyat. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) KH. Misbahul Anam.

Menurutnya, minimal ada lima alasan menolak Ahok. “Pertama, Tidak ada dalil pemimpin kafir yang adil apalagi melindungi warga muslim. Kedua, Ahok itu arogan, sombong bahkan kerap berkata kasar. Ketiga, dari berbagai elemen masyarakat DKI sudah muak dan menolak kepemimpinannya,” ujar Kiai Anam kepada Suara Islam Online, Sabtu (20/9/2014)

“Keempat, Ahok selalu teriak demokrasi. Dalam demokrasi tidak ada minoritas memimpin mayoritas. Lihat Amerika sebagai negara yang katanya guru demokrasi, tidak pernah ada gubernur atau menteri muslim karena Amerika negara kafir. Atau lihat Bali, kemarin ada calon gubernur beragama Hindu yang ditolak hanya karena sering pakai peci, karena peci dianggap simbol Islam. Dan yang kelima, alasan menolak Ahok adalah karena warga DKI mayoritas pribumi-muslim sedangkan Ahok Cina-kafir,” tambahnya.

Rencananya, FPI akan menggelar aksi menolak Ahok sebagai gubernur. Aksi tersebut akan dilakukan pada Rabu, 24 September 2014 pukul 09.00 WIB di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat. FPI menyerukan umat Islam Jakarta untuk mengikuti aksi ini.

“Ayo berjuang dengan jiwa dan raga demi tegaknya izzul Islam wal muslimin, Allahuakbar!” pungkas Kiai Anam.

red: adhila/si online
(nahimunkar.com)

(Dibaca 828 kali, 1 untuk hari ini)