Gembira dan senang paling membahagiakan adalah senang dan gembira yang tidak ada batas, tidak diakhiri dengan kesedihan dan kerugian. Yaitu gembira dengan karunia Allah dan rahmatNya. Gembira dapat menerima Al Qur’an sebagai karunia dan rahmat Allah, gembira ibadah karena Allah mempersilahkan untuk bergembira. Dengan Membacanya, menghafalkannya, mentadabburinya. Mengamalkankannya. Mendakwahkannya.

{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (57) قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} [يونس: 57، 58]

( 57 )   Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

( 58 )   Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS Yunus: 57, 58).

Mu’inudinillah Basri

(nahimunkar.com)