•  … tanda peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada agamanya dan menjauhi maksiat.
  • “Kewajiban ketika terjadi gempa bumi dan lainnya semisal gerhana, angin kuat, banjir, yaitu menyegerakan taubat, merendahkan diri kepada-Nya, meminta afiyah/keselamatan, memperbanyak dzikir dan ISTIHGFAR” (Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, Majmu’ Fatawa 150/152-9).
  • Korban Akibat Gempa Cianjur: 46 Tewas-Ratusan Luka. (Senin, 21 Nov 2022 )

Korban Akibat Gempa Cianjur: 46 Tewas-Ratusan Luka. (Senin, 21 Nov 2022 )

Memang benar, gempa bumi terjadi karena fenomena alam semisal pergerakan lempeng bumi dan lain-lain, akan tetapi bagi orang yang beriman, gempa bukan hanya sekedar bencana alam, akan tetapi juga tanda peringatan dari Allah agar manusia kembali kepada agamanya dan menjauhi maksiat. Allah yang menjadikan pergerakan lempeng bumi dan terjadilah gempa atas izin Allah.

Allah mengirim gempa dan bencana alam sebagai peringatan kepada manusia.

Allah berfirman,

ﻭَﻣَﺎ ﻧُﺮْﺳِﻞُ ﺑِﺎﻟْﺂﻳَﺎﺕِ ﺇِﻟَّﺎ ﺗَﺨْﻮِﻳﻔًﺎ

“Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.” (QS:Al-Isra’: 59).

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di menjelaskan bahwa agar dengan sebab ini manusia sadar dan jera dari bermaksiat terus-menerus, beliau berkata

المقصود منها التخويف والترهيب ليرتدعوا عن ما هم عليه

“Maksud ayat ini adalah memberikan rasa takut agar manusia jera (efek jera dan berhenti) melakukan maksiat saat itu” (Tafsir As-Sa’di).

Ibnul Qayyim juga menjelaskan bahwa gempa bumi ini terjadi agar manusia meninggalkan kemaksiatan dan kembali kepada Allah, beliau berkata,

ﺃﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻟﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻷﺣﻴﺎﻥ ﺑﺎﻟﺘﻨﻔﺲ ﻓﺘﺤﺪﺙ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺰﻻﺯﻝ ﺍﻟﻌﻈﺎﻡ ﻓﻴﺤﺪﺙ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﺨﻮﻑ ﻭﺍﻟﺨﺸﻴﺔ ﻭﺍﻹﻧﺎﺑﺔ ﻭﺍﻹﻗﻼﻉ ﻋﻦ ﻣﻌﺎﺻﻴﻪ ﻭﺍﻟﺘﻀﺮﻉ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺍﻟﻨﺪﻡ

“Allah –Subhanah- terkadang mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri kepada Allah dan menyesal” (Miftah Daris Sa’adah 1/221).

Musibah karena akibat perbuatan kita sendiri

Perlu diketahui bahwa segala musibah dan kesusahan dunia adalah disebabkan dosa kita dan akibat perbuatan manusia sendiri.

Allah Ta’ala berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Ar-Rum: 41).

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura: 30).

Allah Ta’ala berfirman,

مَّآأَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللهِ وَمَآأَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri” (An-Nisa: 79).

Dan peringatan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa kerusakan dan musibah yang terjadi pada manusia karena banyaknya maksiat. Beliau bersabda,

يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ وَمَا لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا ظَهَرَ فِيهِمُ الأَمْرَاضُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أَسْلَافِهِمِ وَمَا مَنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَ مَا لَمْ يُطَفِّفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِجَوْرِ السُّلْطَانِ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَالسِّنِينَ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيْدٌ

