Ketua MUI, Ma’ruf Amin (Insert: Tari Bali di Atas Sajadah)/okz


Setelah media Islam ada yang menyuarakan agar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mundur dari jabatannya karena kementeriannya menggelar tari Bali namun beralaskan sajadah shalat, muncul pula protes dari MUI dan PBNU kepada Menag soal yang dinilai pelecehan terhadap Islam itu.

Perlu disadari, para penari Bali dalam menari itu mereka berkeyakinan bahwa tariannya adalah untuk menyambut para dewa. Itu adalah kemusyrikan, menurut Islam. Dan yang lebih tragis lagi, para penari tersebut mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat. Seperti pakaian wayang orang, bagian tubuh atas terbuka lebar dan bawahnya ketat. Gawatnya, penari tersebut berlenggak-lenggok mengikuti irama gamelan di atas hamparan karpet sajadah shalat.

Ironisnya, pelaku penyelenggraan yang dinilai sebagai pelecehan terhadap Islam itu justru Kementerian Agama dan dalam rangka ulang tahunnya, 3 Januari yang mereka sebut Hari Amal Bhakti. Pantas saja ada media Islam terkemuka menulis agar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang telah berkali-kali menyalahi Islam itu mundur saja.

Kasus yang memalukan dan memilukan bagi Umat Islam ini mengakibatkan MUI dan PBNU pun mengajukan protes.

Inilah beritanya.

***

MUI Minta Menag Beri Sanksi Kepada Kemenag DKI Soal Karpet Sajadah Shalat yang Diinjak Penari Bali

January 5, 2016

JAKARTA (Manjanik.com) – Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin meminta Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifudin agar memberi sanksi kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman soal karpet sajadah shalat yang diinjak penari Bali.

‎”Kami meminta diberi sanksi lah, yang penting pelanggaran itu tidak boleh terjadi lagi,” ujar Ma’ruf Amin di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/1/2016). (Baca: Pelecehan Islam Kembali Terjadi, Saat HUT Kemenag Karpet Sajadah Diinjak-Injak Penari Bali)

Ma’ruf mengatakan pihaknya telah meyampaikan protes kepada Kemenag terkait peristiwa itu. Ma’ruf berharap hal itu agar tidak terjadi lagi. “Supaya ada jera lah. Masa yang begitu terjadi. Ya itu tidak layak, bagaimana,” tegas Ma’ruf.

Atas surat yang telah disampaikan itu, Ma’ruf mengungkapkan bahwa Menag ‎sudah menyampaikan permohonan maaf serta menegur Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman.

Seperti diberitakan Manjanik.com sebelumnya, pelecehan terhadap Islam kembali terjadi diawal tahun 2016 ini. Sebelumnya pada tahun 2015, pelecehan terhadap Islam kerap kali terjadi, baik melalui media baju, sepatu, sandal, jilbab, petasan, loyang kue dan yang terakhir adalah sampul Al-Qur’an yang dijadikan bahan terompet.

Kini, pelecehan kembali terjadi di lingkup Kementerian Agama (Kemenag). Ironisnya, pelakunya justru Kemenag Kantor Wilayah DKI Jakarta. Kasus ini pun heboh dan menjadi viral di media sosial (medsos). Umat Islam pun memprotes pelecahan tersebut, pada Senin (4/1/2016).

Pelecehan itu terjadi dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) atau Hari Amal Bakti ke-70 yang diadakan di Jalan Lapangan Banteng Barat, Pasarbaru, Jakarta Pusat pada tanggal 3 Januari 2016 kemarin, yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi dan ormas Islam. Sekelompok penari Bali pembuka acara tampil membawakan tarian Jawa.

Dan yang lebih tragis lagi, para penari tersebut mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat. Seperti pakaian wayang orang, bagian tubuh atas terbuka lebar dan bawahnya ketat. Gawatnya, penari tersebut berlenggak-lenggok mengikuti irama gamelan di atas hamparan karpet sajadah shalat. [GA]

***

PBNU Tak Terima, Karpet Motif Sajadah Diinjak-injak Penari di Acara Kemenag

penari Bali berlengggak lenggok

Penari bergoyang di atas karpet bermotif sajadah

MONITORDAY.com, Jakarta – Peringatan Hari Amal Bakti yang digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah DKI Jakarta berbuntut protes. Pasalnya, dalam acara itu Kemenang menyuguhkan sebuah tarian yang melecehkan agama Islam.

Adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang melayangkan protes terhadap tarian di atas sajadah itu. Ketua PBNU, KH Aizuddin Abdurahman mendesak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengusut motif dari tarian yang dinilai tak pantas itu.

Menurutnya, sangat ironis kementerian yang menaungi keagamaan menggelar tarian seperti itu. Dengan kejadian itu, kredibilitas Kementerian Agama dipertanyakan.

“Harus ada tindakan tegas jika memang ia bukan berangkat dari ketidaksengajaan. Oleh karena itu, pengusutan secara tuntas ihwal duduk terjadinya tarian di atas karpet bermotif sajadah ini sangat penting untuk mengambil langkah tegas selanjutnya,” ujar Gus Aiz- sapaan akrab KH Aizuddin Abdurahman dalam keterangan tertulis yang diterima Monitorday, Selasa (05/01). / Laporan: Siswanto

By: monitorday.com, Selasa 05 Januari 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.094 kali, 1 untuk hari ini)