Gerakan Indonesia Salat Subuh (GISS) mencanangkan agenda besar agar kegiatan salat subuh berjamaah di tanah air, dari Sabang hinggga Merauke, terwujud pada tahun 2020 mendatang. Menurut ketua GISS, Muhammad Al Khaththath, ada harapan besar Indonesia bakal berkembang seperti Turki yang sekarang menjadi negara maju, jika umat Islam di tanah air rajin salat subuh di masjid.

Minggu, 5 November 2017 ini digelar aksi salat subuh berjamaah di Masjid Jami Al Ma’mur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aksi ini dilakukan untuk memperingati setahun Aksi 411 atau Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 lalu. Dan bukan hanya sekadar peringatan Aksi 411. Dalam tausiyahnya, Ketua GISS, Muhammad Al Khaththath, mengungkap harapan agar muncul gerakan salat subuh berjemaah di seluruh Indonesia secara masif.

Muhammad Al Khaththath menyebutkan, ada keinginan bahwa tiga tahun lagi, pada tahun 2020, seluruh masyarakat muslim di Indonesia, sadar pentingnya menunikan ibadah salat subuh berjemaah di masjid. Katanya, dikutip dari detikcom, “Kita bertekad mendukung Gerakan Indonesia Salat Subuh agar tahun 2020 merata dari Sabang sampai Marauke.”

Bagi Muhammad Al Khaththah, ada keterkaitan erat antara religiusitas masyarakat dalam sebuah negara dengan perkembangan negara itu sendiri. Ia mencontohkan yang terjadi di Turki di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan. Menurutnya, Turki bisa berkembang hinga saat ini, tidak terlepas dari pengaruh rakyat negara tersebut yang rajin salat subuh di masjid.

“Insya Allah kemajuan Turki akan sampai ke Indonesia. Turki kuat karena salat Subuh (berjemaah di masjid) merata di seluruh negeri.”

Tidak hanya membahas soal gerakan salat subuh, Muhammad Al Khaththah juga bicara terkait presiden Indonesia. Ia berharap orang nomor satu Indonesia adalah muslim yang taat, entah saat ini ataupun yang akan datang. Dan terkait Pemilu 2019, yang di dalamnya ada pemilihan presiden. Sang ketua GISS berharap, di sana, akan muncul pemimpin Indonesia yang rajin membaca Alquran.

“Kita ingin presiden yang rajin baca Quran. Kalau nggak, ya semoga 2019 ada (terpilih) presiden yang rajin baca Quran.”

By Fitra Firdaus / sidomi.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 508 kali, 1 untuk hari ini)