.

  • Warga Bekasi Deklarasikan Gerakan Anti Syiah
  • MUI Bekasi: Syiah Itu Ajarannya Bunglonisasi

Inilah beritanya.

***

Warga Bekasi Deklarasikan Gerakan Anti Syiah

Senin 8 Jamadilawal 1435 / 10 Maret 2014 13:47

MARAKNYA ajaran Syiah menggerogoti akidah umat Islam, membuat warga Bekasi mendeklarasikan Gerakan Anti Syiah (GAS).

“Gerakan Anti Syiah Bekasi dimulai dari Masjid Al Hikmah. Dengan nama Allah, kami mulai aktifikan, tegas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, KH. Sulaeman Zachawerus, Ahad (9/3).

Deklarasi ini dilakukan didepan 500 warga Bekasi usai mengikuti bedah buku Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam di Masjid Al Hikmah, Bekasi. Pimpinan Brigade Ababil inipun langsung menunjuk dua orang aktivis Islam Bekasi sebagai koordinator yaitu Abdurrahman dan Iyus.

Selain masalah Kristenisasi, KH, Sulaeman menegaskan Syiah menjadi masalah bagi warga Bekasi.

“Jadi selain punya Gerakan Anti Pemurtadan, kita juga persempit penyebaran Syiah di Bekasi,” terang tokoh asal Ambon ini.

Karena berada di wilayah Provinsi Jawa Barat, GAS akan melakukan koordinasi dengan Forum Ulama dan Ummat Indonesia pimpinan  KH. Athian Ali.

“Kita akan buat posko-posko anti Syiah ke masjid-masjid,” ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). [pz/Islampos]

***

MUI Bekasi: Syiah Itu Ajarannya Bunglonisasi

Senin 8 Jamadilawal 1435 / 10 Maret 2014 13:25

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, KH. Sulaiman Zachawerus merasa aneh melihat umat Islam yang masih menyebut Syiah bagian dari Islam. Padahal, sejak dulu para ulama Salafussholeh sudah menyebut kekafiran ajaran Syiah.

“Orang yang mengatakan Syiah masih Islam harus dibawa ke dokter bedah. Agar bisa dilihat otak dia masih waras atau tidak,” ujarnya mengundang gelak tawa jama’ah dalam bedah buku Zionis dan Syiah Hantam Islam di Masjid Al Hikmah, Bekasi, Ahad (9/3).

Lebih lanjut ustadz asal Ambon ini menegaskan banyak umat Islam tertipu dengan ajaran Syiah. Tipuan itu dilakukan Syiah dengan doktrin taqiyyah.

“Syiah itu ajaran Bunglonisasi, karena kemana-mana selalu berubah-ubah warna untuk menipu umat Islam,” ujarnya.

KH. Sulaeman menambahkan Syiah lebih pas disebut Yahudi. Karena dalam berbagai aspek, ajarannya mirip dengan Yahudi. Apalagi tokoh pencetus ajaran Syiah adalah tokoh Yahudi Abdullah Bin’ Saba.

“Wajar saja di Suriah, Irak, Lebanon, Syiah bekerjasama dengan Yahudi,” terangnya. [pz/Islampos]

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, KH. Sulaiman Zachawerus merasa aneh melihat umat Islam yang masih menyebut Syiah bagian dari Islam. Padahal, sejak dulu para ulama Salafussholeh sudah menyebut kekafiran ajaran Syiah.

“Orang yang mengatakan Syiah masih Islam harus dibawa ke dokter bedah. Agar bisa dilihat otak dia masih waras atau tidak,” ujarnya menggundang gelak tawa jama’ah dalam bedah buku Zionis dan Syiah Hantam Islam di Masjid Al Hikmah, Bekasi, Ahad (9/3).

Lebih lanjut ustadz asal Ambon ini menegaskan banyak umat Islam tertipu dengan ajaran Syiah. Tipuan itu dilakukan Syiah dengan doktrin taqiyyah.

“Syiah itu ajaran Bunglonisasi, karena kemana-kemana selalu berubah-rubah warna untuk menipu umat Islam,” ujarnya.

KH. Sulaeman menambahkan Syiah lebih pas disebut Yahudi. Karena dalam berbagai aspek, ajarannya mirip dengan Yahudi. Apalagi tokoh pencetus ajaran Syiah adalah tokoh Yahudi Abdullah Bin’ Saba.

“Wajar saja di Suriah, Irak, Lebanon, Syiah bekerjasama dengan Yahudi,” terangnya. [pz/Islampos]

 (nahimunkar.com)

 

(Dibaca 969 kali, 1 untuk hari ini)