Gerombolan Pengkapling Surga?

  • NU Itu Sudah Agama, Tidak NU Neraka






 



 

Fahmy Iskandar Harahap

KemasraagrtSin nprputiikull oontcst06o.20urSeheugd  · 

REKAM DIGITAL MEMBUKTIKAN SIAPA YANG MENGKAPLING SURGA SEBENARNYA

Pertama kali awak punya Akun facebook itu tahun 2008, dr tahun tsb sampai 2015 akun2 Ahlul bid’ah banyak yang melontarkan tuduhan pada Akun2 Salafi sebagai pengkapling surga karena Akun2 Salafi banyak yang membongkar kesesatan Ritual amalan Sesat Ahlul bid’ah

Diatas tahun 2015 lontaran tuduhan mereka mulai berkurang tapi hanya sebagian kecil anak kemarin sore yang baru melek teknologi internet melontarkan tuduhan basi yang sudah lama

Semakin ke tahun sekarang ini ternyata memang tidak terbukti judge ahlul bid’ah tsb pada Salafi, malah sebaliknya tuduhan2 itu justru kembali pada mereka sendiri

Rekam Digital Memang Pahit Ya Mubtadi


Abu Haekal Sularso

 bersama 

Paderakhim

 dan 

14 lainnya

.

2otSpr2ondsroc jreagtdmi  · 

***

Apa Hukum Orang yang Mengaku Mengetahui yang Ghaib?

By

 KonsultasiSyariah.com

6049

 

Pertanyaan:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya:

Apa hukum orang yang mengaku mengetahui yang ghaib?

Jawaban:
Hukum orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib adalah kafir, karena ia mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia berfirman:

{قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ } [النمل: 65]

Artinya: “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” [An-Naml : 65]

Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memberitahukan kepada manusia bahwa tidak ada seorangpun di bumi maupun di langit yang mengetahui ilmu ghaib kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya orang yang mengaku mengetahui ilmu yang ghaib, maka ia telah mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang khabar ini. Kita tanyakan kepada mereka: Bagaimana mungkin kalian mengetahui yang ghaib, sedangkan Nabi saja tidak mengetahui? Apakah kalian lebih mulia daripada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam? Jika mereka menjawab: “Kami lebih mulia daripada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka telah kafir karena ucapan itu. Jika mereka mengatakan: Bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mulia, maka kami katakan: Kenapa Rasul tidak mengetahui yang ghaib, sedangkan kalian mengetahui?

Allah berfirman:

{ عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا (26) إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا } [الجن: 26، 27]

Artinya: “(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya.” [Al-Jin : 26-27]

Ini adalah ayat kedua yang menunjukkan atas kafirnya orang yang mengetahui ilmu ghaib. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengabarkan kepada manusia dengan firman-Nya.

{ قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ} [الأنعام: 50]

Artinya: “Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” [Al-An’am : 50]

[Disalin dari kitab Majmu Fatawa Arkanil Islam, edisi Indonesia Majmu Fatawa Solusi Problematika Umat Islam Seputar Akidah dan Ibadah, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Terbitan Pustaka Arafah]

Sumber: almanhaj.or.id

Referensi: https://konsultasisyariah.com/996-apa-hukum-orang-yang-mengaku-mengetahui-yang-ghaib.html

(nahimunkar.org)