Ilustrasi oleh: webmuda.wordpress.com

Satu juta wanita non-Muslim Amerika Serikat akan mengenakan jilbab untuk mendukung Shaima Alawadi imigran Irak yang secara brutal dibunuh di rumahnya pada bulan Maret lalu.

Pekan ini kebanyakan wanita non-Muslim di Amerika Serikat memposting foto-foto diri mereka dengan mengenakan jilbab pada gerakan “Satu Juta Jilbab untuk Shaima Alawadi,”. Mereka memposting pada halaman web yang baru dibuat di Facebook.

Jean Younis, Manajer Kantor Gereja Advent Lembah Bonita di National City, California, mengatakan dia akan memakai jilbab Islam untuk mendukung keluarga dan teman-teman Shaima Alawadi pada hari Minggu nanti, tulis artikel terbaru yang diterbitkan di Washington Post.

“Saya mengharapkan reaksi, tapi itu intinya. Kata Younis.

Jean Younis, 59 tahun adalah salah satu dari banyak wanita non-Muslim yang menyatakan solidaritas atas insiden yang menimpa Shaima Alawadi 32 tahun.

Alawadi, ibu muda dari lima anak, ditemukan tak sadarkan diri di rumahnya di El Cajon, California, pada tanggal 21 Maret. Dia meninggal setelah dipukuli dan ditemukan tergeletak dalam genangan darah di samping sebuah catatan yang mengatakan “kembali ke negara anda, anda teroris”.

Pada 21 Maret Alawadi ditemukan tak sadarkan diri di ruang makan keluarga oleh putrinya yang berusia 17 tahun. Ia lalu dilarikan ke rumah sakit di mana ia dinyatakan mengalami kelumpuhan otak total akibat benturan. Keluarganya pada 26 Maret lalu akhirnya menghentikan sistem pendukung yang menopang hidupnya.

Saat ini beberapa wanita melakukan demonstrasi “jilbab dan hoodie” di beberapa perguruan tinggi di seluruh Amerika Serikat beberapa hari terakhir. Gagasan “hoodie” mengacu pada pembunuhan Trayvon Martin, seorang remaja kulit hitam yang ditembak mati oleh seorang relawan pemantau lingkungan hidup di Florida pada 26 Februari.

“Mereka berdua tewas karena cara penampilan mereka dan ini sangat salah,” kata Younis.

Trayvon Martin dan Shaima Alawadi diduga sebagai korban kejahatan rasisme di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Pada tanggal 24 Maret, mahasiswa Kendrec McDade 19 tahun ditembak dan dibunuh oleh dua perwira polisi Pasadena di Los Angeles County, California. Kepala Kepolisian Pasadena Phillip Sanchez mengatakan Kendrec McDade diberondong peluru dengan “delapan tembakan”.

Menurut laporan Biro Investigasi Federal, pada statistik tahun 2010 insiden kejahatan rasisme di Amerika Serikat sekitar 3.949 korban akibat termotivasi kebencian rasial, dengan 70 persennya korban anti kulit hitam.

Sementara itu, FBI menyangkal statistik tahunan kejahatan rasial di Amerika Serikat, namun banyak komentator percaya biro pemerintah tidak melaporkan tingkat nyata dari kejahatan rasisme dan tidak melaporkannya setiap tahun.[IT/r]/ konspirasi.com/ eramuslim

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.204 kali, 1 untuk hari ini)