• Di Seoul, mereka berdoa dan menyatakan protes terhadap konser Lady Gaga yang dianggap membawa pengaruh buruk dengan penampilan yang dinilai erotis.
  • Sementara  itu Negara Indonesia dalam kondisi sulit dan penuh keprihatinan, promotor bisa menghadirkan konser Juni depan dengan harga tiket senilai Rp 465 ribu sampai Rp 2,25 juta. 
  • Jika itu terjadi, sungguh pertanda  bangsa ini akan menjadi biadab karena kehilangan nilai moral (immorality) dalam kehidupan berbangsa yang religious.

***

Kelompok yang keberatan atas konser tur Lady Gaga, “Born This Way Ball Global Tour”, tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Korea Selatan. Seperti dikutip AFP,kedatangan tim  Gaga yang akan menggelar konser di Olympic Stadium, Seoul, 27 April mendatang telah menuai kecaman dari para pemuka agama setempat.

Menurut salah seorang penyelenggara acara tersebut, Kang Ju-hyun, sekitar 300 umat Kristen berkumpul pada Ahad (22/04/2012) malam, di Seoul. Mereka berdoa dan menyatakan protes terhadap konser Lady Gaga yang dianggap membawa pengaruh buruk dengan penampilan yang dinilai erotis.
Bagi mereka, konser tersebut merupakan aksi panggung seksi dengan pakaian kontroversial Gaga yang dianggap melanggar hukum agama. 

“Kami akan berdoa meminta kepada Tuhan agar konser tersebut dibatalkan. Dengan begitu hal-hal yang bersifat homoseksual dan pornografi tidak akan menyebar di seluruh negeri,” ujar Ju-hyun.

Sebelumnya, pada bulan lalu, Asosiasi Gereja Korsel juga telah menetapkan keputusan untuk bertindak tegas kepada setiap aksi-aksi yang dapat mempengaruhi anak muda dalam hal homoseksualitas dan pornografi.

Prihatin
Menariknya,  sementara Negara dalam kondisi sulit dan penuh keprihatinan, promotor bisa menghadirkan konser dengan harga tiket senilai Rp 465 ribu sampai Rp 2,25 juta.

Karenanya, sebelum ini, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)  menyoroti  rencana kehadiran artis Amerika yang akan manggung di Jakarta bulan Juni.

“Jika itu terjadi, sungguh pertanda  bangsa ini akan menjadi biadab karena kehilangan nilai moral (immorality) dalam kehidupan berbangsa yang religious,” ujarnya.

“Ini juga bertentangan dengan visi MIUMI yang hendak mewujudkan Indonesia yang lebih beradab. Semoga hati nurani bangsa terbuka agar mendapat hidayah Allah Subhanahu Wata’ala.”*

Rep: Panji Islam

Red: Cholis Akbar, Senin, 23 April 2012 Hidayatullah.com—

Ilustrasi: rohis-facebook

(nahimunkar.com)

(Dibaca 953 kali, 1 untuk hari ini)