Para Tersangka Syiah Bertaubat Kembali kepada Islam, Jalal CsMeradang

 

Sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan buku Mewaspadai Penyimpangan Syiah, kata istri Jalaluddin Rakhmat, semakin banyak kegiatan mengungkap penyimpangan Syiah dilakukan masyarakat.

Menghadapi maraknya dakwah anti syiah itu Emilia Renita isteri Jalal ini mengancam dengan apa yang dia sebut dark justice.

Emilia tidak merinci lebih jauh apa maksud dari perkataan dark justice, namun beberapa referensi menyebutkan dark justice bisa bermakna Street Justice yang kurang lebih artinya, penegakkan keadilan tanpa mengindahkan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, ancaman pernah juga dilontarkan  suami Emilia, Jalaluddin Rakhmat pentolan syiah, yang sekarang menjabat sebagai anggota komisi 8 DPR RI, dalam salah satu wawancara media, dia pernah mengancam akan memindahan konflik Syiah-Sunni di Irak ke Indonesia.

Soal ancaman isteri Jalal terhadap Umat Islam, dan Para Tersangka Syiah Bertaubat Kembali kepada Islam, Jalal CsMeradang;inilah beritanya.

***

 

Tuntut Keadilan Bagi Syiah, Istri Jalal Ancam Lakukan ‘Dark Justice’

Jumat 22 Jamadilawal 1436 / 13 Maret 2015 17:50

MARAKNYA kampanye menolak Syiah membuat aktivis Syiah Indonesia, Emilia Renita, mengancam akan melakukan dark justice jika kelompok Syiah di Indonesia terus mengalami ketidakadilan.

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan pengaduan ke kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2015).

Menurut Emilia, kampanye masif menolak Syiah sudah tidak bisa dibiarkan lagi dan sudah sangat serius. Sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan buku mewaspadai Syiah, kata istri Jalaluddin Rakhmat ini, semakin banyak kegiatan mengungkap penyimpangan Syiah dilakukan masyarakat.

“Siapa yang harus bertanggung jawab atas keutuhan NKRI? Bukankah kita harus menciptakan Indonesia menjadi rumah yang nyaman bagi kita semua. Artinya jika institusi seperti Komnas HAM tidak bisa bereaksi, lalu kemana kami harus mengadukan nasib kami? Apakah harus ada dark justice supaya kami bisa bergerak sendiri? Bagi kami ini tidak bisa lagi ditoleransi, I think this is very very serious,” ujar Emilia.

Emilia tidak merinci lebih jauh apa maksud dari perkataan dark justice, namun beberapa referensi menyebutkan dark justice bisa bermakna Street Justice yang kurang lebih artinya, penegakkan keadilan tanpa mengindahkan hukum yang berlaku.

Jauh sebelum Emilia Renita mengancam dengan dark justice, suami Emilia, Jalaluddin Rakhmat, yang sekarang menjabat sebagai anggota komisi 8 DPR RI, dalam salah satu wawancara media juga pernah mengancam akan memindahan konflik Syiah-Sunni di Irak ke Indonesia.[fq/islampos]

***

Para Tersangka Syiah Bertaubat Kembali kepada Islam, Jalal Cs Meradang

JAKARTA– Sebanyak 34 tersangka penganiayaan jamaah Masjid Az-Zikra menyatakan bertaubat dari ajaran Syiah. Mereka mengaku menyesal telah menyakini ajaran yang diputuskan menyimpang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, hingga melakukan kekerasan kepada kaum Muslimin Ahlussunah.

Ikrar para pengikut Syiah itu dilakukan ketika Majelis Az-Zikra dipertemukan dengan 34 tersangka pada Kamis (5/3/2015). Bahkan ketua penyerangan, Ida Bagus Handoko, ikut menyatakan penyesalannya. Kehadiran Az-Zikra ini dilakukan usai para keluarga tersangka mendatangi Arifin Ilham dan merengek meminta maaf.

Menyusul ikrat taubat pengikut Syiah ini, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonsia (IJABI) bersama The Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) melakukan protes.

Divisi Hukum OASE, Ferdi Irawandi, menilai pihak Majelis Az-Zikra telah mempengaruhi keyakinan tersangka hingga menyatakan taubat dari Syiah dan kembali Ahlussunah.

“Mereka diborgol, dipengaruhi keyakinan agamanya, disuruh bertaubat dan dirukyah,” kata Ferdi ditemani Jalaluddin Rakhmat (Jalal) beserta istri, Emilia Renita, di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Kamis (12/3/2015), dikutip dari Islampos.

Sementara itu, Juru Bicara Majelis Az-Zikra, Ahmad Syuhada, menilai apa yang diucapkan Ferdi semakin menunjukkan perbedaan Syiah dengan Ahlussunah.

“Jika kelompok IJABI protes, berarti ajaran Syiah memang berbeda dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah,” ujar Ahmad Syuhada kepada Islampos,Jum’at (13/3/2015).

Ahmad Syuhada mengatakan proses pertemuan Az-Zikra dengan tersangka berjalan dengan akrab dan ekspresif. Tangan mereka pun tak diborgol seperti dituduhkan Jalal cs.

“Kedatangan kami kesana menunjukkan kasih sayang kami. Bukti kasih sayang itu, kami tunjukkan dengan memberikan sebuah santunan bagi mereka yang memiliki keterbatasan,” tutur Syuhada. (azm/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Jum’at, 22 Jumadil Awwal 1436 H / 13 Maret 2015 16:57

(nahimunkar.com)