Gerakan haram pilih Jokowi muncul di Madura. Diduga, gerakan tersebut dipicu oleh batalnya Jokowi memilih Mahfud MD sebagai cawapres./ Foto gelora.co


Aksi demonstrasi pun berlangsung di sejumlah wilayah di Madura dan Jawa Timur. Sejumlah warga membawa spaduk besar bertulisan “Madura Untuk Indonesia”, “Haram Bagi Orang Madura Memilih Jokowi” di Jembatan Suramadu, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (17/8).

Masyarakat Madura sakit hati dan kecewa dengan keputusan Jokowi lewat drama yang menimpa tokoh mereka./ psid/ glrco

***

Pemimpin yang dibenci kaum, termasuk 3 golongan yang tidak diterima shalatnya

Imamatun Kubra (Pemimpin Umat) baik sulthan, khilafah, gubernur, presiden dst. Apabila jadi pemimpin yang tidak dicintai rakyatnya karena tidak amanah dan ketidakadilannya maka sholatnya tidak diterima bahkan bila dia berkhianat maka dia tidak mencium bau surga. Ketidaksukaan tentu juga karena alasannya syar’i seperti diatas (fasiq, jahl, pelaku bid’ah)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallaahu‘anhumaa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

‫ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ‪

“Ada tiga kelompok yg shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah).

  • Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya
  • Istri yg tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya
  • Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan)(HR Ibnu Majah I/311 no 971 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Misykat Al-Mashobiih no 1128)

Tiga golongan/kelompok tersebut adalah:

1. Imam yang Dibenci

 رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ

(Orang yg mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya)

Imam disini bisa bermakna dua:

  1. Imamatun Sughro (Imam Kecil) adalah imam sholat. Apabila dia maju dan makmum tidak suka maka imam tersebut sholatnya tidak diterima. Tentu ketidaksukaannya beralasan syar’i bukan alasan karena panjang ayatnya atau ruku’nya, tetapi karena dia fasiq, jahil dan pelaku bid’ah. Fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Al-Jahl yaitu lawan dari ilm atau tidak mempunyai ilmu tentang sesuatu yang seharusnya ia ketahui tentang bacaan qur’an, doa shalat dan fikih shalat. Sedangkan pelaku bid’ah adalah sering melakukan amalan yg bukan contoh dari rasul saw baik dalam qouli (ucapan), fi’li (perbuatan) ataupun taqrir (nabi saw mendiamkan perbuatan sahabat)
  2. Imamatun Kubra (Pemimpin Umat) baik sulthan, khilafah, gubernur, presiden dst. Apabila jadi pemimpin yang tidak dicintai rakyatnya karena tidak amanah dan ketidakadilannya maka sholatnya tidak diterima bahkan bila dia berkhianat maka dia tidak mencium bau surga. Ketidaksukaan tentu juga karena alasannya syar’i seperti diatas (fasiq, jahl, pelaku bid’ah)

2. Istri Tidur Membuat Marah Suaminya

 وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ

Istri yg tidur sementara suaminya sedang marah, murka, tidak suka kepadanya dan bila mati dalam keadaan tersebut maka sholatnya tidak diterima.

Ulamapun (Imam al Muzhir) berpendapat itupun juga sebaliknya bisa terjadi pada suami gara-gara tidak melakukan kewajibannya sebagai suami pada istri (makan, pakaian, tempat tinggal, perhatian, dan pendidikan).

Marah yang tidak diterima sholatnya tentu dengan alasan yang dibenarkan secara agama. yaitu kewajiban suami dan istri tidak dilakukan dengan baik. Maka menjadi kewajiban kita sebagai orang tua untuk mengajari ilmu berumah tangga tentang kewajiban menjadi suami dan istri dalam Islam.

3. Permusuhan Saudara.

وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ‪

Dua saudara yg saling mendiamkan (memutuskan hubungan)/berkonflik/bertikai. Baik saudara kandung atau saudara semuslim karena semua orang mukmin adalah ikhwah

لَا يَحِلُّ لمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ. (مُتَّفَقٌ عليهِ)

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari). Mereka berdua bertemu namun yang satu berpaling dan yang lainnya juga berpaling. Dan yang terbaik diantara mereka berdua yaitu yang memulai dengan memberi salam.”

(Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Imām Bukhāri dan Imām Muslim)

Maka walaupun sholatnya banyak sekali tetapi semasa hidup mereka bertikai maka sholatnya tidak diterima tidak terangkat. Bahkan tidak memutus persaudaraan tidak diterima amalannya dan tidak masuk surga.

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)”. [Mutafaqun ‘alaihi]

أَنَّ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ: تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمُ الاثْنَيْنِ وَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لا يُشْرِكُ بِالله شَيْئًا إِلا رَجُلا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ ، فَيُقَالُ : أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Telah dibukakan pintu-pintu surga setiap hari Senin dan Kamis. Maka seluruh hamba yang tidak berbuat syirik kepada Allāh sama sekali akan diberi ampunan oleh Allāh, kecuali seorang yang dia punya permusuhan antara dia dengan saudaranya.”

Maka dikatakan kepada para malaikat:

“Tangguhkanlah (dari ampunan Allāh) 2 orang ini sampai mereka berdua damai.”

(HR Muslim no. 2565)

وعن أبي خراش السلمي رضي الله عنه أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : مَنْ هَجَرَ أَخَاهُ سَنَةً فَهُوَ كَسَفْكِ دَمِهِ

Dari Abū Khirāsh As-Sulamiy radhiyallāhu ‘anhu: Sesungguhnya dia mendengar dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang memboikot/menghajr saudaranya selama setahun maka seakan-akan dia telah menumpahkan darah saudaranya.”

(HR Ahmad 17935, Abū Dāwūd 4915)

Sumber: www.ceramahsingkat.com dengan diambil seperlunya.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 382 kali, 1 untuk hari ini)