“Hai orang-orang Muhajirin, lima perkara, jika kamu ditimpa lima perkara ini, aku mohon perlindungan kepada Allah agar kamu tidak mendapatkannya. Tidaklah muncul perbuatan keji (Zina,merampok, minum khamr, judi, dan lainnya) pada suatu masyarakat, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali akan tersebar penyakit-penyakit lainnya yang tidak ada pada orang-orang sebelum mereka. Dan tidaklah mereka menahan (tidak mengeluarkan) zakat hartanya, kecuali hujan dari langit juga akan ditahan dari mereka. Seandainya bukan karena hewan-hewan, manusia tidak akan diberi hujan. Tidaklah orang-orang mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan disiksa dengan kezhaliman pemerintah, kehidupan yang susah, dan paceklik. Dan selama pemimpin-pemimpin (negara, masyarakat) tidak berhukum dengan kitab Allah, dan memilih-milih sebagian apa yang Allah turunkan, kecuali Allah menjadikan permusuhan yang keras di antara mereka” (HR Ibnu Majah, ash-Shahihah no. 106).

Kita pun diperintahkan agar beristigfar ketika terjadi gempa. Istigfar sangat mudah dilakukan dan itulah seharusnya yang dilakukan ketika terjadi gempa, bukan teriak-teriak atau kata-kata yang menunjukkan penyesalan dan murka atas takdir Allah.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,

الواجب عند الزلازل وغيرها من الآيات والكسوف والرياح الشديدة والفياضانات البدار بالتوبة إلى الله سبحانه , والضراعة إليه وسؤاله العافية , والإكثار من ذكره واستغفاره

“Kewajiban ketika terjadi gempa bumi dan lainnya semisal gerhana, angin kuat, banjir, yaitu menyegerakan taubat, merendahkan diri kepada-Nya, meminta afiyah/keselamatan, memperbanyak dzikir dan ISTIHGFAR” (Majmu’ Fatawa 150/152-9).

oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

 25 Januari 2018

 

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

© 2022 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/36092-gempa-bumi-bukan-sekedar-fenomena-alam.html

***

Kerusakan Gempa Cianjur: Data Bangunan Rusak, Longsor, Korban Jiwa


Korban bangunan yang runtuh akibat gempa bumi berkekuatan 5,6 SR yang terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) (ist)

Jakarta – Kerusakan akibat gempa Cianjur terjadi di sejumlah wilayah hingga menelan korban jiwa. Gempa berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terjadi hari ini, Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB. Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,6 ini terasa kuat hingga mengguncang wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Berikut ini informasi yang diketahui sejauh ini terkait kerusakan akibat gempa Cianjur hari ini.

Baca juga:
7 Rumah, Ponpes, dan RSUD di Cianjur Rusak Imbas Gempa
Kerusakan Gempa Cianjur: 22 Unit Bangunan Rusak
Gempa bermagnitudo (M) 5,6 berpusat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hari ini menyebabkan sejumlah unit bangunan mengalami kerusakan. Data kerusakan bangunan akibat gempa disampaikan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan kanal YouTube BMKG, Senin (21/11/2022).

Kerusakan gempa Cianjur ini meliputi bangunan rumah, pondok pesantren (ponpes), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), hingga gedung pemerintahan. Selain di Kabupaten Cianjur yang terdampak paling parah, ada pula rumah rusak di Kabupaten Bogor.

Dampak kerusakan gempa Cianjur di Kabupaten Cianjur:

7 Unit rumah rusak berat (pendataan)
1 Unit ponpes rusak berat
1 Unit RSUD Cianjur
3 Unit fasilitas pemerintahan rusak
3 Unit fasilitas pendidikan rusak
1 Unit sarana ibadah rusak
1 Unit toko rusak
1 Unit kafe rusak
Dampak kerusakan gempa Cianjur di Kabupaten Bogor:

4 unit rumah rusak (pendataan).

Kerusakan Gempa Cianjur: Terjadi Longsor di 2 Lokasi
Selain rusakkan sejumlah unit bangunan di beberapa wilayah terdampak, gempa M 5,6 Cianjur hari ini juga telah mengakibatkan tanah longsor di sejumlah jalur. Longsor akibat gempa Cianjur hari ini terjadi di jalur utama Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mengakibatkan akses lalu lintas tertutup.

