Ilustrasi ilmusunnahcom

Grusa-Grusu Mau Main Gusur Kelompok Dakwah di Aceh?

Pengusung tingkah grusa-grusu yang mau main gusur kelompok dakwah di Aceh itu kalau tingkah provokasinya itu termasuk fanatisme golongan alias ‘ashobiyah, maka betapa ruginya. Karena Nabi shallalu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dengan tegas.

وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

 Dan barangsiapa mati di bawah bendera fanatisme, dia marah karena (fanatik) golongan atau karena ingin menolong (fanatisme) golongan kemudian dia mati, maka matinya seperti mati jahiliyah. [HR. Muslim No.3437].

حَدَّثَنَا هُرَيْمُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ جُنْدَبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قُتِلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِّيَّةٍ يَدْعُو عَصَبِيَّةً أَوْ يَنْصُرُ عَصَبِيَّةً فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ

Barangsiapa terbunuh karena membela bendera kefanatikan yg menyeru kepada ‘ashobiyah (fanatik golongan) atau mendukung ‘ashobiyah (fanatik golongan), maka matinya seperti mati Jahiliyah. [HR. Muslim No.3440].

Tulisan di bawah ini sepertinya lagi menyoroti tingkah aneh oknum yang mau main gusur di Aceh.

Silakan simak.

***

Hasan Al-Jaizy

[Harapan Itu Masih Tidak Ada]

Saya berharap pendekar-pendekar intelek khilafiyyah -yang rajin menulis pembelaan terhadap masalah khilafiyyah anutan golongannya- untuk juga menulis kritikan terhadap kesombongan para mukhalif di Aceh itu, yang rencananya mau gusur sana gusur sini tanpa haq. Tukang fitnah pula.

Tapi kayaknya harapan itu masih tidak ada. Mungkin karena terlalu inshaf, jadi hal begini -padahal zalimnya nyata- tidak usah dikritik. Inshaf yang bersifat ta’ashshub, maksud saya. Giliran golongannya merugikan umat, maka diam. Giliran merasa dirugikan padahal cuma secuil khilafiyyah pula, maka berkobar. Ini karakter tathfif. Kalau menimbang buat golongan lain, merugikan. Kalau golongan lain menimbang buat golongannya, minta keadilan. Sikap muthaffifin memang cukup laten di jiwa orang fanatik, mau apapun kubunya.

Atau memang ini masalah musallamah mujma’ alaiha? Sehingga tidak perlu dibahas?

Harapan itu masih saja tidak ada.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.376 kali, 1 untuk hari ini)