• Kasus Gereja Yasmin  (GKI Yasmin) Bogor adalah murni persoalan hukum, yakni pemalsuan tanda tangan warga dalam proses pengajuan  IMB GKI Yasmin. Jangan bicara kemana-mana bahkan sampai ke dunia internasional seolah-olah pihak GKI Yasmin dilarang untuk beribadah.

Bogor – Menyebarnya berita di media massa yang menyudutkan Walikota Bogor dan masyarakat Curug Mekar, Wangkal dan Perum Taman Yasmin bahwa kedua pihak itu melawan putusan MA dinilai oleh Forum Komunikasi Muslim Indonesia (Forkami) sebagai berita bohong. Forkami menuding GKI Yasmin telah melakukan politisasi dan membawa ke ranah media dengan informasi yang penuh dengan fitnah.

Karena itu, ketua Forkami Ahmad Iman menantang semua pihak yang terkait dengan persoalan GKI Yasmin untuk bertemu bersama. “Ayo kalo memang berani, ayo kita buka-bukaan data, kita bertemu bersama semua pihak dan undang semua media agar semua tahu siapa yang benar-benar bersalah”, kata Iman, Ahad (20/11/2011) di Bogor.

Menurut Iman, kasus GKI Yasmin adalah murni persoalan hukum, yakni pemalsuan tanda tangan warga dalam proses pengajuan  IMB GKI Yasmin. “Jangan bicara kemana-mana bahkan sampai ke dunia internasional seolah-olah pihak GKI Yasmin dilarang untuk beribadah”, lanjutnya.

Kebohongan-kebohongan yang telah tersebar di media massa itu, kata Iman, antara lain  bahwa Walikota Bogor telah menentang putusan Mahkamah Agung (MA).

“Berita kebohongan besar yang telah tersiar di surat kabar serta berbagai media bahwa surat keputusan Walikota Bogor Nomor: 645.45-137 Tahun 2011 tertanggal 11 Maret 2011 tentang Pencabutan IMB atas nama GKI Pengadilan menentang Surat Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor: 45/Td.TUN/VI/2011 tertanggal 1 Juni 2011”, jelas Iman.

Karena kebohongan besar itulah, kata Iman, ‘diduga’ Ombudsman Republik Indonesia mengeluarkan Rekomendasi Nomor: 0011/REK/0259.2010/BS-15/VII/2011 tanggal 8 Juli 2011. Akibatnya, secara berlebihan aparat kepolisian selalu menjaga dan mengamankan ‘belasan’ jemaat GKI Yasmin yang datang dari daerah lain. Sementara warga Curug Mekar sendiri yang menjadi jemaat GKI Yasmin hanya 3 KK saja.

“Mereka ibadah di jalan raya dan di trotoar setiap hari Minggu sehingga mengganggu kenyamanan, ketertiban serta kemacetan yang merugikan banyak warga”, lanjut Iman.

Iman juga menyesalkan adanya sejumlah oknum dan forum yang dibuat dengan mengatasnamakan masyarakat dan dibiayai untuk mendukung dan menyebarkan berita bohong itu. Seperti Ketua PCNU Bogor KH. Asep Zulfikar yang membentuk Forum Masyarakat Bogor Barat Cinta Damai (FMBBCD) untuk mendukung GKI Yasmin.

Forkami adalah kumpulan warga Curug Mekar, Wangkal dan Perumahan Taman Yasmin. Forkami berdiri untuk mengawal kinerja Aparat yang bertugas mengurus rakyat khususnya dalam kasus GKI Taman Yasmin Bogor, agar bekerja dengan baik jujur dan amanah.

Rep: Shodiq Ramadhan/ Selasa, 22 November 2011 | 17:32:50 WIB suaraislam online (SI ONLINE)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.954 kali, 1 untuk hari ini)