Staf Informasi Tagana Kota Bogor Sumardi mengatakan, lalu lintas kendaraan dari Bogor ke Cianjur diarahkan sementara melewati Sukabumi. Sedangkan arah sebaliknya bisa melalui jalur alternatif via Jonggol.

Selain itu, longsor akibat gempa Cianjur hari ini juga terjadi di kawasan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengimbau pengendara yang hendak menuju Cianjur tidak melewati jalur Puncak, Kabupaten Bogor, karena ada jalan yang tertutup longsoran.

“Ada jalur tertutup longsoran di Cugenang. Bagi yang ingin ke Cianjur melalui jalur Puncak, kami putar balik dan disarankan melalui Transyogi,” kata Iman saat dihubungi, Senin (21/11/2022).

Baca juga:
Bupati Cianjur: 20 Orang Tewas Akibat Gempa M 5,6
Korban Akibat Gempa Cianjur: 46 Tewas-Ratusan Luka
Gempa M 5,6Cianjur hari ini turut menelan puluhan korban jiwa dan ratusan orang luka-luka. BNPB melaporkan data terkini jumlah korban gempa Cianjur ada 46 orang meninggal dunia dan 700-an orang terluka.

“Sekarang sudah ada 46 orang yang meninggal dunia dan sudah ada di RSUD Kabupaten Cianjur, dan kurang lebih 700-an orang luka-luka,” kata Kepala BNPB Suharyanto saat konferensi pers via Zoom bersama BMKG, Senin (21/11/2022).

Suharyanto mengatakan banyaknya korban meninggal dunia lantaran kondisi rumah-rumah di Cianjur yang tidak tahan gempa. Selain itu, gempa juga terjadi di siang hari.

“Kita bayangkan saja ini siang hari kejadian, dan warga tinggal di rumah-rumah tidak tahan gempa, begitu ada gempa ya langsung ambruk,” ucapnya.

Dia berharap ini menjadi pelajaran untuk ke depannya. Dia meminta agar ke depannya rumah-rumah di wilayah rawan gempa disiapkan yang tahan gempa.

Penjelasan BMKG soal Kerusakan Gempa Cianjur Hari Ini
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa M 5,6 di Cianjur termasuk kategori gempa dangkal. BMKG menjelaskan alasan gempa Cianjur bersifat merusak.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, awalnya menjelaskan beberapa wilayah di Jawa Barat, termasuk Cianjur, termasuk dalam kawasan seismik aktif dan kompleks. Menurutnya, fakta ini menjadikan wilayah-wilayah itu memang rawan dan sering terjadi gempa.

Tak hanya rawan gempa, Daryono menyebut wilayah-wilayah tersebut juga cenderung sering terdampak gempa dangkal. Pasalnya, kata dia, ada beberapa sesar-sesar yang ditemukan di wilayah tersebut.

“Jadi kompleksitas tektonik ini memicu, berpotensi memicu terjadinya gempa kerak dangkal atau shell low crustal earthquake, fakta tektonik semacam ini menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan rawan gempa secara permanen, dan dengan karakteristik gempa kerak dangkal atau shell low cluster earthquake ini,” kata Daryono saat konferensi pers via zoom, Senin (21/11/2022).

Karena itu lah, lanjut Daryono, gempa di Cianjur yang terjadi hari ini bersifat merusak. Dia menyebut gempa dangkal dengan kekuatan magnitudo 4 hingga 5 bisa merusak secara signifikan.

(wia/imk)

“Kerusakan Gempa Cianjur: Data Bangunan Rusak, Longsor, Korban Jiwa” https://news.detik.com

Tim detikcom – detikNews
Senin, 21 Nov 2022 16:54 WIB

(nahimunkar.org)