Demo di depan Balai Kota (Foto: Reni/Okezone)


JAKARTA – Ratusan warga Luar Batang, Jakarta Utara mendatangi Gedung Balai Kota DKI Jakarta untuk memprotes rencana penggusuran warga oleh Pemprov DKI.

Sebelumnya, ratusan warga ini berangkat dari Luar Batang menggunakan belasan armada Metromini.

Ratusan massa tersebut, begitu tiba di depan Balai Kota menyanyikan lagu untuk mengusir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari kantornya, sekaligus menuntut mantan Bupati Belitung Timur itu turun dari kursi Gubernur.

“Usir, usir, usir Ahoknya, usir Ahoknya sekarang juga,” teriak para pendemo.

Pantauan Okezone di lokasi, demonstrasi baru saja dimulai. Sementara itu, ratusan aparat kepolisian bersiaga di lokasi demonstrasi. Dua armada water canon pun berjaga-jaga di halaman Gedung Balai Kota.*/(sus/Reni Lestari)/news.okezone.com Selasa, 3 Mei 2016

***

Kekejian Ahok Melampaui Kejinya Penjajah Belanda

Kekejian Ahok

JAKARTA (voa-islam.com)- Warga Luar Batang, Jakarta Utara atau yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Utara siang tadi melakukan aksi di depan Balai Kota, tempat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berkantor. Dalam aksi yang dihadiri banyak warga tersebut, mereka menuntut pembatalan penggusuran yang hendak dilakukan oleh DKI. Mereka pun lantas bergeser ke gedung KPK.

Warga juga meminta kepada Ahok untuk angkat kaki dari DKI Jakarta dan kembali ke Negaranya (Cina). Warga tidak ingin lagi dipimpin oleh seorang Ahok yang mereka sebut sebagai antek Asing dan atau Aseng.

Bahkan salah satu orator yang melakukan orasi menyebut Ahok lebih keji daripada Belanda yang pada saat sebelum kemerdekaan Indonesia.

“Kami di sini membela hak. Bukan apa-apa. Dan sebiadab-biadabnya Belanda, ternyata lebih biadab Ahok,” katanya, Selasa (03/04/2016), yang disambut takbir.

Namun demikian, orator itu mengakui menuntut Ahok untuk mundur bukan karena ia kafir atau etnis Cina. Akan tetapi ia lebih melihat dengan sikap dan perilaku Ahok yang tidak pantas memimpin warga DKI Jakarta.

KPK pun dihimbau agar segera menindaklanjuti dugaan korupsi Ahok soal Sumber Waras. KPK sebagai lembaga antirasuah dilihatnya seperti tidak berani dengan Ahok. Ia pun curiga KPK ada yang menunggangi.

“Kita ajarkan ke KPK agar tidak tajam dengan rakyat kecil tetepi tumpul dengan Ahok. Ada siapa sih di belakang Ahok itu sehingga KPK tidak berani ambil tindakan? Namun siapapun itu, kita yakin Allah tidak tidur. Allah ada di belakang kita. Sebagai warga yang dizholimi, yang batil tetaplah batil dan akan kalah dengan kebenaran. Dan Ahok harus turun sebelum Pemilu,” tegasnya. (Robi/voa-islam.com) – Selasa, 26 Rajab 1437 H / 3 Mei 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.578 kali, 1 untuk hari ini)